Wisata Kuala Lumpur untuk One Day Trip, Catet Gaes!

Faktor lokasi dan bahasa membuat Malaysia jadi salah satu destinasi luar negeri yang banyak dikunjungi warga Indonesia. Namun bagaimana jika Teman Traveler tak punya banyak waktu? Jangan khawatir, banyak kok wisata Kuala Lumpur menarik yang bisa disambangi dalam sehari.

Deretan destinasi tersebut jaraknya berdekatan, sangat mudah dijangkau. Apalagi sistem transportasi di ibu kota Malaysia sudah sangat memadai. Oke, tanpa banyak basa-basi lagi, inilah rekomendasi wisata Kuala Lumpur yang cocok untuk one day trip.

Batu Caves

Patung Dewa Muruga (c) Sunti Yogi Utami/Travelingyuk

Batu Caves bisa diakses dengan LRT dari KL Sentral. Teman Traveler tinggal turun di stasiun yang ada tepat di depan tujuan. Saya sendiri memilih menggunakan jasa taksi online dengan biaya 19 ringgit, lantaran kala itu LRT sedang dalam perbaikan. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 20 menit.

Masuk Batu Caves tidak dipungut biaya sama sekali. Teman Traveler bisa memberikan donasi sukarela di semacam kotak amal yang ada di depan Patung Dewa Muruga.

Tempat untuk memberi donasi (c) Sunti Yogi Utami/Travelingyuk

Batu Caves sejatinya merupakan tempat ibadah umat Hindu di Kuala Lumpur. Jadi sebaiknya Teman Traveler menghormati orang-orang yang sedang beribadah ketika berada di sini.

Tangga menuju kuil (c) Sunti Yogi Utami/Travelingyuk

Patung Dewa Muruga di Batu Caves diklaim sebagai yang tertinggi di Asia. Jika ingin masuk kuil, Teman Traveler harus menapaki 272 anak tangga. Oh ya, hati-hati dengan monyet sekitar sini ya. Jangan keluarkan makanan atau minuman, kecuali jika kalian ingin jadi korban ulah iseng mereka.

Umat Hindu sedang berdoa (c) Sunti Yogi Utami/Travelingyuk

Spot favorit untuk berfoto di Batu Caves adalah pelataran dengan latar belakang tanga warna-warni. Teman Traveler juga bisa berpose bersama deretan merpati di sekitar sini.

Panorama Kuala Lumpur dari ketinggian (c) Sunti Yogi Utami/Travelingyuk

Meski sedikit melelahkan, Teman Traveler wajib banget masuk ke kuil di sini. Begitu sampai, kalian bisa melihat uniknya deretan patung dewa Hindu dan mengamati cara beribadah warga sekitar. Selain itu, indahnya panorama Kuala Lumpur dari ketinggian juga terlihat jelas dari sini.

Masjid Jamek

Suasana di sekitar Masjid (c) Sunti Yogi Utami/Travelingyuk

Masjid Jamek merupakan yang tertua di Kuala Lumpur. Desainnya mirip Masjid Nabawi di Mekkah, lengkap dengan deretan payung putih.

Masjid tertua di Kuala Lumpur (c) Sunti Yogi Utami/Travelingyuk

Untuk mengunjungi tempat ini, Teman Traveler bisa naik LRT dan langsung turun di Stasiun Masjid Jamek. Jika berencana berkunjung saat Jumat, sebaiknya datang sebelum pukul 12.00 atau setelah pukul 15.00. Pasalnya masjid akan ditutup total saat Sholat Jumat.

Deretan payung putih, mirip Masjid Nabawi (c) Sunti Yogi Utami/Travelingyuk

Dataran Merdeka

Berfoto di depan tanda ‘I Love KL’ (c) Sunti Yogi Utami/Travelingyuk

Dataran Merdeka berada tepat di belakang Masjid Jamek, jadi Teman Traveler tinggal jalan kaki sekitar 10 menit untuk sampai sini. Dataran atau lapangan luas ini kerap digunakan untuk menggelar beragam acara atau bazar untuk memperingati hari-hari besar Malaysia.

Di sekitar sini Teman Traveler juga bisa menemukan Sultan Abdul Samad Building, KL City Gallery, dan Museum Tekstil. Bagi kalian yang hobi foto-foto, tempat ini cocok banget untuk dikunjungi.

Sultan Abdul Samad Building (c) Sunti Yogi Utami/Travelingyuk

Sultan Abdul Samad Building merupakan gedung bergaya moorish. Di masa lalu, tempat ini sempat digunakan sebagai pusat administrasi Pemerintah Inggris. Namun kini, gedung dijadikan kantor Kementrian Komunikasi dan Kementrian Pelancong dan Kebudayaan Malaysia.

Museum Tekstil (c) Sunti Yogi Utami/Travelingyuk

Tepat di sebelah kanan Sultan Abdul Samad, ada Museum Tekstil. Sayangnya, saya tak sempat masuk sini karena kala itu hari sudah terlalu sore dan masih banyak tempat yang ingin dikunjungi.

Galeri Kuala Lumpur (c) Sunti Yogi Utami/Travelingyuk

Tepat di seberang Museum Tekstil, ada Kuala Lumpur City Gallery. Di sini Teman Traveler bisa berfoto dengan tulisan ‘I Love KL’ yang hits banget. Selain itu, kalian juga bisa belajar banyak soal sejarah Kuala Lumpur. Tiket masuknya hanya sekitar 10 ringgit.

Bukit Bintang dan Jalan Alor

Deretan pertokoan (c) Sunti Yogi Utami/Travelingyuk

Rampung dari Dataran Merdeka, Teman Traveler bisa lanjutkan perjalanan ke Bukit Bintang. Kala itu saya dan rekan memutuskan naik MRT karena ingin merasakan sensasi naik MRT di Malaysia. Sekalian ngebandingin dengan yang ada di Indonesia.

Pavilion KL (c) Sunti Yogi Utami/Travelingyuk

Setelah berjalan kaki 15 menit, kami sampai Stasiun LRT Masjid Jamek. Dari sini, kami mengambil jurusan Plaza Rakyat, sebelum dilanjutkan MRT ke Stasiun Bukit Bintang. Harga tiketnya sekitar 1,5 ringgit.

Street food di Jalan Alor (c) Sunti Yogi Utami/Travelingyuk

Kami menyempatkan mampir ke KL Pavilion yang hits banget itu. Lantaran saat itu cuaca sedang hujan, kami pun sekalian sholat dan berteduh. Oh ya, Bukit Bintang sejatinya merupakan pusat gaul anak KL. Ada banyak toko barang-barang branded, mulai dari kosmetik hingga fashion.

BBQ Chicken Wing (c) Sunti Yogi Utami/Travelingyuk

Berikutnya kami melanjutkan jalan-jalan ke Jalan Alor. Awalnya kami berencana makan malam di sini. Cuman kata teman ada banyak chineese food tidak halal di sini. Kami pun harus puas hanya menikmati chicken wings yang hits banget.

Twin Tower dan Dinner di Kampung Baru

Berpose di depan tower (c) Sunti Yogi Utami/Travelingyuk

Satu lagi yang pantang dilewatkan di Kuala Lumpur adalah Twin Tower alias Menara Kembar Petronas, apalagi di malam hari. Saat itu kami mutusin untuk naik Grab saja, dengan biaya sekitar 12 ringgit.

Begitu sampai, sumpah bagus banget Twin Tower-nya. Menara kembar ini aslinya merupakan kantor pusat perusahaan minyak Petronas. Di dalamnya juga ada mall lho. Butuh effort banget sih buat hasilkan foto apik di sini, saking tingginya Si Tower.

Pertunjukan air mancur dekat menara (c) Sunti Yogi Utami/Travelingyuk

Tepat di depan Twin Tower, Teman Traveler akan menemukan Lake of Symphony, semacam pertunjukan air mancur gitu. Seharusnya ada musik yang ngiringin air mancurnya. Tapi karena waktu kami datang udah kemaleman, musiknya udah gak nyala lagi.

Menara Kembar Petronas di malam hari (c) Sunti Yogi Utami/Travelingyuk

Itulah rekomendasi beberapa wisata Kuala Lumpur menarik yang bisa Teman Traveler kunjungi dalam sehari. Semoga bermanfaat dan jangan lupa mampir jika kalian sedang liburan di Malaysia ya.

Tags
kontributor Kuala Lumpur Malaysia Travelingyuk wisata kuala lumpur wisata malaysia
Share