Masjid 1000 Tiang di Jambi, Wisata Religi nan Bersejarah

Sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai ketuhanan, tempat ibadah di Indonesia sangatlah banyak dan beragam. Masjid merupakan salah satu tempat ibadah umat muslim yang paling mudah untuk ditemui. Namun yang akan Travelingyuk bahas kali ini adalah Masjid 1000 tiang di Jambi. Seperti apa keunikan dari tempat satu ini?

Bekas Istana Sultan

Berdiri di atas tanah istana Sultan
Berdiri di atas tanah istana Sultan via Instagramakmal.luthfi.m

Masjid yang memiliki nama lain Masjid Agung Al-Falah ini berdiri di lahan bekas Istana Tanah Pilih dari Sultan Thaha Syaifudin. Terpilihnya menjadi Sultan di tahun 1858, membuat ia membatalkan semua perjanjian Belanda yang merugikan rakyat Jambi. Hal tersebut membuat Belanda marah dan mengancam untuk menyerang Istana.

Pada akhirnya di tahun 1885 Belanda berhasil menguasai istana tersebut untuk dijadikan pusat pertahanan dan benteng. Sempat dijadikan sebagai asrama tentara Belanda di tahun 1906, di era kemerdekaan pada tahun 1970, tempat ini difungsikan sebagai asrama TNI Jambi. Gagasan untuk dibangun masjid sudah terbesit sejak tahun 1960 dan pembangunannya baru dimulai pada tahun 1971.

Interior yang Megah

Interior yang megah
Interior yang megah via Instagram/chafizanwar

Selain merupakan bangunan bersejarah, masjid 1000 tiang ini juga memiliki interior yang megah. Terdapat sebuah kubah besar yang berada di tengah dengan menara yang menjulang. Bagian kubah dihias dengan ornamen garis simetris, ring besar di bawah kubah dihias dengan lukisan kaligrafi berwarna emas.  Keseluruhan bangunan menggunakan material beton agar kokoh dan bertahan lebih lama. Walaupun memiliki nama 1000 tiang, penyangga di Masjid Agung Al-Falah ini hanya terdapat sebanyak 256. Beberapa dari tiang tersebut terbuat dari tembaga agar memberikan kesan antik dan megah.

Tidak Mengalami Perubahan

Tidak Mengalami Perubahan
Tidak mengalami perubahan via Instagram/rafaaidelcetta

Berdiri di atas lahan seluas 2,7 hektar dengan luas bangunan 6.400 meter persegi, masjid ini mampu menampung sebanyak 10 ribu jamaah sekaligus. Sedari awal bangunan ini tidak memiliki perubahan yang drastis, mereka masih mempertahankan keasliannya. Renovasi yang dilakukan pun hanya terdapat pada penambahan ukiran pada mihrab imam. Mengganti pembungkus tiang juga dilaksanakan di tahun 2008.

Tanpa Pintu

Masjid 1000 tiang tanpa pintu
Masjid 1000 tiang tanpa pintu via Instagram/lisarsaputri

Berbeda dengan masjid kebanyakan di mana Teman Traveler akan menemukan pintu masuk, tidak dengan di sini. Karena mengusung konsep keterbukaan tanpa sekat agar terkesan ramah, maka dari itu tidak ditemukan sebuah pintu. Hal ini bertujuan untuk memudahkan aliran udara yang masuk dan keluar pada masjid, Maka dari itu, hawa di dalam sangat sejuk karena adanya embusan angin. Selain itu, tempat peribadatan ini juga diklaim menjadi menjadi masjid dengan pondasi cakar ayam pertama yang tahan gempa. Pondasi tersebut didesain langsung oleh Prof. Dr. Ir.  Sedijatmo.

Tempat ibadah ini bebas untuk dikunjungi siapa saja dan jika ingin berfoto-foto, harus izin dulu ya kepada pengurus masjid. Kapan nih ada rencana untuk berwisata religi ke Masjid 1000 Tiang di Jambi?

Tags
Indonesia Jambi masjid 1000 tiang Sumatra Wisata wisata di jambi
Share