Omah Selat Solo, Sensasi Makan ala Era 60-an

Meski telah beredar di banyak kota, kuliner Selat Solo tetaplah Solo punya. Sajian berciri khas kuah gurih nan segar ini sangat mudah dijumpai di seantero Kota Batik. Mulai dari kelas kaki lima hingga kedai dan restoran mewah. Salah satunya adalah Omah Selat yang sangat melegenda.

img_20190925_230425_s8h.JPG
Omah Selat (c) Billy Ramdani/Travelingyuk

Sesuai namanya, rumah makan ini sediakan sajian selat yang ikonik. Tak hanya itu, interiornya mengusung nuansa klasik yang membuatnya terlihat unik. Yuk, simak ulasan lengkap soal Omah Selat Solo berikut ini Teman Traveler.

Jagonya Selat Solo

img_20190925_230620_KIi.JPG
Area depan kedai (c) Billy Ramdani/Travelingyuk

Omah Selat beralamat di Jalan Gotong Royong no 13, Jagalan. Mereka biasanya siap melayani pelanggan antara pukul 10.00 hingga 18.00. Tempatnya sendiri gampang ditemukan kok. Jika masih kurang yakin, Teman Traveler bisa menanyakan petunjuk arah pada warga sekitar atau menggunakan bantuan Google Maps.

Oh ya, sebelum memutuskan mampir ke sini, iseng-iseng saya menanyakan soal reputasi Omah Selat pada beberapa warga dan juga supir taksi daring. Ternyata banyak di antara mereka yang merekomendasikan tempat ini. Tak heran jika resto ini lantas diklaim sebagai jagonya selat di Solo.

Suasana ala 60-an

img_20190925_230449_LSE.JPG
Salah satu ruang makan (c) Billy Ramdani/Travelingyuk

Eksis sejak tahun 60-an, pantas rasanya jika tempat makan ini disebut sebagai legenda. Tak hanya itu, interiornya pun masih terkesan sangat klasik. Berada di dalamnya, Teman Traveler akan serasa seperti ada di rumah makan zaman dulu.

Dekorasinya terdiri dari sejumlah benda antik yang sudah jarang ditemukan. Masuk ruang makan, Teman Traveler akan disambut semerbak wangi ala aroma terapi plus pencahayaan remang-remang. Atmosfernya bagai membawa kalian kembali ke beberapa dekade silam. Cukup unik ya?

Koleksi Klasik nan Instagenic

img_20190925_230401_6AX.JPG
Salah satu sudut rumah makan (c) Billy Ramdani/Travelingyuk

Sembari menunggu pesanan datang, saya lantas sibuk memperhatikan sudut demi sudut Omah Selat. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah deretan hiasan dan ornamennya. Terlihat klasik, namun sangat Instagenic.

Sepintas nampak sejumlah koleksi sejarah seperti jam dinding, aneka ukiran, dan teko antik. Semuanya kian memperkuat nuansa klasik di dalam resto legendaris ini. Sembari kulineran, Teman Traveler juga bisa melihat aneka benda antik nan menarik. Serasa berada di museum ya?

Beragam Menu Menarik

img_20190925_230525_PaE.JPG
Deretan menu makanan yang tersedia (c) Billy Ramdani/Travelingyuk

Resto ini memiliki kurang lebih 10 menu andalan. Teman Traveler bisa pesan Selat Segar Solo, Selat Sirloin, Chicken Mushroom, Sop Jamur, hingga Nasi Langgi. Cukup berbekal budget maksimal Rp30.000, kalian sudah bisa makan puas di sini. Bagaimana, cukup terjangkau dompet bukan?

Selat Segar Solo Jadi Favorit

img_20190925_230313_kfv.JPG
Selat Segar Solo (c) Billy Ramdani.Travelingyuk

Setelah menimbang-nimbang, saya akhirnya memutuskan untuk pesan Selat Segar Solo yang direkomendasikan sejumlah orang. Seporsinya dibanderol Rp20.000 saja. Begitu pesanan tiba, melihat tampilannya saja saya langsung ngiler. Selain galantin, makanan khas Solo ini disajikan bersama telur rebus, kentang goreng, wortel, buncis, potongan tomat, serta nanas.

Tanpa buang waktu, saya lantas mencicipi kuahnya. Ternyata bukan sekedar isapan jempol Teman Traveler, sajian selat di sini memang benar-benar enak. Bumbunya terasa gurih, siapapun yang mencoba pasti bakal langsung jatuh cinta. Percaya deh.

Menu Lain yang Tak Kalah Menarik

img_20190925_230330_75e.JPG
Chicken Mushroom (c) Billy Ramdani/Travelingyuk

Sajian lain yang tak kalah nikmat adalah Chicken Mushroom. Olahan ayam jamur ini dikemas menarik dengan paduan cita rasa gurih, pedas, dan asam yang nikmat. Menyantapnya dijamin bakal bikin Teman Traveler merem melek saking enaknya. Harganya pun cukup terjangkau, hanya Rp24.000 per porsi.

Bagaimana Teman Traveler, tertarik mampir ke Omah Selat? Jika berangkat dari arah Pasar Klewer, kalian hanya butuh waktu kurang lebih enam menit untuk sampai sini. Jangan lupa mampir jika sedang liburan di Solo ya.

Tags
kontributor kuliner Solo Solo Travelingyuk
Share