Ngabuburit di Museum Ne’gandeng, Jejak Tradisi Kematian Suku Toraja

Selain memiliki panorama alam luar biasa, kawasan Toraja di Sulawesi Selatan juga dikenal dengan kekayaan warisan budayanya. Salah satunya bisa Teman Traveler saksikan di Museum Ne’Gandeng. Destinasi ini merupakan salah satu jejak tradisi kematian di Toraja.

Selain bentuk bangunannya yang indah, di Museum Ne’Gandeng kalian juga bisa mempelajari budaya Toraja lebih dekat. Yuk, kita simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Jejak Tradisi Kematian

Upacara kematian di dalam Ne’gandeng (c) Vinchent Pata/Travelingyuk

Museum Ne’gandeng merupakan objek wisata yang berada di Desa Malakiri, Kecamatan Balusu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Teman Traveler bisa berangkat dari kota terdekat, yaitu Rantepao. Jaraknya sekitar 10 kilometer dan bisa ditempuh dalam satu jam perjalanan.

Ne’gandeng konon dibangun sebagai bagian dari ritual upacara kematian atau sering disebut dengan istilah rambu solo. Tradisi ini merupakan salah satu bentuk penghargaan terakhir terhadap para leluhur atau orang tua yang sudah meninggal.

Hadirkan Panorama Mempesona

Museum Ne’gandeng dari kejauhan (c) Vinchent Pata/Travelingyuk

Ne’gandeng disebut sebagai museum lantaran tempat ini merupakan peninggalan nenek moyang yang sudah berusia puluhan tahun. Meskipun usianya sudah cukup lama, bangunan ini tetap berdiri kokoh hingga sekarang. Arsitekturnya terlihat luar biasa indah jika dilihat dari kejauhan.

Di sekitarnya, Teman Traveler bisa melihat hamparan sawah hijau. Hal ini sekaligus menjadi pertanda bahwa masyarakat sekitar banyak yang memilih profesi petani sebagai mata pencahariaan utama.

Menginap di Rumah Adat

Deretan rumah adat di dalam kompleks museum (c) Vinchent Pata/Travelingyuk

Begitu masuk ke dalam area Museum Ne’Gandeng, Teman Traveler akan disambut deretan rumah adat khas Toraja yang membentuk formasi melingkar. Hal ini sekaligus menjadi ciri khas kawasan wisata di Desa Malakiri ini.

Rumah adat dengan formasi melingkar (c) Vinchent Pata/Travelingyuk

Tak hanya sekedar melihat-lihat sekitar dan berfoto-foto, Teman Traveler juga bisa menginap di dalam rumah adat tersebut. Rasakan pengalaman asyik bermalam sebagai masyarakat lokal. Tarifnya sekitar Rp500.000 per malam dan sudah termasuk beberapa fasilitas seperti kamar mandi, sarapan, serta lainnya.

Destinasi Populer di Toraja Utara

Berfoto di antara dua batu di objek wisata Ne’gandeng (c) Vinchent Pata/Travelingyuk

Museum Ne’gandeng adalah salah satu objek wisata yang cukup populer di Toraja Utara. Pengunjungnya tak hanya datang dari daerah sekitar maupun Indonesia, namun juga luar negeri. Tak heran jika wisata Toraja ini kerap terlihat ramai, terutama di musim liburan.

Selain deretan rumah adat dengan formasi lingkaran, di sini Teman Traveler juga bisa melihat semacam gerbang kuno dengan dua buah pilar batu raksasa. Objek ini sering dijadikan tempat berfoto oleh para pengunjung.

Untuk masuk ke kawasan wisata ini, Teman Traveler cukup membayar tiket Rp5.000 (pelajar) atau Rp10.000 (dewasa). Tak hanya tempat rekreasi, lokasi ini juga sering digunakan untuk menggelar beragam event besar. Toraja International Festival salah satunya.

Bagaimana Teman Traveler, menarik bukan? Jalan-jalan ke Tana Toraja rasanya belum lengkap jika tak berkunjung ke sini. Meski lokasinya lumayan jauh dari Makassar, semua akan terbayar dengan indahnya panorama di sekitar Museum Ne’gandeng.

Tags
kontributor Makassar Travelingyuk wisata makassar
Share