Parachute Bali, Kafe Instagenic Berbentuk Payung Raksasa

Salah satu yang tidak boleh dilewatkan saat liburan di Bali adalah mengunjungi deretan kafe unik nan instagenic. Apalagi jika Teman Traveler sedang berada di daerah Canggu, yang memang terkenal memiliki banyak tempat nongkrong berkonsep menarik. Parachute Bali adalah satu di antara sekian banyak tempat nongkrong yang cukup direkomendasikan di Canggu.

Desain yang mereka usung begitu unik, hingga membuat tempat ini terlihat mirip sebuah payun raksasa. Penasaran? Yuk, simak ulasannya Teman Traveler.

Akses Mudah dari Bandara

outdoor
Tempat duduk outdoor di Parachute (c) Helga Christina/Travelingyuk

Parachute Bali berada di Jalan Subak Sari no 13, Berawa, daerah yang dikenal memiliki sederet tempat makan hits di antara para turis. Parachute sendiri sangat mudah diakses. Jika berangkat dari Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, bakal butuh waktu sekitar satu jam sebelum sampai di lokasi.

Parachute buka setiap hari, mulai pukul 08.00 hingga tengah malam. Sekedar saran, sebaiknya Teman Traveler datang menggunakan kendaraan roda dua ke sini. Tempat parkir di sekitar kafe cukup terbatas, jadi akan lebih praktis jika kalian datang menumpang sepeda motor.

Uniknya Konsep Desain di Parachute Bali

ikon parachute bali
Interior di Parachute Bali (c) Helga Christina/Travelingyuk

Parachute Bali menawarkan sederet menu makanan dengan konsep healthy food. Mereka juga menyediakan beragam pilihan roti dan kue, makanan seperti salad dan pizza, hingga smoothie. Semuanya ada di sini.

berbagai macam roti
Beragam jenis roti di Parachute via Instagram.com/parachutebali

Namun tentu saja yang membuat kafe ini mencolok dan terlihat unik adalah konsep desainnya. Dirancang sedemikian rupa hingga terlihat seperti payung raksasa jika dilihat dari kejauhan. Sangat Instagenic dan bisa jadi latar belakang foto apik. 

Bersantap Sambil Dimanja Panorama Cantik

indoor
Suasana tempat duduk indoor via Instagram.com/parachutebali

Kala berkunjung ke sana, kami memesan cream filled doughnut dan chicken salad. Menu pertam dibandrol dengan harga Rp25.000 saja, sementara salad-nya bisa Teman Traveler tebus hanya dengan bermodal Rp40.000.

chicken salad
Menu Chicken Salad (c) Helga Christina/Travelingyuk

Roti dan kue memang jadi dua menu favorit saya setiap kali nongkrong di Parachute Bali. Menurut saya rasanya enak dan sangat pas di lidah. Sementara untuk minuman, saat itu kami memesan smoothie seharga Rp40.000 dan Ice Cappuccino dengan harga sama.

cream filled doughnut
Cream filled doughnut (c) Helga Christina/Travelingyuk

Parachute menyediakan tempat duduk indoor dan outdoor. Jika Teman Traveler datang di siang hari, sebaiknya memilih tempat duduk indoor karena udara di luar bisa sangat panas – meski pengelola sudah memasang kipas angin.

Kafe ini juga dikelilingi kawasan persawahan, menawarkan panorama yang sangat menarik. Teman Traveler juga akan mendapati sederet spot foto Instagenic. Waktu terbaik mengunjungi Parachute Bali adalah sekitar pukul 17.00 karena kamu dapat menikmati suasana sunset yang indah.

Belajar Berkebun dan Membuat Jamu

workshop pembuatan jamu
Workshop pembuatan jamu via Instagram.com/parachutebali

Parachute Bali juga menawarkan beragam kegiatan menarik untuk para pengunjung. Setiap Sabtu, antara pukul 08.00-13.00, akan diadakan Farmers Market. Teman Traveler bisa membeli beragam sayur-mayur segar, menikmati pertunjukan musik, mengikuti workshop, dan mengunjungi area kerajinan tangan. Untuk anak-anak juga disediakan wahana permainan khusus. 

Workshop yang disediakan cukup beragam. Kids Gardening misalnya, bisa diikuti mulai pukul 09.00. Di sini anak-anak akan diajak merasakan sensasi bercocok tanam di kebun dan memanen sayuran.

susana santai sore
Suasana nongkrong di Parachute via Instagram.com/parachutebali

Pengunjung juga bisa menjajal workshop membuat jamu, yang dimulai pukul 11.00. Instruktur akan mengajarkan cara-cara membuat jamu dengan bahan dasar alami. Biayanya cukup murah, tiap peserta cukup membayar Rp100.000 saja, sudah termasuk bahan dan peralatan. Tapi ingat, kuotanya sangat terbatas sehingga harus cepat mendaftar.

Itulah sedikit ulasan mengenai Parachute Bali. Tak hanya mengusung desain Instagenic, kafe di daerah Canggu ini juga tawarkan beragam aktivitas menarik di tengah indahnya panorama Pulau Dewata. Bagaimana Teman Traveler, tertarik berkunjung?

Tags
Bali kontributor kuliner bali Travelingyuk wisata bali
Share