Asyiknya Nikmati Sore di Mangrove Pancer Cengkrong

Nama Pantai Prigi tentu sudah tidak asing lagi di telinga. Destinasi ini merupakan salah satu primadona wisata Kabupaten Trenggalek sejak dulu. Namun kabupaten yang dua pertiga wilayahnya merupakan pegunungan tersebut, ternyata menyimpan sejumlah objek wisata eksotis lain yang wajib dikunjungi.

Selain wisata pantai dan goa, Trenggalek juga punya kawasan hutan bakau yang tak pernah sepi dikunjungi wisatawan. Tidak jauh dari Pantai Prigi, kalian bisa menyaksikan indahnya Mangrove Pancer Cengkrong.


Mangrove Pancer Cengkrong, 500 meter dari Pantai Prigi (c) Rosita/Travelingyuk

Destinasi indah ini berada di wilayah di Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Lokasinya hanya berjarak sekitar 500 meter dari bibir Pantai Prigi.

Akses Mudah

Menikmati sore di Mangrove Pancer Cengkrong (c) Rosita/Travelingyuk

Kabupaten Trenggalek sendiri berada di selatan Provinsi Jawa Timur, dengan jarak sekitar 196 km dari Surabaya. Akses jalan menuju Mangrove Pancer Cengkrong juga sudah sangat baik. Jika berangkat dari pusat kota Trenggalek maupun Tulungagung, kalian cukup mengikuti petunjuk jalan menuju Pantai Prigi.

Mangrove Pancer Cengkrong hanya terpisah jarak sekitar 3 km dari Pantai
Prigi. Jika kalian sedang berada di Trenggalek dan berencana berwisata ke Goa Lowo, Mangrove Pancer Cengkrong bisa dijadikan destinasi selanjutnya yang juga wajib dikunjungi.

Jembatan sepanjang 900 meter di kawasan mangrove (c) Rosita/Travelingyuk

Untuk menuju kawasan mangrove, kalian akan menempuh jarak sekitar 42 km dari pusat Kabupaten Trenggalek. Pintu masuknya berada tepat di seberang jalan area parkir Pantai Cengkrong.

Wisata edukasi

Pemandangan pegunungan di sekitar hutan mangrove (c) Rosita/Travelingyuk

Mangrove Pancer Cengkrong juga cocok dijadikan sebagai destinasi wisata edukasi, terutama terkait pentingnya keberadan tanaman bakau di kawasan pesisir.

Seperti yang mungkun sudah diketahui banyak orang, keberadaan kawasan hutan bakau sangat vital sebagai penyangga kehidupan kawasan sekitarnya. Barisan mangrove berfungsi sebagai penghalang material yang
terbawa aliran sungai menuju laut. Selain itu juga untuk meredam kekuatan ombak yang menerjang daratan.

Pengelola Mangrove Cengkrong membudidyakan beraneka spesies pohon bakau. Pengunjung bahkan diperbolehkan mengikuti kegiatan penyemaian, pembibitan, hingga penanaman bakau.

Berada di Seberang Pantai

Kawasan hutan mangrove kerap ramai wisatawan di sore hari (c) Rosita/Travelingyuk

Dibangun sebagai objek wisata sejak 2012, kawasan hutan bakau ini posisinya berada tepat di seberang Pantai Cengkrong, Kabupaten Trenggalek. Tentu sangat menarik bukan, usai berkunjung ke pantai dilanjutkan dengan melihat panorama alam hutan bakau yang menawan.

Kawasan Mangrove Pancer Cengkrong yang dikelilingi pegunungan ini, juga memiliki sebuah jembatan membentang di atasnya. Diberi nama Jembatan Galau, jembatan yang punya panjang 900 meter ini juga merupakan spot foto favorit wisatawan.

Para wisatawan bisa menikmati indahnya pemandangan sekitar sembari berjalan di Jembatan Galau. Jadi semua pengunjung di sini hanya boleh berjalan di jalur yang sudah ditetapkan. Setiap 100 meter berjalan, kalian akan menemukan gazebo sederhana untuk berteduh maupun beristirahat.

Batas maksimal wisatawan masuk hutan mangrove adalah 250 orang dan hanya diberi waktu maksimal satu jam. Peraturan ini dibuat demi menjaga keamanan serta menghindari penumpukan pengunjung di jalur jembatan kayu, terutama saat hari libur.

Tags
kontributor Travelingyuk Trenggalek wisata trenggalek
Share