Menembus Langit di Lolai, Negeri di Atas Awan Toraja

Suratman Larakuti

Suratman Larakuti

On Kontributor
Pemandangan Lolai dari ketinggian Pemandangan Lolai dari ketinggian

Sebagian orang kerap teringat rumah adat tongkonan maupun ritual pemakaman ketika mendengar kata Toraja. Padahal kawasan di Sulawesi Selatan tersebut juga punya panorama luar biasa indah. Berkunjung saja ke Lolai, yang belakangan dikenal para pelancong sebagai Negeri di Atas Awan Toraja.

Lolai terletak di kawasan Toraja Utara. Atmosfer paginya begitu magis, gulungan kabut tebal lembut menyentuh kulit, kicauan burung-burung terdengar merdu di telinga. Berikut adalah pengalaman kontributor Travelingyuk, Suratman Larakuti, selama berada di sana.

Petualangan Menuju Negeri di Atas Awan Toraja

Lautan awan di Lolai (c) Suratman Larakuti/Travelingyuk
Lautan awan di Lolai (c) Suratman Larakuti/Travelingyuk

Kabupaten Toraja Utara berada di utara Makassar. Bisa ditempuh via jalur darat yang membentang kurang lebih 330 kilometer. Butuh waktu kurang lebih delapan jam menggunakan bus umum, baik reguler maupun eksekutif. Tarif bus termurah adalah Rp200.000 dengan fasilitas full AC dan tempat duduk nyaman.

Bagi yang lebih nyaman dengan perjalanan udara, jalur pesawat ke Toraja saat ini masih belum tersedia. Namun ada alternatif lain, yaitu menumpang pesawat tujuan Palopo dan melanjutkan perjalanan darat sekitar dua jam menuju Toraja.

Kabut pagi mulai menutupi ruas jalan (c) Suratman Larakuti/Travelingyuk
Kabut pagi mulai menutupi ruas jalan (c) Suratman Larakuti/Travelingyuk

Setibanya di Toraja, Teman Traveler hanya perlu melanjutkan perjalanan sedikit lagi untuk sampai di Lolai. Jalanan menuju sana cukup terjal dan lumayan sempit, mau tak mau para pengandara harus lebih berhati-hati. Apalagi jarak pandang bisa berkurang jika sedang ada kabut tebal.

Suasana Pagi yang Syahdu

Menikmati hangatnya teh di Lolai (c) Suratman Larakuti/Travelingyuk
Menikmati hangatnya teh di Lolai (c) Suratman Larakuti/Travelingyuk

Sembari menikmati suasana pagi di Lolai, para pengunjung juga bisa menikmati menu sarapan pagi di kafe setempat. Hangatnya secangkir kopi atau teh ditemani cemilan bakal membantu tubuh melawan udara dingin dan meredakan letih usai perjalanan jauh.

Semua perjuangan demi mencapai Lolai bakal sebanding dengan keindahan alam yang bakal disaksikan. Teman Traveler bakal seolah dibawa merasakan sensasi berada di atas awan Toraja. Tentu hal ini menjadi pengalaman yang luar biasa dan tak terlupakan.

Beragam Pilihan Penginapan

Rumah adat Tongkonan (c) Suratman Larakuti/Travelingyuk
Rumah adat Tongkonan (c) Suratman Larakuti/Travelingyuk

Apabila tidak ingin buru-buru melihat arak-arakan awan pagi, Lolai menyediakan beragam pilihan penginapan. Ada yang mengusung konsep modern, adapula tradisional. Namun agar lebih merasakan suasana Toraja, sebaiknya menginap di rumah tradisional Tongkonan.

Biaya menginap di sana pun cukup murah, berkisar antara Rp100.000 – Rp200.000 per malam. Sementara bagi Teman Traveler yang tak bisa hidup tanpa Internet, tak perlu panik karena wilayah Lolai sudah terjangkau jaringan 4G.

Tips Traveling ke Lolai

Pemandangan Lolai dari ketinggian (c) Suratman Larakuti/Travelingyuk
Pemandangan Lolai dari ketinggian (c) Suratman Larakuti/Travelingyuk

Sering diselimuti kabut tebal, terutama di pagi hari, membuat Lolai sering dijuluki Negeri di Atas Awan Toraja. Agar perjalanan para Teman Traveler kian nyaman, berikut adalah beberapa tips yang bisa dipraktekkan selama berada di sana.

  1. Sebaiknya bawa jaket tebal. Suhu di sana bisa mencapai 16 derajat celcius
  2. Traveler tak perlu khawatir soal makanan. Meski mayoritas non-muslim, penduduk Tana Toraja cukup toleran
  3. Pemilik hobi fotografi sebaiknya membawa tripod jika ingin menghasilkan foto deretan awan secara maksimal

Itulah tadi sedikit gambaran mengenai keindahan dan pesona Lolai. Bagi Teman Traveler yang ingin melihat sisi lain Sulawesi Selatan, sangat disarankan mengunjungi Negeri di Atas Awan Toraja.