Museum Engine R. Ahmad Imanullah, Deretan Koleksinya Lengkap Tiada Duanya

Layangseta

Layangseta

On Indonesia
Museum Engine R. Ahmad Imanullah Museum Engine R. Ahmad Imanullah

Teman Traveler bosan dengan wisata yang itu-itu saja? Tak ada salahnya menjajal berkunjung ke Museum Engine R. Ahmad Imanullah. Selain menambah wawasan, kalian akan menjumpai koleksi yang tidak bisa dilihat di tempat lain di Indonesia. Semuanya sangat eksklusif dan masih baru.

Pintu masuk museum (c) Layangseta/Travelingyuk

Nama museum ini merupakan wujud penghormatan terhadap R. Ahmad Imanullah, yang gugur di Landasan Udara Adisucipto ketika menjalankan
tugas sebagai instruktur penerbang. Daripada penasaran, mari kita simak apa saja kelebihan museum ini.

Lokasi Mudah Dijangkau

Museum Engine R. Ahmad Imanullah masih berada satu kompleks dengan
Landasan Udara Adisucipto Yogyakarta. Untuk menuju sini Teman Traveler cukup melewati flyover Janti dan belok kiri di pertigaan. Berikutnya, kalian tinggal memasuki kawasan Museum Dirgantara. Lokasi Museum Engine bisa ditemukan di sisi timur bangunan utama.

Tiket Masuk Gratis

Sebelum memasuki kompleks Museum Engine R. Ahmad Imanullah, Teman Traveler akan mendapati sebuah portal. Di sini kalian wajib melapor pada petugas serta meninggalkan kartu identitas, entah KTP atau SIM. Maklum saja, tempat ini merupakan kompleks TNI AU sehingga semua tamu yang masuk harus diawasi ketat.

Namun tenang saja Teman Traveler, kalian tidak akan dipungut biaya gratis. Kalian bisa langsung menuju Museum Engine tanpa harus memasuki Museum Dirgantara. Tidak perlu merogoh kocek sama sekali.

Lain ceritanya jika Teman Traveler ingin masuk ke Museum Dirgantara. Setiap pengunjung wajib membayar tiket masuk Rp5000, plus Rp1000 jika ingin menggunakan smartphone untuk berfoto (per 17 Februari 2019). Sangat terjangkau untuk semua kalangan.

Teman Traveler juga bisa menentukan waktu kunjungan dengan cukup fleksibel di sini. Kompleks museum buka mulai pukul 08.00 hingga 16.00. Namun ketika ditanya soal jam tutup, petugas yang saya temui sempat mengatakan, ‘Sampai kalian pulang.’ Oh ya, museum ini siap menerima pengunjung setiap hari.

Salah satu koleks mesin di dalam museum (c) Layangseta/Travelingyuk

Fasilitas Umum Lengkap

Museum Engine R. Ahmad Imanullah dikelola pemerintah sehingga fasilitas di dalamnya cukup lengkap. Teman Traveler akan mendapati sebuah ruang display luas. Udara di dalam museum juga cukup sejuk karena sudah dilengkapi pendingin udara.

Teman Traveler juga tidak perlu khawatir kelaparan karena di sekitar museum terdapat warung makan. Ada juga penjual suvenir khas Dirgantara bagi yang ingin membawa pulang oleh-oleh. Fasilitas umum lainnya meliputi toilet, mushola, dan lahan parkir luas serta gratis.

Mengingat Museum Engine R. Ahmad Imanullah ini berada satu komplek dengan Museum Dirgantara, Teman Traveler juga bisa meluangkan waktu untuk melihat koleksi selain mesin. Kalian akan dibuat takjub dengan deretan koleksi pesawat, ruang bawah tanah, dan masih banyak lagi.

Koleksi Sangat Eksklusif

Salah satu koleksi mesin pesawat (c) Layangseta/Travelingyuk

Sesuai namanya, Museum Engine R. Ahmad Imanullah berisi koleksi mesin pesawat terbang dan helikopter yang sudah tidak terpakai. Teman Traveler tak bakal menemukan koleksi semacam ini di bengkel mesin atau museum manapun. Sangat pas dikunjungi oleh kalian yang menggemari dunia dirgantara.

Koleksi di Museum Engine dibagi dalam tiga kelompok berdasarkan tipe mesin, yaitu mesin jet, mesin propeler dan mesin rotari. Total museum ini memiliki lebih dari 30 tipe mesin berbeda. Bukan tak mungkin jumlahnya bakal bertambah di masa mendatang.

Teman Traveler bisa melihat mesin dari dekat (c) Layangseta/Travelingyuk

Di sini Teman Traveler bisa melihat dari dekat mesin pesawat populer milik TNI Angkatan Udara, seperti Fokker, Hercules, Bronco, Cessna, dan Casa. Masing-masing dilengkapi informasi rinci mengenai tipe, jumlah silinder, tenaga, volume mesin, dan contoh pesawat yang menggunakannya.

Selama berada di dalam Teman Traveler bebas melihat-lihat semua koleksi yang ada. Berfoto-foto juga tidak dilarang. Namun ingat, kalian tidak boleh memegang mesin. Sentuhan tangan bisa membuat logam mengalami korosi hingga merusaknya secara perlahan.

Tempat Paling Spesial

Mesin Mikulin 3M 300 (c) Layangseta/Travelingyuk

Setelah puas berkeliling, Teman Traveler bisa bersantai di halaman luas di luar museum. Di sini dipajang beragam koleksi pesawat terbang dan helikopter. Mulai dari Hercules, pesawat latih, hingga pesawat tempur bisa kalian lihat dari dekat. Semuanya asli, bukan sekedar replika saja.

Kursi di pinggir halaman juga dapat digunakan untuk bersantai lumayan lama. Hembusan angin sepoi-sepoi dan suasana rindangnya akan membuat pikiran kalian terasa rileks.

Suasana akan terasa lebih spesial karena museum ini masih satu kompleks dengan Landasan Udara Adisucipto. Teman Traveler bakal sering melihat pesawat terbang komersil melintas dari jarak lumayan dekat. 

Bagaimana Teman Traveler, menarik bukan? Lewat Museum Engine R. Ahmad Imanullah kalian bisa mempelajari dunia Dirgantara sesungguhnya. Wawasan mengenai Indonesia tercinta jadi kian bertambah. Jadi, kapan kalian berencana datang ke sini?