Museum Kanker Surabaya, Wisata Edukasi yang Sayang untuk Dilewatkan

Salah satu cara menghilangkan stres adalah meluangkan waktu untuk piknik. Tak harus pergi ke pantai atau naik gunung, Teman Traveler juga bisa mampir ke museum. Di Surabaya, ada tempat wisata edukasi dengan konsep yang unik banget. Namanya Museum Kanker Surabaya yang menjadi salah satu destinasi yang telah dikunjungi Kontributor Travelinguk, Marmur. Apa sih uniknya?

Museum Unik Pertama di Indonesia

Museum Kanker Surabaya (Marmur)
Museum Kanker Surabaya (c) Marmur/Travelingyuk

Museum Kanker Surabaya terletak di Jalan Kayoon nomor 16-18 Surabaya. Teman Traveler akan menemukan wisata satu-satunya di dunia yang mengabadikan berbagai macam jenis kanker. Tempat ini merupakan museum kanker pertama di Indonesia, bahkan bisa dibilang di dunia. Sekilas museum ini mirip bangunan khas Belanda dan tak terlihat kentara sebagai objek wisata. Namun, jika Teman Traveler jeli maka dapat melihat tulisan besar yang dipasang di atas pagar.

Tulisan tersebut menunjukkan nama dan fungsi bangunan. Menurut Ananto Sidohutomo, dokter spesialis sekaligus pengelola dan penggagas museum ini, setiap tahun pasti ada periset atau ahli kanker dari luar negeri datang. Mereka belajar soal kanker atau sekedar menghabiskan waktu duduk di ruang tunggu, di ruangan utama bangunan itu.

Belajar Seru Tanpa Dipungut Biaya

Dokter Ananto melayani pengunjung (marmur)
Dokter Ananto melayani pengunjung (c) Marmur/Travelingyuk

Museum kanker yang bangunannya tidak terlalu besar ini buka setiap hari mulai jam 9 pagi sampai jam 12 malam. Pengunjung bisa datang ke sini kapan saja tanpa dipungut biaya. Teman Traveler hanya perlu mengisi daftar tamu di meja depan. Saat berkunjung ke sini, sebaiknya untuk tidak berisik. Sesuai dengan fungsinya, sebaiknya untuk berisik, karena museum ini juga dipakai sebagai klinik, tempat konsultasi pasien dengan dokter ahli.

Tidak hanya melihat-lihat, pengunjung yang datang juga bisa belajar banyak tentang kanker. Mulai dari mengetahui penyebab, pemicu serta gejala kanker dari semua tampilan potongan sel kanker yang diawetkan. Ada kanker mulut, payudara, kelenjar, paru-paru, kanker serviks dan masih banyak lagi yang lainnya. Menarik kan?

Museum dengan Aneka Koleksi

Sel Kanker (sumber: Marmur)
Sel Kanker (c) Marmur/Travelingyuk

Museum ini menyatu dengan bangunan klinik. Begitu masuk ruang utama, di bagian kiri kanan ada meja dan etalase untuk memajang berbagai koleksi jenis kanker yang berhasil diangkat. Pengunjung juga bisa memanfaatkan dummy payudara untuk melatih deteksi dini menemukan benjolan di payudara masing-masing. Kalau beruntung, akan dipandu melakukan sadari, deteksi kanker payudara sejak dini. Praktek ini juga bisa dilakukan rutin di rumah.

Menurut Dokter Ananto, penyebab kanker tidak hanya karena gaya hidup atau makanan. Setiap manusia berpotensi kanker. Potensinya akan lebih besar kalau suami atau istri atau orang tua mengidap kanker. Sangat informatif, bukan?

Pohon Kanker (Sumber: Marmur)
Pohon Kanker (c) Marmur/Travelingyuk

Di bagian belakang bangunan utama museum, ada sebuah selasar dan dinding dengan berbagai gambar, termasuk pohon kanker. Gambar itu panduan sederhana untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kanker, pencegahan, dan penanganan kanker. Dari gambar ini pula, Teman Traveler juga bisa menggunakan sebagai panduan sosialisasi kanker ke berbagai negara dan di Indonesia.

Ada rencana untuk liburan ke Kota Pahlawan dalam waktu dekat? Museum Kanker Surabaya yang merupakan milik Yayasan Kanker Wisnuwardhana ini bisa jadi rekomendasi. Selain untuk memanjakan mata, juga bisa tempat belajar. Setuju kan?

Tags
Indonesia Jawa Timur Museum Surabaya Surabaya Travelingyuk wisata surabaya
Share