Nasi Kuning Avon Surabaya, Sarapan Pembawa Berkah Berusia Setengah Abad

Teman Traveler termasuk pecinta nasi kuning? Tahukah kalian bahwa warna kuning kunyit dalam kuliner ini melambangkan kemewahan, kejayaan, serta kemakmuran. Tak ubahnya emas. Nah, jika sedang berada di Surabaya, kalian wajib coba Nasi Kuning Avon, sajian legendaris yang telah eksis hampir setengah abad di Kota Pahlawan.

Hampir Setengah Abad

legendaris_OTa.jpeg
Nasi Kuning Avon (c) Natalia/Travelingyuk

Bertajuk Nasi Kuning Avon Ambon, saya sempat bertanya-tanya mengapa namanya sedemikian unik. Ternyata hal ini berkaitan dengan sejarah berdirinya usaha kuliner milik Ibu Yam ini.

Pada tahun 1972, Ibu Yam sekeluarga sempat tinggal di Ambon. Di sana ia berjualan nasi kuning dengan rasa yang disesuaikan lidah masyarakat sekitar. Namun sekitar tahun 1999-an, ia memutuskan kembali ke Surabaya. Sejak saat itu, Kota Pahlawan punya menu sarapan enak dengan harga pas di kantong. 

warung_tenda_sederhana_4IF.jpeg
Cabang kedua dekat CFD (c) Natalia/Travelingyuk

Nasi Kuning Avon kini sudah memiliki beberapa cabang di Surabaya. Namun kali ini saya memutuskan mampir ke gerai anyar mereka di Jalan Lusy, yang berada tak jauh dari di kawasan Car Free Day. Cocok banget untuk mengisi perut usai jalan santai menikmati suasana Surabaya di akhir pekan.

Kondimen Nasi Kuning

nasi_kuning_S0M.JPG
Nasi kuning legendaris (c) Natalia/Travelingyuk

Bisa bertahan selama hampir setengah abad tentu bukan prestasi sembarangan. Terlebih hingga kini pelanggan warung nasi Avon masih sangat ramai. Hal ini tak terlepas dari kualitas makanan yang disajikan. Nasi kuningnya benar-benar pulen dan wangi. Mencium aromanya saja langsung bikin perut tak sabar minta diisi.

mie_pentil_VeN.JPG
Pelengkap nasi kuning (c) Natalia/Travelingyuk

Tak disajikan sendirian, nasi Kuning pesanan saya hadir lengkap dengan kering tempe serta laksa, mie pentil dengan bumbu rahasia yang rasanya enak banget. Dua kondimen ini cocok sekali dipadukan dengan nasi dan lauk. Potongan tempe keringnya pun terasa sangat renyah. Pokoknya mantap deh. 

Pilihan Lauk 

lauk_ayam_XGJ.JPG
Lauk ayam (c) Natalia/Travelingyuk

Ada beberapa pilihan lauk yang ditawarkan di sini. Selain ayam, Teman Traveler bisa pilih telur atau ikan tongkol. Saya sendiri lebih suka lauk ayam. Disajikan bersama siraman bumbu merah yang begitu menggoda selera. 

lauk_tongkol_kyy.JPG
Lauk tongkol (c) Natalia/Travelingyuk

Buat Teman Traveler yang membawa anak kecil, tak perlu bingung. Kalian tinggal sampaikan ke penjualnya agar tak perlu disiram bumbu merah sehingga rasanya tidak pedas. Jangan sungkan, semua pegawai di sini ramah-ramah kok.

Makan di Tempat atau Bungkus

nasi_kuning_avon_4we.jpeg
Nasi kuning makan di tempat (c) Natalia/Travelingyuk

Nasi kuning memang menu sempurna untuk sarapan. Terlebih dengan filosofi makanan pembawa berkah yang mengiringinya, menyantap makanan satu ini bikin suasana hati jadi senang dan bersemangat untuk memulai hari.

Seporsi nasi kuning lauk ayam yang saya pesan dibanderol Rp16.000 saja. Cukup murah kan? Saya juga sempat menambah keripik usus seharga Rp3.000 per bungkus. Rampung makan, pagi saya langsung terasa indah.

Nasi Kuning Avon siap melayani pelanggan mulai pukul 06.00 hingga 13.00. Namun demikian, mereka biasanya sudah tutup sekitar pukul 11.00 karena semua dagangan ludes terjual. Jadi pastikan Teman Traveler tak datang terlalu siang agar tidak kehabisan. Oh ya, selain makan di tempat kalian juga bisa bungkus untuk dibawa pulang kok.

bisa_bungkus_PXx.JPG
Bisa dibungkus (c) Natalia/Travelingyuk

Jika biasanya untuk menyantap nasi kuning harus menunggu ada perayaan atau selametan, di Nasi Kuning Avon kalian bisa puas menyantapnya kapan saja. Kenikmatannya bakal siap mencerahkan pagi Teman Traveler. Jangan lupa mencicipi jika sedang keliling wisata Surabaya ya.

Tags
kontributor kuliner surabaya nasi kuning avon Surabaya Travelingyuk
Share