Potret Kota Malang Era Kolonial, Replika Eropa di Jawa Timur

Kota Malang adalah daerah wisata yang dikunjungi banyak pelancong karena satu hal, udaranya yang sejuk. Sejak zaman kolonial, kota ini menjadi idola para pejabat-pejabat Belanda untuk berlibur. Bahkan banyak bangunan kolonial yang berdiri di Malang dan membuatnya menjadi seperti Eropa. Foto-foto Kota Malang di zaman kolonial ini, sedikit banyak membantu menggambarkan bagaimana suasana saat itu. Seperti apa sih gambaran Malang tempo dulu?

1. Jalan Semeru/Perempatan Rajabali

Perempatan Rajabali zaman Kolonial via facebook/Indonesia Tempo Dulu

Jalan Semeru merupakan gerbang masuk menuju pemukiman elite Belanda yang berada di Ijen Boulevard. Dulu, terdapat sebuah gedung kembar yang saling berhadapan di perempatan Rajabali. Posisinya saling berhadapan di sisi utara dan selatan perempatan Rajabali. Saat ini gedung bagian utara menjadi Bank Commonwealth dan pada bagian selatan menjadi Rumah Makan Masakan Padang.

2. Gedung Cor Jesu

Bangunan ini merupakan sekolah katolik yang berdiri sekitar tahun 1900 via facebook/Indonesia Tempo Dulu

Bangunan ini merupakan sekolah Katolik yang berdiri sekitar tahun 1900. Berdirinya gedung sekolah ini juga tak lepas dari peran tiga orang suster Ursulin, yakni Suster Xavier Smets, Suster Aldegonde Flekcen, dan Suster Martha Bierings. Awalnya, mereka menempati biara yang terletak di Jalan Celaket dan memulai karya dengan membuka TK pada 1 Maret 1900.

3. Sekolah Katolik Frateran

Bangunan yang dibangun pada tahun 1926 via facebook/Indonesia Tempo Dulu

Fraterschool atau yang sekarang bernama SMAK Frateran Malang, adalah Sekolah Menengah Atas Katolik yang dibangun sejak zaman Kolonial Belanda. Sekolah ini merupakan pusat pendidikan untuk para calon pastor kala itu. SMAK Frateran Malang dibangun pada tahun 1926 dengan arsitek Hulswit, Fermount & Ed Cuypers dari Jakarta.

4. Gereja Kayu Tangan

Bangunan yang dibangun pada tahun 1905 dengan arsitektur neo gothic via facebook/Indonesia Tempo Dulu

Pada tahun 1905 Gereja Kayu Tangan dibangun di utara Alun-alun Kota Malang. Bangunan ini memiliki gaya arsitektur yang unik, yaitu neo-gothic. Gaya ini diperkenalkan oleh salah seorang arsitek Belanda yang terkenal pada masanya, yaitu Dr PJH Cuypers (1827-1921). Seni bangunan yang ada di Gereja Kayu Tangan menunjukkan ciri khas bangunan abad pertengahan abad ke-19.

Wajah Eropa di Kota Malang bukan sesuatu yang baru. Semenjak zaman kolonial, kota ini menjadi destinasi masyarakat Belanda untuk berlibur atau mendirikan sarana pendidikan. Arsitektur kota dipenuhi dengan bangunan kolonial yang masih tetap terjaga hingga saat ini. Tertarik untuk merasakan Indonesia rasa Eropa di Kota Malang?

Tags
Indonesia Jawa Timur Surabaya Wisata
Share