Pesona Dusun Nglinggo, Saksi Bisu Sepak Terjang Pangeran Diponegoro

Rero Rivaldi

Rero Rivaldi

On Indonesia

Jogjakarta memiliki beragam kisah sejarah yang tak pernah gagal membuat kita berdecak kagum. Namun jika ingin sesuatu yang berbeda, cobalah datang ke Dusun Nglinggo. Kawasan ini kabarnya menjadi salah satu saksi bisu sepak terjang pahlawan nasional, Pangeran Diponegoro.

Terletak di Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo; Dusun Nglinggo sarat nilai sejarah. Kabarnya kawasan ini dibentuk oleh Ki Nglinggo Manik, Gagak Roban, dan Dalem Tanu, tiga prajurit yang setia menemani perjuangan Pangeran Diponegoro. Lantas apa saja keistimewaan desa yang berada di dataran tinggi ini? Berikut Travelingyuk beri penjelasan lengkapnya.

1. Pertunjukan budaya

Pemain Tari Lengger Tapeng via Instagram fatoer

Pengunjung Desa Nglinggo bakal diberi kesempatan berinteraksi langsung dengan warga dan mengenal kebudayaan setempat. Sebab penduduk di desa ini rutin menggelar pertunjukan seni seperti tari-tarian. Namun salah satu yang paling populer adalah Lengger Tapeng.

Lengger Tapeng adalah seni tari yang cukup mirip dengan tayuban. Hanya saja, penarinya mengenakan topeng (tapeng). Tak hanya melihat, wisatawan juga diperbolehkan belajar langsung jika memang tertarik dengan kesenian berfilosofi tinggi ini.

2. Kebun teh dan kopi

Pengunjung berfoto di kebun teh Nglinggo via Instagram fandiryan

Tak cuma menjadikan budaya sebagai daya tarik, Dusun Nglinggo juga siap memanjakan tamunya dengan panorama alam indah nan mempesona. Hal tersebut bisa didapatkan dengan menyambangi hamparan penghijauan mengagumkan di kebun teh dan kopi. Udara sekitar yang begitu sejuk menjadikan tempat ini cocok ditanami dua komoditi tersebut.

Menurut penuturan warga sekitar, produksi teh dan kopi telah menjadi mata pencaharian utama dari penduduk Dusun Nglinggo selama beberapa dasawarsa terakhir. Selain itu, ada juga sentra produksi gula aren.

3. Bukit Ngisis

Pengunjung berfoto di Bukit Ngisis via Instagram nurariehidayat

Tak jauh dari perkebunan teh dan kopi, pengunjung bisa meneruskan petualangan ke Gunung Jaran. Disebut Jaran (kuda) karena warga sekitar meyakini bahwa lokasi ini dulunya merupakan tempat mengistirahatkan kuda-kuda milik Pangeran Diponegoro. Namun untuk mencapai puncaknya dibutuhkan kerja keras karena terdapat kurang lebih 200 anak tangga.

Tapi tak perlu khawatir, karena sepanjang perjalanan ada beberapa titik yang bisa digunakan untuk beristirahat. Salah satunya adalah bukit ngisis atau istilah jawa untuk menikmati angin sepoi-sepoi.

4. Offroad Borobudur

Mobil offroad yang digunakan di Nglinggo via Instagram liallia

Dusun Nglinggo juga cocok sekali bagi wisatawan yang menggemari destinasi bernuansa petualangan atau sedikit ekstrem. Sebab warga setempat ada yang menawarkan paket perjalanan offroad menuju Candi Borobudur. Ada trek pendek dan juga panjang, yang sama-sama menyuguhkan pengalaman rally menantang.

Harganya pun tidak terlalu mahal. Untuk trek pendek pengunjung hanya perlu membayar sekitar 350 ribu rupiah. Sedangkan untuk trek panjang, pengelola mematok harga antara 750 hingga 800 ribu rupiah per rombongan.

5. Homestay

Homestay di Dusun Nglinggo via Instagram tom.romansyah

Bagi yang tertarik untuk menginap dan mengenal lebih dekat kebudayaan masyarakat Dusun Nglinggo, tak perlu khawatir akan penginapan. Di lokasi ini sudah tersedia sejumlah homestay yang konon bisa menampung hingga kurang lebih 150 pengunjung.

Biaya menginap juga sangat terjangkau. Hanya dengan merogoh kocek senilai 200 ribu rupiah, wisatawan sudah mendapatkan penginapan layak dan juga makan berupa kuliner khas Nglinggo.

Itulah tadi beberapa keistimewaan Dusun Nglinggo, desa wisata yang konon dulunya pernah menjadi salah satu saksi bisu sepak terjang Pangeran Diponegoro. Bagi yang ingin menikmati keindahan alam Kulon Progo sembari menggali lebih dalam mengenai sejarah nasional, tentunya sangat pas jika mengunjungi destinasi satu ini.