Mie Ayam Goreng Mekaton Seyegan, Sajian Legenda di Tengah Desa

Meski terlihat sederhana, hanya mengandalkan lahan sempit dengan tenda
ala pernikahan, kedai Mie Ayam Goreng Mekaton kerap dipadati para pelanggan. Semuanya tampak lahap menyantap sepiring mie berwarna kuning kecoklatan dengan sayur dan potongan daging kecil. Benar-benar bikin penasaran. Yuk, simak ulasannya.

Berada di Wilayah Sleman

mie_ayam_goreng_2_YRw.jpg
Ramainya pengunjung mie ayam goreng Mekaton (c) Gallant Tsany/Travelingyuk

Kuliner satu ini berada lumayan jauh dari pusat kota Jogja. Teman Traveler harus melintasi jalan raya kabupaten untuk menuju sini. Jalurnya juga tidak terlalu luas, hanya cukup untuk dua kendaraan berpapasan. Tak perlu kaget jika selama perjalanan kalian bakal lebih banyak melihat pemandangan berupa deretan sawah.

mie_ayam_goreng_3_gqC.jpg
Asyik menyantap mie goreng (c) Gallant Tsany/Travelingyuk

Ayam Goreng Mekaton Seyegan sendiri masuk dalam wilayah Kec. Seyegan, Sleman. Teman Traveler bisa langsung pacu kendaraan menuju menuju Jl. Magelang, tepatnya ke sisi utara Terminal Jombor. Begitu sampai di pertigaan Monumen Palagan Mlati, belok kiri dan lurus ikuti jalan hingga sampai di Pasar Cebongan.

Setelah itu, Teman Traveler tinggal ikuti petunjuk arah menuju Seyegan. Warung mie ayam bakal kalian temukan tak jauh dari pertigaan. Berada tepat di kanan jalan, sejajar dengan beberapa kios.

Varian Menu

mie_ayam_goreng_Ksk.jpg
Menu dan harga mie ayam (c) Gallant Tsany/Travelingyuk
mie_ayam_goreng_4_b29.jpg
Pelanggan sabar menunggu (c) Gallant Tsany/Travelingyuk

Warung ini hanya menyediakan dua varian menu: Mie Ayam Goreng Kuah dan Mie Ayam Goreng Biasa. Teman Traveler takkan menemukan tambahan komponen seperti pangsit, bakso, atau bagian ayam lainnya. Sangat sederhana, namun kalian dijamin takkan bingung memilih.

Harga, Rasa, dan Porsi

mie_ayam_goreng_5_1X4.jpg
Sepiring mie ayam goreng dan teh hangat (c) Gallant Tsany/Travelingyuk

Teman Traveler juga tak perlu bingung soal urusan harga ketika bersantap di sini. Semua menu dipatok flat Rp10.000 saja. Sementara untuk minuman jenis apapun, kalian cukup membayar Rp3.000. Bagaimana Teman Traveler, benar-benar murah bukan?

Soal rasa dan porsi, semuanya terasa sangat pas. Porsinya cukup, baik untuk ukuran dewasa maupun anak-anak. Begitu selesai dimakan, tidak timbul efek kekenyangan maupun begah. Mienya berukuran sedang dan cukup kenyal.

mie_ayam_goreng_6_Hpd.jpg
Seporsi mie ayam goreng (c) Gallant Tsany/Travelingyuk

Seperti mie goreng pada umumnya, aroma sajian ini sangat kuat. Semua bumbunya meresap kuat. Begitu masuk dalam mulut, mericanya cukup dominan. Mungkin untuk anak kecil akan terasa terlalu kuat. Namun jangan khawatir, Teman Traveler bisa request pada penjual untuk mengurangi takarannya.

Sayangnya potongan ayam yang diberikan berukuran kecil dan tidak terlalu banyak. Padahal sensasi rasa manisnya sangat nikmat lho.

Pertama di Jogja

mie_ayam_goreng_7_c3o.jpg
Mie, ayam, sawi, lengkap dalam satu mangkuk (c) Gallant Tsany/Travelingyuk

Mie Ayam Goreng Mekaton ini bisa dibilang merupakan pionir sekaligus legenda. Banyak yang menyebut bahwa mereka adalah kedai pertama yang suguhkan sajian mie ayam goreng di Jogja. Penjualnya, Pak Wanto, merupakan generasi kedua. Ia konsisten mempraktekkan resep warisan orang tuanya, setelah sebelumnya sempat menimba ilmu di restoran masakan khas Tiongkok.

Tak heran jika mie di sini terasa begitu kenyal. Semuanya benar-benar segar karena adonannya selalu baru. Pak Wanto sendiri bisa membuat adonan hingga enam kali per hari. Luar biasanya, mie buatannya biasa sudah ludes pada pukul 12.00. Padahal ia baru buka pukul 09.00!

Itulah sedikit ulasan mengenai Mie Ayam Goreng Mekaton. Jika Teman Traveler sedang liburan di Jogja dan penasaran ingin mencicipi, langsung saja pacu kendaraan ke Jl. Kebon Agung Somokaton, Somokaton, Sowokaton, Margokaton, Seyegan, Sleman.

Tags
kontributor kuliner Jogja kuliner jogjakarta Travelingyuk
Share