Pura Luhur Uluwatu, Sajian Cantik Panorama Samudra Hindia

Pesona Pura Luhur Uluwatu sudah begitu tersohor hingga ke mancanegara. Keindahannya benar-benar tiada dua. Menghadap langsung ke arah Samudra Hindia, dengan suguhan panorama matahari terbenam yang menakjubkan.

Pura Luhur Uluwatu (c) Rosita/Travelingyuk

Tak mengherankan jika pura satu ini selalu ramai dikunjungi wisatawan. Ada yang sekedar ingin menikmati keindahannya, ada pula yang berniat menyerap nilai spiritualitas di dalamnya. Yuk Teman Traveler, simak pengalaman saya saat menjelajah ke Pura Luhur Uluwatu beberapa saat lalu.

Berada di Tepi Karang

Tak pernah sepi wisatawan (c) Rosita/Travelingyuk

Lantas apa menariknya Pura Luhur Uluwatu, hingga tak henti-hentinya menarik perhatian wisatawan? Well, di sini Teman Traveler bakal merasakan atmosfer sakral nan religius yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Semuanya terasa begitu megah, namun sekaligus menenangkan.

Selain itu, pemandangan di sekitar sini memang sangat cantik. Pura Luhur Uluwatu memang berdiri di tebing karang yang langsung menghadap ke Samudra Hindia. Panorama yang tersaji sungguh memanjakan mata.

Teman Traveler bisa melihat betapa kokohnya karang, tak bergeming meski diterpa ombak besar bertubi-tubi. Bersabarlah hingga senja dan kalian bakal disuguhi corak jingga luar biasa mengesankan dari arah mentari.

Destinasi Favorit Wisatawan

Pemandangan dari pinggir pura (c) Rosita/Travelingyuk

Pura Luhur Uluwatu berada di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Jaraknya sekitar satu jam perjalanan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai. Kurang lebih 30 kilometer menuju arah selatan Denpasar.

Bangunan peribadatan ini kerap jadi salah satu destinasi favorit wisatawan Bali. Hampir semua orang yang singgah di Uluwatu pasti memutuskan mampir ke sini. Menjelang sore, jumlah pengunjung biasanya makin membludak. Tak heran, lantaran panorama senja di sini sangat menakjubkan.

Jika penasaran, Teman Traveler bisa berkunjung ke sini mulai pukul 07.00 hingga 19.30. Namun untuk menjaga kesuciannya, tak sembarang orang bisa masuk ke ruang utama. Area ini hanya terbatas untuk umat Hindhu yang ingin bersembahyang.

Pura Luhur Uluwatu memang memiliki perjalanan sejarah panjang, sehingga kondisinya harus dijaga seotentik mungkin. Menurut beberapa catatan sejarah, bangunan kuno ini dibangun oleh Mpu Kuturan, yang memerintah mulai tahun 944 Caka atau 1036 sebelum masehi.

Tips Berkunjung

Monyet yang berkeliaran di sekitar pura (c) Rosita/Travelingyuk

Ada beberapa hal yang wajib Teman Traveler perhatikan sebelum berkunjung ke sini. Pertama adalah soal pakaian. Semua wisatawan yang mengenakan celana pendek atau rok di atas lutut wajib menggunakan kain khusus. Hal ini penting untuk menjaga kesopanan selama berada di kawasan tempat ibadah.

Selain itu, Teman Traveler jangan lupa menjaga barang bawaan. Area sekitar pura dihuni puluhan ekor monyet liar. Mereka kerap bergelayutan di pohon dan tiba-tiba mengisengi wisatawan. Jika tak ingin jadi korban, sebaiknya jangan bawa benda-benda mencolok atau tas yang mudah dibuka.

Tak pernah sepi wisatawan (c) Rosita/Travelingyuk

Itulah sekilas ulasan mengenai Pura Luhur Uluwatu, salah satu destinasi favorit wisatawan Bali. Jadi tunggu apa lagi Teman Traveler, segera rencanakan eksplor wisata Bali dan masukkan bangunan megah ini dalam daftar kunjungan kalian. Bagaimana, siap rencanakan perjalanan ke sini?

Tags
Bali kontributor pura luhur uluwatu Travelingyuk wisata bali
Share