Mampir ke Rumah Pengabdi Setan, Berani Silaturahmi Sama ‘Ibu’?

Bandung sudah lama dikenal dengan potensi alamnya. Namun selain itu, masih banyak sudut menarik lain di sekitar Bumi Parahyangan yang menarik untuk ditelusuri. Salah satunya adalah Rumah Pengabdi Setan di Pengalengan, Bandung Selatan.

Rumah Pengabdi Setan ini sempat viral beberapa waktu lalu lantaran jadi lokasi syuting film horor besutan Joko Anwar. Saya sendiri sempat mampir untuk melihat-lihat lingkungan sekitarnya, bahkan berkesempatan pula bersilaturahmi dengan sosok ‘Ibu’! Penasaran? Yuk, simak cerita saya Teman Traveler.

Cerita dari Rumah ‘Ibu

rumah pengabdi setan
Rumah ‘Ibu’ tampak dari halaman depan (c) Gadis Hadianty/Travelingyuk

Asal-usul rumah yang jadi lokasi syuting ‘Pengabdi Setan’ ini memang masih simpang siur. Ada yang mengatakan bahwa rumah tersebut dulunya merupakan villa milik seorang warga negara Belanda, yang sekaligus pemilik kebun teh angker di kawasan Kertamanah.

Konon, berdasarkan cerita warga sekitar, beberapa petugas yang memeriksa rumah ini sempat beberapa kali melihat sosok noni Belanda. Tak jarang mereka juga mendengar suara anak kecil logat Belanda kental.

Faktanya, rumah ini sebenarnya diperuntukkan untuk pejabat perkebunan yang berdinas di PTPN VIII Kertamanah. Terakhir dihuni pada 2017 silam, fungsinya kini berubah menjadi tempat wisata pasca pengambilan gambar ‘Pengabdi Setan’ berakhir.

Dari segi arsitektur, rumah bergaya Eropa ini tidak mengalami banyak perombakan sejak pertama berdiri pada awal Abad ke-20. Hanya atap dan terasnya saja yang diperbaiki karena sudah rusak dimakan usia.

Terkesan Menyejukkan

Dinding kayunya terlihat kusam (c) Gadis Hadianty/Travelingyuk

Awal melihat rumah ini pertama kali, Teman Traveler mungkin akan merasakan suasana nyaman dari sebuah hunian bergaya Eropa. Apalagi halamannya memang cukup luas. Berjalan-jalan di sekitar sini, kalian akan merasakan belaian lembut udara sejuk khas Pangalengan. Keberadaan pohon pinus di sekitarnya hadirkan atmosfer alami yang bikin pikiran penat hilang seketika.

Meski begitu, kesuksesan film ‘Pengabdi Setan’ membuat semua kesan tersebut mendadak hilang dan berubah jadi aura mistis. Namun hal ini jangan sampai menyurutkan niat Teman Traveler untuk mampir ya.

Menelusiri Bagian dalam Rumah

rumah pengabdi setan
Berfoto di ruang tengah (c) Gadis Hadianty/Travelingyuk

Memasuki area dalam rumah, Teman Traveler bakal disambut foto besar sosok ‘Ibu’. Sama seperti di film, interior di sini memang terkesan vintage. Saya sendiri sempat mampir ke ruang tengah, salah satu lokasi penting dalam film ‘Pengabdi Setan.’ Namun demikian, kesan horor nyatanya sama sekali tidak terasa.

Kamar tidur yang digunakan tokoh Iyan dan Boni (c) Gadis Hadianty/Travelingyuk
rumah pengabdi setan
Salah satu lorong di dalam rumah (c) Gadis Hadianty/Travelingyuk
Jalan menuju sumur belakang rumah (c) Gadis Hadianty/Travelingyuk

Rumah lantai dua ini memiliki beberapa ruangan yang sudah di set sesuai dengan penggambaran dalam film. Di lantai pertama ada tiga ruang kamar, ruang tengah, satu kamar mandi, dapur, dan sumur di bagian belakang rumah.

rumah pengabdi setan
Sosok ‘Ibu’ menunggu di atas kamar (c) Gadis Hadianty/Travelingyuk

Menaiki tangga kayu, Teman Traveler akan sampai di lantai dua. Di sini kalian bisa mampir ke ruangan tempat ‘Ibu’ beristirahat. Ketika saya berkunjung, sejumlah jendela dan pintu sengaja dibiarkan terbuka agar sinar matahari dan udara segar bisa masuk. Saya bisa membayangkan tidur di sini sebenarnya bakal terasa cukup nyaman.

Kejadian Supranatural

rumah pengabdi setan
Bersantai di halaman rumah (c) Gadis Hadianty/Travelingyuk

Dari hasil perbincangan saya dengan seorang penjaga, sejumlah program acara TV sempat menyambangi rumah ini untuk menerawang keberadaan sosok makhluk halus. Selain itu, kejadian kesurupan sempat beberapa kali menimpa pengunjung yang mampir.

Menurut sang penjaga, tak bisa dipungkiri bahwa pada dasarnya setiap bangunan memang memiliki ‘penunggu’, terutama yang sudah berusia tua dan lama tak dihuni.

Untuk jam kunjungan, Teman Traveler bisa bebas mampir kapan saja sebab rumah ini terbuka 24 jam. Bahkan jika kalian ingin merasakan sensasi yang berbeda, boleh saja mampir ke sini saat hari sudah gelap. Wow! Bakal cukup menantang tentunya.

Rute & Tiket

Tertarik mampir ke sini? Teman Traveler bakal butuh waktu antara dua setengah hingga tiga jam perjalanan dari pusat kota Bandung. Jika bertolak dari Jakarta, langsung saja ambil jalur Tol Seroja untuk menghemat waktu.

Begitu sampai di Bundaran Pengalengan, ambil arah kiri menuju pasar. Setelah kira-kira dua kilometer, di sebelah kiri akan ada Gapura Desa Margamukti. Berikutnya kalian tinggal mengikuti penunjuk arah yang sudah tersedia. Kira-kira 15 menit dari gapura, kalian bakal sampai ke tujuan utama.

Jika masih bingung, Teman Traveler bisa gunakan panduan dari Google Maps. Cukup masukkan kata kunci ‘Rumah Pengabdi Setan Movie Set’ dan dijamin takkan keliru. Begitu sampai, dari area parkir kalian masih harus berjalan sekitar 10 menit melewati beberapa anak tangga dan deretan pohon pinus.

Soal tiket masuk, harganya cukup murah. Per orang hanya perlu membayar Rp10.000. Sementara untuk biaya parkir, dipatok Rp5.000 untuk satu motor.

Tips dan Saran

Sedikit tips buat Teman Traveler yang ingin datang ke sini. Suhu di Pangalengan lebih dingin dibandingkan Lembang, jadi jangan lupa kenakan jaket hangat.

Untuk menghindari macet, sebaiknya Teman Traveler berangkat lebih pagi. Nah, setelah beres mampir ke rumah ‘Ibu’, kalian bisa membeli permen susu atau susu KPBS sebagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah.

Itulah sedikit pengalaman saya mengunjungi Rumah Pengabdi Setan di kawasan Pangalengan. Bagaimana Teman Traveler, jika sedang menjelajah wisata Bandung dan sekitarnya, adakah di antara kalian yang cukup bernyali untuk mampir ke sini!

Tags
Bandung Indonesia kontributor Travelingyuk wisata bandung
Share