Pasar Bogyoke Aung San, Pusatnya Belanja Oleh-oleh di Myanmar

Salah satu kegiatan wisata yang tak boleh terlewatkan ketika liburan adalah belanja oleh-oleh. Jika Yangon Myanmar merupakan tujuan Teman Traveler, Pasar Bogyoke Aung San bisa jadi jujukan. Pusat oleh-oleh ini terletak di ujung jalan Pabedan, tepat di depan Junction city yang tutup pada hari senin, dan buka mulai jam 10.30 pagi hingga 5 sore. Nah, apa saja yang dapat ditemukan di sini? Yuk, intip penuturan dari Kontributor Travelingyuk, Prisca Lohuis berikut.

Pusat Oleh-oleh Terbesar di Yangon

Bogyoke Aung San Market via dokumen pribadi
Bogyoke Aung San Market (c)Prisia Lohuis/Travelingyuk

Pasar Bogyoke Aung San merupakan salah satu pusat souvenir terbesar di Yangon. Pasar Bogyoke (baca : Boh-Cho) dibangun pada tahun 1926 oleh James G Scott dan sempat disebut sebagai pasar Scott. Namun saat Myanmar merdeka tahun 1948 namanya diubah menjadi Bogyoke Aung San market.

Bogyoke Aung San Market via dokumen pribadi
Bogyoke Aung San Market (c) Prica Lohuis/Travelingyuk

Bangunan pasar di Myanmar ini memiliki corak kolonial Inggris. Hal tersebut sangat wajar, mengingat Myanmar pernah menjadi negara jajahan Inggris sejak tahun 1800-an. Pasar Bogyoke ini pun masuk kedalam daftar warisan budaya Yangon yang memiliki arsitektur unik khas bangunan Eropa. Cocok nih untuk OOTD-an selain belanja oleh-oleh dan jelajah tempat wisata di Myanmar.

Bersih dan Bikin Nyaman Pengunjung

Bogyoke Aung San Market bagian dalam via dokumen pribadi
Bogyoke Aung San Market bagian dalam (c) Prica Lohuis/Travelingyuk

Kendati namanya pasar, tapi Teman Traveler bakalan nyaman selama berjalan-jalan di sini. Bogyoke tidak hanya memiliki desain unik bangunan khas Eropa, tapi kebersihannya juga patut diacungi jempol. Begitu pula dengan New Bogyoke Market yang merupakan pengembangan lokasi pasar. Letaknya tepat di depan pasar lama ini (di lantai dasar Junction City). Lingkungannya bersih dan penuh souvenir.

Aneka Pernak-pernik Khas Myanmar

Souvenir via dokumen pribadi
Souvenir di pasar Bogyoke (c) Prica Lohuis/Travelingyuk

Pasar ini menjual berbagai macam pernik ala Myanmar. Kebanyakan adalah batuan mulia, aksesori, lacquerware, dan longyi (baju tradisional Myanmar). Jika ingin membeli batu mulia seperti rubi ataupun permata, tanyakan dulu ke penjualnya apakah toko mereka bersertifikat. Hati-hati karena banyak yang menjual tiruannya di pasar ini. Jika memang ingin tiruan, maka harga yang ditawarkan memang lebih murah daripada yang asli.

Lacquerware di pasar Bogyoke via dokumen pribadi
Lacquerware di pasar Bogyoke (c) Prica Lohuis/Travelingyuk

Lacquerware bentuknya bervariasi, ada yang berupa tempat tisu, kotak perhiasan, nampan, hingga dekorasi untuk rumah dengan lukisan vernis khas Myanmar. Semakin besar barangnya, maka harga yang ditawarkan semakin mahal.

Souvenir (c) Prica Lohuis/Travelingyuk
Aneka Souvenir (c) Prica Lohuis/Travelingyuk

Mencoba Baju Tradisional Myanmar

Longyi baju tradisional Myanmar (c) Prica Lohuis/Travelingyuk
Longyi baju tradisional Myanmar (c) Prica Lohuis/Travelingyuk

Jangan lupa juga untuk mencoba baju tradisional Myanmar yang disebut Longyi. Ada yang menjual bawahannya, juga satu set. Harga satu set adalah 14.000 Kyat atau sekitar Rp140.000. Namun jika hanya ingin membeli bawahannya saja, akan dihargai sekitar 1.000 Kyat hingga 7.000 Kyat. Harga tersebut masih bisa ditawar, jika beruntung, Teman Traveler akan mendapatkan harga yang jauh lebih murah. Tentu makin seru jelajah pasar dengan pakaian tradisionalnya.

Bogyoke Aung San Market via dokumen pribadi
Bogyoke Aung San Market via Prisca Lohuis/Travelingyuk

Itulah ulasan tentang Pasar Bogyoke Aung San. Bagaimana, ada rencana untuk liburan ke Myanmar, khususnya Yangon? Jangan lupa mampir ke pusat oleh-oleh satu ini ya.

Tags
Luar negeri Myanmar Oleh-oleh Myanmar Pasar Myanmar Travelingyuk Yangon
Share