Metode Seduh Kopi Manual, Rasanya Seperti Apa?

Siapa, nih, Teman Traveler yang hobi nogkrong di kafe? Sudah pernah pesan kopi dengan metode seduh manual? Itu loh yang pakai bermacam-macam alat keren. Ternyata masing-masing metode bisa cukup berpengaruh pada rasa sajian kopi, loh. Daripada bingung, mendingan baca ulasan di bawah. Supaya tidak salah pilih terutama buat yang pemula, ya.

V60

V60 via Instagram @kozi.coffee
V60 via Instagram @kozi.coffee

V60 merupakan salah satu alat metode seduh kopi manual yang berasal dari Jepang dan cukup sering dijumpai di coffee shop Indonesia. Bagian bawahnya berbentuk kerucut dan ada guratan spiral di bagian dalamnya. V60 ada yang terbuat dari metal, kaca, dan plastik.

Sebelum memasukkan biji kopi yang telah digiling, kertas filter berbentuk kerucut diletakkan dalam V60. Tujuannya supaya ampas kopi tidak ikut turun. Hasil akhir sajian kopinya cenderung memiliki efek menyegarkan dan punya beragam rasa misalnya jeruk, coklat, maupun kacang-kacangan. Tergantung biji kopi yang digunakan.

Vietnam Drip

Vietnam Drip via Instagram @dw_coffee
Vietnam Drip via Instagram @dw_coffee

Sesuai dengan namanya, metode seduh kopi manual satu ini berasal dari Vietnam. Alatnya cukup sederhana terbuat dari stainless steel. Di bagian dalamnya terdapat lubang-lubang kecil yang berfungsi sebagai filter, jadi tidak perlu pakai kertas seperti V60 maupun chemex.

Kekhasan kopi dengan metode ini adalah penggunaan susu kental manis dan kopi robusta. Sehingga rasa akhirnya biasanya strong tapi smooth alias nyaman di mulut.

Chemex

Chemex via Instagram @handlebar.id
Chemex via Instagram @handlebar.id

Metode seduh kopi manual selanjutnya bernama chemex, yang pertama kali populer di Amerika. Bentuk alatnya mirip jam pasir, dengan detail pegangan kayu di bagian lengkungannya. Tujuannya supaya tangan tidak kepanasan setelah menyeduh kopi.

Sama seperti V60, chemex juga ada kertas filternya. Berbentuk setengah lingkaran yang kemudian dilipat seperti corong. Kopi yang diseduh dengan chemex cenderung memiliki kaya rasa, lebih manis, dan after taste yang clean alias tidak tertinggal rasa aneh di mulut.

French Press

French Press via Instagram @bataputicoffee
French Press via Instagram @bataputicoffee

French Press adalah metode seduh kopi manual yang punya prinsip seperti tubruk. Di dalamnya terdapat gagang yang dilengkapi dengan saringan di bagian bawahnya.

Cara pembuatannya adalah kopi bubuk dan air dimasukkan, setelah sekitar 3 hingga 4 menit dorong gagangnya lalu tuang kopi ke dalam gelas. Jadi Teman Traveler dapat menikmatinya tanpa ampas. Rasanya cenderung full body alias cukup terasa kental.

Syphon

Syphon via Instagram @bataputicoffee
Syphon via Instagram @bataputicoffee

Metode seduh satu ini pakai syphon atau disebut juga vacuum pot ini cukup menarik. Terdiri dari dua tabung, yang cara pembuatan kopinya langsung didihkan dengan kompor gas mini.

Kalau sudah mendidih, api dimatikan kemudian secara otomatis air kopi turun ke bawah. Ampasnya akan tertinggal di tabung bagian atas. Hasil seduhannya cenderung punya rasa yang dominan dan clean.

Aeropress

Aeropress via Instagram @_hirosan
Aeropress via Instagram @_hirosan

Metode seduh kopi manual satu ini disebut aeropress karena memang mengandalkan udara dan tekanan. Terlihat seperti di gambar, bagian atasnya terdapat tutup yang dilengkapi kertas filter berbentuk lingkaran.

Setelah diseduh air, alat tersebut ditutup lalu dibalik dan diletakkan di atas gelas. Barulah sang barista akan mendorong sampai air kopi turun semua. Hasil akhirnya biasanya lebih smooth dan clean.

Setidaknya itulah 6 metode seduh kopi manual yang umumnya ada di coffee shop Indonesia. Tentunya rasa dari setiap seduhan akan tetap dipengaruhi oleh penggunaan biji kopi, ya. Teman Traveler suka pakai cara yang mana?

Tags
Alat Seduh Kopi Indonesia kafe kopi
Share