Mengapa Bekasi Kerap Dibully? Padahal Ada Hutan Mangrove Seindah Ini

Alfri

Alfri

On Alam

Entah apa yang membuat kota Bekasi pernah menjadi bully-bullyan di media sosial beberapa waktu lalu. Padahal kota ini menyimpan tempat-tempat eksotis yang bahkan warganya sendiri belum banyak yang tahu. Sebut saja Hutan Mangrove Muara Gembong ini, tak menyangka jika Bekasi yang selama ini hanya terkenal sebagai tempat pembuangan sampah warga ibukota Jakarta ternyata memiliki destinasi wisata alam yang indah.

Seperti pernyataan Ucie, founder komunitas pecinta lingkungan bernama Muara Gembongku yang dilansir Travelingyuk dari detik Travel, ia mengatakan bahwa belum banyak warga Bekasi yang tahu bahwa mereka memiliki hutan mangrove yang subur. Ucie tergerak untuk melakukan konservasi hutan bakau yang tadinya rusak akibat digunakan untuk tambak nelayan.

Hutan Mangrove Muara Gembong [image source]
Hutan Mangrove Muara Gembong [image source]
Pada tahun 2010, ia berhasil mendirikan komunitas pecinta lingkungan yang diberi nama Muara Gembongku. Hutan bakau di Muara Gembong sendiri memiliki panjang 17 kilometer dan sebagian besar masih alami sedangkan di beberapa titik mengalami kerusakan. Titik-titik inilah yang menjadi fokus komunitas milik Ucie.

Nama Muara Gembong sendiri sebenarnya adalah kecamatan di Bekasi. Dalam satu wilayahnya terdiri atas enam desa yang meliputi Desa Pantai Bahagia, Pantai Mekar, Pantai Sederhana, Pantai Harapan Jaya, Desa Pantai Bakti, Desa Jaya Sakti. Traveler yang ingin ke hutan mangrove bisa berkendara dari pusat kota selama 2 jam dan menempuh jarak 70 kilometer.

Berkeliling Muara Gembong dengan perahu [image source]
Berkeliling Muara Gembong dengan perahu [image source]
Dengan berkunjung ke hutan mangrove ini, Anda tidak hanya bisa berfoto-foto dan menikmati suasana sekitar saja. Anda sekaligus akan diajak terlibat langsung dalam usaha konservasi lingkungan sekitar. Di sana, Anda akan lupa bahwa sedang berada di Bekasi, suasananya mirip di tengah hutan Kalimantan guys. Tak sedikit wisatawan yang kaget saat datang dan melihat langsung hutan ini.

Nah, komunitas Muara Gembongku juga menawarkan paket tur yang komplit. Anda cukup membayar Rp. 70 ribu per orang, Anda sudah bisa berkeliling kawasan hutan mangrove dengan cara naik sampan plus bakar ikan. Atau jika datang bareng rombongan yang besar bisa menyewa boat yang ada di sana, harga sewanya dikisaran Rp.400 ribu yang bisa muat hingga 40 orang.