Tuai Kecaman Setelah Viral Disebut Telantarkan Kargo Jenazah, Begini Penjelasan Maskapai Lion Air

Yuni Astutik

Yuni Astutik

On Akomodasi
Maskapai lion air Maskapai lion air

Pihak maskapai Lion Air membantah telah melakukan penelantaran terhadap kargo jenazah seorang anak, yang terbang dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng ke Hang Nadim, Batam. Maskapai penerbangan bergambar kepala singa tersebut menyampaikan klarifikasinya.

Viral di Facebook

Cerita penumpang, via Instagram/lambe_turah
Cerita penumpang, via Instagram/lambe_turah

Sebelumnya, viral cerita di Facebook mengenai penumpang yang merupakan orantua naik pesawat Lion Air dari Jakarta ke Batam sekaligus menerbangkan jenazah anaknya. Dalam keterangannya, disebutkan biaya penerbangan tersebut sebesar Rp10.500.000. Namun, orangtua dan jenazah anaknya itu tidak tiba bersama di Batam. Sontak saja, unggahan tersebut menuai banyak kecaman dari netizen.

Diangkut dengan Batik Air, via Instagram/lambe_turah
Diangkut dengan Batik Air, via Instagram/lambe_turah

Si pengunggah menyebutkan jika Pihak Lion Air meninggalkan anaknya. Bersamaan dengan ceritanya, ia mengunggah beberapa barang bukti berupa invoice pemberlian tiket. Tak lama berselang, si pengunggah cerita membagikan ceritanya lagi, jika jenazah sudah diterbangkan dengan menggunakan pesawat Batik Air.

Klarifikasi Lion Air

Lion Air, via Instagram/ferastawira
Lion Air, via Instagram/ferastawira

Akhirnya, pihak Maskapai Lion Air memberikan klarifikasi mengenai cerita yang terlanjur viral tersebut. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (14/5/2019), penerbangan Bandara Soetta ke Bandara Hang Nadim.

“Layanan pengangkutan tiga penumpang sebagai pendamping dan satu jenazah sudah dijalankan berdasarkan standar operasional prosedur serta prinsip penerimaan kargo HUM (Human Remains) (jenazah-red),” papar Danang Mandala Prihantoro selaku Corporate Communications Strategic of Lion Air pada Rabu (15/5/2019), seperti yang dilansir dari Detik.com.

Pihaknya menjelaskan jika berdasarkan data reservasi yang dilaporkan, orangtua terbang dengan Maskapai Lion Air nomor JT-378 yang berangkat pukul 13:17 dan mendarat pada 14:33 WIB. Sementara kargo jenazah terbang dengan menggunakan Batik Air penerbangan ID-6862 sekitar pukul 16:45, dan dijadwalkan tiba sekitar 18:10 WIB. Dengan demikian, penerbangan pendamping dan jenazah dengan menggunakan penerbangan berbeda dengan jadwal yang berbeda pula.

Sebelumnya tidak ada pemberitahuan pihak ketiga kepada Lion Air sebagai pengurus mengenai perbedaan reservasi HUM dengan pendamping. Kemudian, pihak Maskapai Lion Air mengetahui terdapat perbedaan nomor penerbangan, namun jenazah sudah tidak dapat dipindahkan ke kargo Lion Air, karena JT-378 telah siap diberangkatkan.

Pihak Maskapai Lion Air sudah memberikan keterangan kepada pihak pendamping atas perbedaan waktu kedatangan di Batam. Dan turut mengungkapkan belasungka sedalam-dalamnya atas kejadian yang terjadi. Wah, bagaimana menurut Teman Traveler?