6 Perayaan Natal Paling Anti Mainstream di Dunia

Perayaan Natal biasanya identik dengan melakukan peribadatan di gereja, kemeriahan bersama keluarga dan pohon natal. Jika di Indonesia, banyak keluarga yang melakukan mudik ke kampung halaman seperti halnya keluarga muslim di Hari Lebaran, namun 6 negara ini mempunyai tradisi natal yang bisa dikatakan anti mainstream.

Tradisi di 6 negara berikut tak hanya meriah, namun dikemas dengan cara yang unik, bahkan terkesan mengerikan. Seperti ini beberapa tradisi merayakan natal anti mainstream.

1. La Quema del Diablo, Guatemala

Guatemala yang berada di kawasan Amerika Latin mempunyai tradisi khas menjelang hari Natal tiba. Pada tanggal 7 Desember setiap tahunnya, masyarakat membersihkan area rumah dari semua sampah, serta membuat sosok setan dari sampah dan barang-barang yang tidak terpakai lagi.

La Quema del Diablo di Guatemala (c) getty images
La Quema del Diablo di Guatemala (c) getty images

Sosok setan yang dibuat dari sampah dan barang-barang yang tak terpakai tersebut ditaruh di jalanan dan dibakar beramai-ramai. Upacara simbolik ini bermaksud untuk membersihkan setan yang dapat membawa bencana dan untuk menghindarkan dari hal-hal yang bersifat negatif di tahun yang akan datang. Masyarakat Guatemala sangat antusias saat melakukan tradisi ini.

2. Festival Krampus, Austria

Biasanya, natal bagi anak-anak adalah hadiah dari sinterklas, angpau, hingga kemeriahan lainnya yang membuat anak-anak menjadi gembira, namun tidak demikian yang terjadi di Austria, negara yang berbatasan dengan Swiss ini.

Krampus di Austria (c) getty images
Krampus di Austria (c) getty images

Di Austria, merayakan natal adalah mimpi buruk bagi anak-anak. Bagaimana tidak, dalam budaya kaum Bavaria seperti Austria ini, sosok Sinterklas dan Piet Hitam digantikan oleh Santo Nicholas dan Krampus. Apabila Santo Nicholas adalah figur yang baik dan selalu memberikan kado natal, maka Krampus adalah sosok menakutkan yang akan menghukum anak nakal. Jika Krampus menemukan anak yang nakal, maka Krampus akan memakannya. Namun jangan khawatir, ini tidak sungguhan. Namun keseraman yang ditunjukkan Krampus bertujuan agar anak yang nakal menjadi jera.

3. Tradisi Mummering, Kanada

Dalam merayakan hari Natal, masyarakat di negara bagian Newfoundland, Kanada termasuk yang unik. Setiap tahun menjelang hari Natal, warga Newfoundland punya tradisi bernama Mummering. Tradisi ini mirip saat perayaan Lebaran yang mana setiap orang akan saling bersilaturahmi.

Tradisi Mummering, Kanada (c) mummersfestival.ca
Tradisi Mummering, Kanada (c) mummersfestival.ca

Nah, pada tradisi Mummering ini, setiap orang akan berkunjung ke rumah tetangga atau sanak saudara dengan menggunakan samaran yang unik. Tak cuma menyamar secara penampilan, bahkan nada suara juga akan diubah. Barang siapa yang mempu mengetahui identitas penyamar dengan benar, maka wajib mentraktir makan dan minum. Gokil.

4. Nenek Sihir Befana, Italia

Saat perayaan Natal di Italia, anak-anak di negeri Pizza tersebut lebih mengenal nenek sihir daripada sosok Sinterklas. Nenek sihir yang dimaksud adalah Befana. Namun jangan salah, Befana bertugas layaknya Sinterklas yang memberikan kado bagi anak-anak saat natal.

Nenek Sihir Befana (c) youtube
Nenek Sihir Befana (c) youtube

Cara Befana untuk memberikan kado juga mirip Santa, yaitu melalui cerobong asap. Layaknya nenek sihir, Befana juga terlihat membawa sapu sihir. Sebagai gantinya, masyarakat Italia akan membawakan makanan dan minuman untuk Befana.

5. Pesta Pantai, Australia

Bagi negara-negara di belahan bumi utara, perayaan Natal identik dengan salju, karena bertepatan dengan musim dingin. Namun tidak demikian dengan negara-negara di belahan bumi selatan seperti Australia. Pada saat bulan Desember adalah musim panas di negeri Kanguru.

pesta pantai di Australia (c) getty images
pesta pantai di Australia (c) getty images

Tidak ada salju, melainkan hanya ada sinar matahari. Warga Australia sendiri lebih suka merayakan natal dengan mengunjungi pantai. Mereka melakukan aktifitas yang beragam. Mulai dari berenang, surfing, bahkan mengadakan pesta di pantai hingga larut malam.

6. Tradisi Hogmanay, Skotlandia

Warga Skotlandia memang paling cerdik dalam merayakan natal. Tradisi Hogmanay buktinya. Tradisi yang sudah dilakukan sejak dahulu ini dilakukan di penghujung tahun. Jika perayaan natal saat tanggal 25 Desember selalu dimaknai dengan ketenangan, maka tradisi Hogmany justru kebalikannya. Mereka malah berteriak keras, menyalakan obor dan kembang api.

Hogmanay di Skotlandia (c) getty images
Hogmanay di Skotlandia (c) getty images

First Footing adalah puncak dari tradisi Hogmanay. Pada tradisi ini, barang siapa melewati pintu rumah saat pergantian tahun, akan membawa keberuntungan. Anehnya, laki-laki dengan rambut hitam dan perempuan dengan rambut yang pirang diyakini tidak akan memperoleh keberuntungan. Percaya atau tidak, tradisi tersebut cukup aneh.

Itulah perayaan natal yang lumayan nyeleneh dari seluruh dunia. Jika Anda yang tinggal di Indonesia ingin merayakan natal dengan hal yang beda, bisa saja. Namun jangan sampai kelewat batas, ya!

Tags
Natal Perayaan Natal traveling
Share