Museum Sonobudoyo, Melihat Kepingan Jejak Sejarah Jogja

Jogja sudah lama dikenal sebagai kota yang kaya akan warisan tradisi dan budaya. Hal inilah yang jadi salah satu magnet bagi wisatawan untuk mampir ke Kota Gudeg. Jika Teman Traveler juga punya minat besar terhadap tradisi lawas di Jogja, cobalah mampir ke Museum Sonobudoyo.

Museum yang berada tak jauh dari kawasan Malioboro ini menyimpan banyak koleksi seputar tradisi lokal Jogja, yang sebagian besar masih lestari hingga kini. Apa saja? Yuk, simak serunya pengalaman saya jalan-jalan di Museum Sonobudoyo berikut ini.

Sekilas Tentang Sonobudoyo

dscf4756_H2Y.jpg
Ruang koleksi (c) Nurlaili S/Travelingyuk

Museum Sonobudoyo tak hanya menyimpan beragam koleksi terkait sejarah dan kebudayaan masyarakat Jawa, namun juga Bali dan Lombok. Banyak yang mengatakan koleksi di sini paling lengkap se-Indonesia, setelah Museum Nasional Jakarta.

Bangunan Sonobudoyo dibagi menjadi dua. Sonobudoyo Unit I ada di Jalan Trikora Nomor 6, sementara Unit II-nya beralamat di Ndalem Condrokiranan, sebelah timur Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta. Sangat mudah dijangkau dari seluruh sisi kota.

Ruang Pendopo yang Unik

dscf4746_G7l.jpg
Bagian luar pendopo (c) Nurlaili S/Travelingyuk

Dalam filosofi Jawa, pendopo merupakan bangunan berbentuk limas dengan atap tumpang sari bertingkat dua. Fungsinya untuk menerima tamu. Pendopo di Museum Sonobudoyo sendiri dihiasi dua meriam yang masing-masing ditempatkan di sisi timur dan barat. Terdapat pula beragam arca dan relief, beberapa di antaranya menggambarkan Dewi Laksmi, Mahakala, dan Makara.

dscf4843_WNs.jpg
Gamelan di dalam pendopo (c) Nurlaili S/Travelingyuk

Masuk ke ruangan pendopo, Teman Traveler bakal disambut koleksi gamelan bersejarah. Beberapa di antaranya memiliki nama khusus. Sebut saja Slendro-Pelog, Kyai-Nyai Riris Manis Yasan, dan Sri Sultan Hamengku Buwono VI.

Filosofi Ruang Pengenalan

Museum Sonobudoyo Jogja
Salah satu sudut ruang pengenalan (c) Nurlaili S/Travelingyuk

Setelah melewati pendopo, Teman Traveler masuk ruangan pengenalan. Di ruangan berukuran 62,5 meter persegi ini kalian bakal melihat relief Candrasengkala. Selain itu masih ada koleksi pasren atau krobongan yang terdiri dari tempat tidur, bantal, guling, kasur, kelambu, sepasang lampu robyong, sepasang lampu jlupak, dan sepasang patung Loro Blonyo.

Khusus untuk Patung Loro Blonyo, kehadirannya merupakan simbol kisah Dewi Sri dan Raden Sadono dalam kepercayaan Jawa. Jangan sampai melewatkan ruangan ini jika sedang berkunjung ke museum.

Warisan Masa Lampau di Ruang Pra-Sejarah

Museum Sonobudoyo Jogja
Koleksi di ruang prasejarah (c) Nurlaili S/Travelingyuk

Masuk sisi kanan ruang pengenalan, Teman Traveler sampai di Ruang Prasejarah. Bagian ini menyajikan koleksi benda peninggalan masa lampau yang menggambarkan cara hidup manusia pada masa sebelum mengenal tulisan.

Beberapa aktivitas yang biasa dilakukan oleh orang saat era sebelum mengenal tulisan adalah berburu, mengumpulkan, serta meramu bahan makanan. Pada tingkat selanjutnya manusia mulai bercocok tanam secara sederhana dan melakukan beragam upacara yang berhubungan dengan roh, nenek moyang, penguburan, serta permohonan kesuburan.

Uniknya Koleksi di Ruang Klasik

dscf4819_txm.jpg
Al-Quran tertua (c) Nurlaili S/Travelingyuk

Rampung melihat aneka koleksi prasejarah, Teman Traveler bakal dibawa ke Ruang Klasik dan Peninggalan Islam. Di sini kalian akan melihat bermacam koleksi bernuansa religi, mulai dari Al-Quran tertua, naskah naskah lawas, serta koleksi boning sebagai simbol penyebaran agama Islam pada zaman dahulu.

Pameran Batik yang Memikat

dscf4813_P5q.jpg
Ruang Batik (c) Nurlaili S/Travelingyuk

Selain memamerkan beberapa koleksi batik, ruang ini juga menunjukkan betapa rumitnya proses membatik. Mulai dari pengerjaan pola hingga kain jadi. Teman Traveler juga bisa melihat sejumlah contoh pakaian khas adat Jawa yang biasa dipakai saat upacara pernikahan.

Koleksi Wayang dan Topeng

Museum Sonobudoyo Jogja
Ruangan penuh wayang kulit (c) Nurlaili S/Travelingyuk

Masuk lebih dalam ke Museum Sonobudoyo Jogja, terdapat koleksi wayang dalam satu ruangan khusus. Di sini Teman Traveler akan dibuat berdecak kagum melihat beragam jenis wayang dari berbagai daerah. Mulai dari yang berbahan kulit sapi, hingga replika wayang orang. Tepat di sebelah Ruangan Wayang, terdapat area khusus tempat koleksi topeng kayu disimpan.

Ruang Jawa Bali

Museum Sonobudoyo Jogja
Candi Bentar (c) Nurlaili S/Travelingyuk

Menuju ruangan selanjutnya Teman Traveler akan sampai di area Jawa yang berisi aneka koleksi seni seperti kursi ukir Jepara dan sekat kayu rumah joglo. Begitu menapaki ruangan terakhir, kalian bakal disuguhi aneka koleksi patung dan kerajinan khas Bali serta Lombok. Di bagian luar ruangan ini terdapat gapura dan replika rumah panggung khas Pulau Dewata.

Tiket Masuk dan Jam Buka

Tidak butuh budget banyak untuk mampir ke Museum Sonobudoyo. Pengunjung dewasa cukup membayar tiket Rp3 ribuan, sementara anak-anak Rp2.500. Harganya bakal lebih murah Rp500 jika datang bersama rombongan. Sementara untuk turis asing bakal ditarik biaya masuk Rp5 ribuan. Asyiknya lagi, tiket ini berlaku untuk akses masuk ke Museum Sonobudoyo Unit I maupun II.

Teman Traveler bisa mampir setiap hari kecuali Senin, namun patut catat jam bukanya. Antara Selasa dan Kamis, mereka siap menyambut wisatawan antara pukul 18.00 hingga 15.30. Khusus Jumat, museum buka mulai pukul 08.00 hingga 14.00. Sementara untuk Sabtu dan Minggu, tempat ini bisa kalian sambangi mulai pukul 08.00 hingga 15.30. Oh ya, mereka juga tutup saat Hari Libur Nasional.

Akses Menuju Museum

Museum Sonobudoyo terletak di tengah kota. Dapat dengan mudah diakses dari segala arah. Teman Traveler bisa manfaatkan semua jenis transportasi untuk mampir ke sini, mulai dari kendaraan pribadi, bus Trans Jogja, bus kota, taksi, becak, andong, hingga sepeda. Jalan kaki dari Malioboro juga bisa, jaraknya tidak terlalu jauh, kok.

Itulah sedikit pengalaman saya jalan-jalan di Museum Sonobudoyo Jogja. Buat Teman Traveler yang tertarik untuk mempelajari lebih dalam soal budaya lokal saat liburan di Jogja, jangan lewatkan kesempatan untuk mampir ke tempat ini ya.

Tags
Indonesia Jogja Jogjakarta kontributor Wisata wisata jogja
Share