Perayaan Lebaran di Negara Stan, Ada Tukar Makanan

Rani Aisyah

Rani Aisyah

On Budaya
Ilustrasi Perayaan Lebaran di Negara Stan via Shutterstock Ilustrasi Perayaan Lebaran di Negara Stan via Shutterstock

Lebaran sebentar lagi tiba, umat Muslim di dunia sudah tidak sabar menyambut hari kemenangan tersebut. Masing-masing kawasan tentunya punya cara tersendiri dalam merayakan Idul Fitri. Seperti adanya kegiatan dalam perayaan lebaran di negara stan.

Kata stan sendiri merupakan bahasa Persia dan Urdu yang berarti “tempat” atau “di mana seseorang berdiri”. Ada yang masuk Asia Tengah dan Asia Selatan. Bagaimana keseruan lebaran di sana?

Afghanistan

Ilustrasi Perayaan Lebaran di Negara Stan
Menggambar Henna di Tangan via Shutterstock

Afghanistan merupakan negara yang daratannya berada di tengah-tengah, antara Asia Tengah dan Selatan. Nah perayaan lebaran di negara stan tersebut sangat ramai, apalagi mayoritasnya memang Muslim. Persiapannya saja sekitar 15 hari sebelum Idul Fitri tiba. Mereka akan belanja baju, furnitur, karpet, permadani, dan makanan.

Pada malam lebaran, setiap rumah masak beragam kuliner. Seperti sheer khurma alias susu kurma, manti yaitu dumpling, dan bolani ialah roti isi. Sedangkan anak perempuan biasanya berkumpul untuk saling menggambar henna di tangan.

Pada hari pertama Idul Fitri, mereka salat seperti Muslim lainnya. Kemudian menghabiskan waktu di rumah masing-masing bareng keluarga, tentunya sekalian makan bareng. Tidak lupa, para orang tua memberi uang saku pada anak-anak.

Kazakhstan

Egg Paratha via Shutterstock
Egg Paratha via Shutterstock

Perayaan lebaran negara stan selanjutnya dilaksanakan di Kazakhstan. Setelah salat Idul Fitri, umat Muslim di Kazakhstan memilih untuk menghabiskan waktu bareng keluarga dan kerabat dekat.

Mereka menikmati makanan seperti egg paratha. Pada saat lebaran itulah anak-anak di Kazakhstan begitu senang, karena mereka akan mendapat hadiah dari orang tua.

Ilustrasi Perayaan Lebaran di Negara Stan via Shutterstock
Ilustrasi Anak-anak Kazakhstan Keliling via Shutterstock

Selain itu, anak-anak juga jalan keliling ke tetangga. Melontarkan sebuah sajak dan sebagai gantinya, orang yang didatangi memberi mereka hadiah, permen, atau uang. Untuk memeriahkan perayaan tersebut, kota-kota di sana membuat wahana bermain dan menyalakan kembang api saat malam hari.

Uzbekistan

Jajanan Lebaran di Uzbekistan via Shutterstock
Jajanan Lebaran di Uzbekistan via Shutterstock

Muslim Uzbekistan menyiapkan perayaan lebaran sehari sebelumnya, yang disebut dengan Arafa. Mereka membuat kue tradisional, di antaranya chak-chak, kush-tili, bugirsok, dan orama. Setiap keluarga di sana pasti menyediakan jajanan tersebut.

Berkunjung ke Shah-i-Zinda Saat Idul Fitri via Instagram @james_strobe_scott
Berkunjung ke Shah-i-Zinda Saat Idul Fitri via Instagram @james_strobe_scott

Kemudian setelah itu, mereka juga masak pilaf atau plov yaitu nasi yang dimasak bareng daging domba atau sapi, wortel, dan bawang. Plov biasanya dihidangkan di atas piring keramik bernama kosa. Lalu ia akan ditukar ke plov milik tetangga.

Plov via Shutterstock
Plov via Shutterstock

Kalau di suatu keluarga ada pengantin baru, maka sang istri itu harus mengenakan tudung transparan untuk menutupi kepala dan muka. Lalu melakukan ritual yang disebut kelin-salom yaitu menunduk sedikit tanda hormat saat tamu datang.

Tajikistan

Membuat Sumalak via Shutterstock
Membuat Sumalak via Shutterstock

Negara selanjutnya adalah Tajikistan, di mana perayaan ini disambut dengan sukacita terutama oleh anak-anak. Setelah melaksanakan salat Idul Fitri, orang-orang makan-makan, misalnya plov atau pilaf dan sumalak yang teksturnya seperti jenang.

Kemudian mengunjungi keluarga, kerabat, dan teman dekat. Kemudian anak-anak akan diberikan uang, hadiah, atau permen oleh orang yang lebih tua.

Seperti itulah rupa perayaan lebaran di 4 negara stan. Bagaimana perayaan Idul Fitri di tempat Teman Traveler?