Lawar Kambing, Cara Baru nan Unik Santap Kuliner ala Bali

Pecinta kuliner tentu sudah tak asing dengan lawar. Yap, sajian khas Bali ini dikenal lezat dan punya rasa unik. Umumnya diracik dengan paduan nangka muda, pepaya muda, pakis, serta klungah atau kelapa muda. Sementara untuk dagingnya biasa menggunakan ayam, bebek, atau babi. Namun tahukah Teman Traveler bahwa lawar kambing ternyata sama enaknya?

Yap, di Bali ternyata ada satu kedai yang menggunakan daging kambing sebagai bahan utama lawar. Padahal daging kambing umumnya diolah menjadi sate maupun gulai. Lantas seperti apa rasa kuliner Bali ini? Yuk, simak ulasan saya berikut ini.

Sentuhan Baru untuk Olahan Legenda

img_20190908_133212_lFh.jpg
Lawar Kambing Mang Raka (c) Suarcani/Travelingyuk

Bicara tentang masakan khas Bali, olahan daging kambing jarang sekali ditemui. Bagi masyarakat lokal, kambing memang lebih sering diolah menjadi sate atau gulai. Namun di Warung Lawar Kambing Mang Raka, Teman Traveler justru akan menemukan fakta berbeda. Hasilnya, lawar kambing kreasi kedai ini justru jadi daya tarik tersendiri yang bikin konsumen penasaran. Termasuk saya.

Saya sendiri bukan pecinta fanatik lawar, apalagi varian yang dicampur darah mentah. Namun khusus untuk lawar kambing satu ini, saya akan
membuat pengecualian. Pada satu siang yang lumayan panas, saya memutuskan meluncur ke warung makan di Kabupaten Gianyar ini.

Berdiri Sejak 2008

img_20190908_132709_mKA.jpg
Sudah hampir sepuluh tahun berdiri (c) Suarcani/Travelingyuk

Warung Lawar Kambing Mang Raka ini berada di wilayah Desa Blahbatuh. Tempat ini buka sejak 2008. Lokasi warung tidak sulit ditemukan. Jika sedang berwisata di sekitar Kemenuh Butterfly Park, Teman Traveler tinggal lurus ke timur hingga temukan Jalan Raya Tojan di sebelah SPBU.

Rumah makan Mang Raka akan kalian temukan sekitar delapan ratus meter ke arah selatan, tepat di kiri jalan. Agar lebih mudah, kalian bisa manfaatkan panduan via aplikasi Google Map.

img_20190908_133240_HeJ.jpg
Suasana di dalam warung (c) Suarcani/Travelingyuk

Warung memiliki dua bangunan utama. Halaman parkirnya luas, cukup untuk sekitar belasan mobil. Suasananya sendiri lumayan nyaman lah, meski agak berdebu dan berangin. Maklum, ketika tulisan ini dibuat Bali sudah lama tidak mendapat hujan.

Lawar dengan Rasa Juara

lawar kambing
Lawarnya benar-benar juara (c) Suarcani/Travelingyuk

Lokasi dan suasana sudah lumayan oke. Lantas bagaimana dengan rasa lawarnya? Begitu pesanan sampai di depan mata, dari segi penampilan saya lihat tidak ada yang spesial. Terdiri dari olahan nangka muda, kelapa, kacang panjang, potongan cabai, dan bawang goreng, sama seperti lawar biasanya. Saking standarnya, saya bisa saja tidak sadar jika daging yang digunakan adalah daging kambing.

Tapi tunggu dulu. Meski tampilannya tampak biasa, rasanya ternyata sangat lezat. Racikan basa genep di sajian ini terasa begitu pas, hingga mampu menyamarkan rasa asli kambing.

Selain itu, sensasi rasanya juga tidak sekeras lawar pada umumnya, sehingga aman untuk kalian yang tidak terbiasa menyantap makanan berbumbu tajam. Namun sepertinya sajian ini kurang cocok untuk anak-anak karena rasanya sedikit pedas.

Gulai dan Satenya Juga Oke

lawar kambing
Gulai-nya cocok di lidah saya (c) Suarcani/Travelingyuk

Selain lawar, Warung Mang Raka juga sajikan sate dan gulai kambing. Untuk sate, pilihannya ada dua, yakni sate bumbu kacang dan sate lilit. Sayangnya, saya tidak kebagian sate yang disebut terakhir karena datang agak siang.

Setelah saya coba, satenya tidak terlalu spesial. Seporsinya terdiri dari paduan daging kambing bakar dan disiram bumbu kacang. Rasanya mirip hidangan sejenis pada umumnya. Dagingnya juga terasa sedikit alot, butuh setidaknya lima kunyahan sebelum bisa ditelan. Saya jadi makin menyesal karena tak kebagian sate lilit, yang konon lebih enak.

Kecewa dengan sate, untungnya gulai di warung ini cocok dengan lidah saya. Menggunakan daging dan lemak sebagai bahan utama, tekstur kambingnya lumayan lembut dan gampang dikunyah. Kuahnya terasa gurih dan khas, meski agak kurang nendang karena disajikan hampir dingin. Namun rasanya tidak terlalu pedas, sehingga cocok jika disantap anak-anak.

Enak dan Murah!

lawar kambing
Paket makan Lawar Kambing (c) Suarcani/Travelingyuk

Untuk menikmati semua sajian di atas, Teman Traveler tidak perlu keluar uang banyak kok. Cukup bermodal Rp55 ribuan, kalian sudah bisa pesan paket makan yang terdiri dari nasi, sate, gulai, dan lawar. Seporsi sate tambahan dibanderol harga Rp20 ribuan, nasi putih Rp5 ribuan, dan teh hangat Rp3 ribuan per gelas. Makan sekeluarga, saya hanya menghabiskan total Rp155 ribuan. Murah bukan?

Porsinya juga cukup banyak, masih mengenyangkan untuk disantap berdua. Teman Traveler tinggal tambah nasi satu porsi nasi lagi. Namun jika ingin lebih irit, bisa juga kok sepiring nasi berdua. Yah, itu bukan ngirit namanya, tapi pelit.

Itulah sedikit pengalaman saya menyantap Lawar Kambing ala Warung Mang Raka. Jika Teman Traveler sedang menjelajah wisata Bali dan ingin rasakan sensasi makan kuliner tradisional dengan sensasi berbeda, tempat ini bisa jadi alternatif. Selamat mencoba!

Tags
Bali Indonesia kontributor kuliner kuliner bali lawar kambing Travelingyuk
Share