Pecinan Semarang, Dari Cerita Kelam Hingga Jadi Wisata

Pecinan Semarang adalah salah satu kawasan penting di Kota Lumpia. Perjalanan Venetie van Java memang tak bisa dilepaskan dari peran orang-orang Tionghoa. Tak hanya mengembangkan sektor perdagangan, mereka juga ikut andil dalam melawan penjajah.

pecinan_semarang_cxa.jpg
Kawasan Pecinan Semarang (c) Gallant Tsany/Travelingyuk

Kini kawasan Pecinan Semarang memang tak semarak seperti beberapa dekade silam. Namun perlahan kehadirannya mulai lebih diapresiasi dan bahkan tengah dikembangkan menjadi tempat wisata. Yuk Teman Traveler, kita simak cerita selengkapnya berikut ini.

Sejarah Panjang

pecinan_semarang_2_WJ6.jpg
Salah satu toko lawas di pecinan (c) Gallant Tsany/Travelingyuk

Kawasan Pecinan Semarang memiliki sejarah lumayan panjang. Berdasarkan perkiraan para ahli sejarah, orang-orang Tionghoa pertama kali mendarat di Kota Lumpia pada 1700an, bersamaan dengan tibanya kapal Laksamana Cheng Hoo.

pecinan_semarang_3_cd0.jpg
Termasuk salah satu toko yang sudah eksis sejak lama (c) Gallant Tsany/Travelingyuk

Mulanya kapal-kapal pedagang dari Tiongkok berlabuh daerah Mangkang di Semarang barat. Pasalnya kapal dari Negeri Tirai Bambu memiliki tipe berbeda, sehingga hanya bisa berlabuh di dermaga khusus. Sejak saat inilah, banyak orang Tiongkok lantas memilih tinggal di kawasan Mangkang.

pecinan_semarang_4_KxQ.jpg
Deretan toko di kawasan pecinan (c) Gallant Tsany/Travelingyuk

Ketika Belanda mulai menguasai Indonesia, banyak warga Tionghoa ditangkap dan ditempatkan dalam satu wilayah agar lebih mudah dikontrol. Kala itu kawasan yang dipilih berada dekat Kali Wot Gandul. Namun demikian, kebijakan ini diam-diam membawa berkah tersendiri.

Kawasan Perdagangan Sibuk

pecinan_semarang_10_Bth.jpg
Toko alat tulis kantor (c) Gallant Tsany/Travelingyuk

Seperti kawasan serupa, Pecinan Semarang kala itu menjadi area perdagangan ramai dan super sibuk. Dari pagi hingga malam, aktivitas bongkar muat serta jual beli terus berlangsung. Apalagi pada saat itu Semarang memang dikenal sebagai pusatnya ekonomi dan perdagangan. Alhasil ada banyak toko berdiri di sini, mulai dari toko besi, obat, hingga makanan, semua ada.

Lokasi dekat Kali Wot Gandul yang dipilih Belanda dianggap menguntungkan oleh para warga Tionghoa. Pasalnya wilayah ini dinilai punya feng shui bagus, sehingga dianggap ampuh mendongkrak bisnis yang mereka jalankan. Pemerintah Belanda bahkan sampai memungut pajak khusus untuk warga Tionghoa.

Deretan Kelenteng Menarik

pecinan_semarang_8_Osk.jpg
Salah satu kelenteng menarik (c) Gallant Tsany/Travelingyuk

Bukan pecinan namanya jika tak punya deretan klenteng menarik. Di Pecinan Semarang, total terdapat sembilan klenteng. Salah satu yang cukup tersohor adalah Klenteng Tay Kak Sie di Gang Lombok. Nama tersebut jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia memiliki makna kurang lebih, kesadaran tinggi dan menjaga keharmonisan lingkungan masyarakat.

pecinan_semarang_7_0ZR.jpg
Kelenteng Tay Kak Sie yang tersohor (c) Gallant Tsany/Travelingyuk

Klenteng ini sebelumnya berawal dari tempat pemujaan Dewi Kwan Im yang didirikan di area belakang pecinan. Kala itu banyak yang percaya kawasan tersebut termasuk angker. Namun lambat laun, daerah tersebut justru banyak memancing perkelahian karena sering dijadikan tempat berjudi.

Memasuki 1771, tempat pemujaan Dewi Kwan Im tersebut dipindah ke Gang Lombok dan berubah menjadi Klenteng Tak Kay Sie. Bangunan ibadah ini terus bertahan dan tetap berdiri kokoh hingga sekarang. Teman Traveler boleh masuk untuk melihat-lihat ke dalam, asal tidak mengganggu prosesi peribadatan yang sedang berlangsung.

Kulineran Khas Pecinan

pecinan_semarang_5_WBc.jpg
Lumpia Gang Lombok yang legendaris (c) Gallant Tsany/Travelingyuk

Tak lengkap rasanya mampir ke Pecinan Semarang jika belum mencicipi kuliner di sekitarnya. Teman Traveler tenang saja, banyak kok sajian halal nan nikmat di sini. Salah satu yang paling populer dan legendaris adalah Lumpia Gang Lombok. Di sini kalian bisa mencicipi lumpia goreng dan basah yang sama-sama enak luar biasa.

pecinan_semarang_6_WRb.jpg
Satu biji dibanderol Rp17.000 (c) Gallant Tsany/Travelingyuk
pecinan_semarang_9_Sgu.jpg
Nikmatnya luar biasa Teman Traveler (c) Gallant Tsany/Travelingyuk

Suasana sekitar Pecinan Semarang makin meriah dengan hadirnya Pasar Semawis. Semula hanya digelar saat Imlek, pasar ini sekarang rutin hadir tiap pekan. Di sini Teman Traveler bisa temukan banyak sajian menarik, mulai dari makanan berat hingga streetfood.

Atmosfer Tiongkok bakal makin terasa di sini ketika perayaan Imlek tiba. Bakal ada banyak pernak-pernik menarik dijajakan. Selain itu akan ada sejumlah pertunjukan budaya keren yang pantang dilewatkan. Dijamin bakal terasa meriah Teman Traveler.

Itulah sekilas ulasan mengenai Pecinan Semarang. Jika Teman Traveler sedang liburan keliling wisata Semarang, jangan lupa mampir ke sini ya. Bagaimana kalau akhir pekan ini?

Tags
Indonesia kontributor pecinan semarang semarang Travelingyuk wisata semarang
Share