Mampir ke Prasasti Cunggrang, Tonggal Awal Kabupaten Pasuruan

Traveler sejati, mana suaranya? Selain menjelajah keindahan alam, luangkan waktu untuk eksplor deretan wisata sejarah di Indonesia. Nah, bagi Teman Traveler yang tertarik mendalami kisah-kisah penting di masa lampau, bisa coba berkunjung ke Pasuruan. Kabupatan yang berada di utara Malang ini ternyata menyimpan beragam jejak sejarah menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Prasasti Cunggrang. Yuk, jelajah lebih dalam lagi tentang wisata satu ini.

Mudah Dijangkau

Dokumentasi Pribadi
Gapura Selamat Datang (c) Trisia Widya Marthalina/Travelingyuk

Mencapai lokasi Prasasti Cungrang bukan hal sulit. Teman Traveler bisa menemukan jalur masuknya di Jalan Raya Surabaya-Malang, kira-kira di kilometer 37. Warga sekitar biasa menyebut titik ini sebagai Apolo.

Jalur masuk ini lumayan lebar, Teman Traveler bisa menyusurinya dengan menumpang sepeda motor maupun mobil. Setelah beberapa saat, kalian bakal menemukan sebuah gapura selamat datang. Langsung saja bertanya petunjuk arah pada penduduk lokal, mereka akan dengan senang membantu. Jika sungkan, kalian bisa juga menggunakan Google Maps.

Cikal Bakal Pasuruan

Dokumentasi Pribadi
Prasasti masih terawat dengan baik (c) Trisia Widya Marthalina/Travelingyuk

Prasasti Cungrang merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno dan terletak di Dusun Sukci, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.  Menurut beberapa pihak, prasasti ini merupakan penanda cikal bakal berdirinya Kabupaten Pasuruan.

Dokumentasi Pribadi
Prasasti Cunggrang (c) Trisia Widya Marthalina/Travelingyuk

Catatan sejarah menunjukkan Cunggrang merupakan hasil karya Mpu Sendok pada 18 September 851 Saka atau 929 Masehi. Penanggalan yang tercantum pada prasasti tersebut juga diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Pasuruan. 

Sepi Pengunjung

Dokumentasi Pribadi
Pendopo Prasasti (c) Trisia Widya Marthalina/Travelingyuk

Teman Traveler tak perlu membayar biaya masuk untuk mengunjungi wisata Pasuruan satu ini. Saat saya datang, pengunjung relatif sepi. Tempat ini bakal terlihat lebih hidup hanya pada hari-hari tertentu.

Dari segi kondisi, Prasasti Cunggrang masih cukup terawat, meski bagian ujungnya agak sedikit boncel. Oh ya, sebelum memasuki area dalam prasasti, Teman Traveler wajib melepas alas kaki ya.

Jalan-jalan ke Jembatan Gantung

Dokumentasi Pribadi
Berfoto di jembatan gantung (c) Trisia Widya Marthalina/Travelingyuk

Tak jauh dari prasasti, Teman Traveler bisa menemukan sebuah jembatan gantung. Kalian tinggal berjalan sedikit mengikuti jalan beraspal. Selain melihat panorama sawah hijau, kalian juga bisa berpose sejenak di sekitar sini.

Mengisi Perut di Lapangan Bulusari

Dokumentasi Pribadi
Kuliner di Lapangan Bulusari (c) Trisia Widya Marthalina/Travelingyuk

Puas jalan-jalan dan berfoto, Teman Traveler bisa mencicipi aneka kuliner di Lapangan Bulusari. Ceker, bakso, burger, hingga jus bisa Teman Traveler nikmati di sini. Jangan khawatir soal harga, semuanya dipatok relatif terjangkau kok.

Bawa Pulang Klepon untuk Oleh-oleh

Dokumentasi Pribadi
Klepon (c) Trisia Widya Marthalina/Travelingyuk

Jika Teman Traveler berniat mencari oleh-oleh, kue klepon bisa jadi pilihan. Kalian akan menemukan banyak penjual klepon di Jalan Raya Surabaya-Malang, terutama sekitar jalan masuk Desa Bulusari.

Nah, itulah sedikit ulasan saya mengenai Prasasti Cunggrang. Sebenarnya masih ada banyak situs bersejarah yang wajib kita jaga di Bumi Nusantara ini. Jika sedang berlibur, tak ada salahnya Teman Traveler mengunjungi beberapa di antaranya. Jalan-jalan sekalian belajar kisah menarik dari masa lampau. Bagaimana, siap jelajah wisata sejarah lainnya?

Tags
Indonesia kontributor Pasuruan prasasti cunggrang Travelingyuk wisata pasuruan
Share