Ketika Sebuah Sajian Bernilai Budaya, Ini Dia Kuliner Tradisional Perayaan Maulid Nabi di Indonesia

Kuliner tradisional perayaan Maulid Nabi di Indonesia menjadi bagian dari keseruan perayaan tradisi Muludan di negeri ini. Keberadaannya menjadi budaya yang selalu ada. Masing-masing kuliner tradisional tersebut memiliki nilai-nilai luhur tentang rasa syukur dan hubungan antara sesama manusia, serta dengan Tuhan. Penasaran apa saja kuliner yang biasa hadir dalam setiap perayaan istimewa ini? Berikut ulasannya.

1. Kolombengi dan Wapili, Gorontalo

Kolombengi dan Wapili Diarak dalam Perayaan Maulid Nabi di Gorontalo via Instagram/ jelajah_gorontalo

Kolombengi dan Wapili merupakan penganan yang takpernah absen dalam setiap perayaan Maulid Nabi Saw di Gorontalo. Pada setiap perayaan, dua jenis kue ini menjadi hiasan pada tolangga yang terbuat dari kayu atau rotan dan berbentuk menara atau perahu.

Kolombengi Khas Gorontalo yang Ada dalam Perayaan Maulid Nabi di Gorontalo via Instagram/ lisna_malango

Gunungan Kolombengi dan Wapili ini kemudian dibagikan pada warga yang sejak semalam suntuk membaca riwayat Nabi Muhammad Saw. Jika tidak habis, kue akan kembali dibagikan pada masyarakat yang ramai-ramai menghadiri perayaan. Tradisi ini sudah diwarisi sejak Islam masuk ke kawasan Gorontalo dan sekitarnya. Yakni sekitar abad XVI.

2. Bu Kulah dan Kuah Beulangong, Aceh

Bu Kulah, Nasi Dibungkus Daun Pisang Khas Aceh via Instagram/ wikanwis

Sebagai Bumi Serambi Mekkah, Aceh juga turut meramaikan Maulid Nabi Saw setiap tahunnya. Di antara itu, Bu Kulah dan Kuah Beulangong juga tidak pernah absen. Keduanya selalu hadir meramaikan. Bu Kulah merupakan nasi yang dibungkus dengan daun pisang yang sudah lebih dulu digarang di atas api. Sehingga aroma daun yang layu dapat memengaruhi cita rasa dari nasi menjadi lebih lezat.

Kuah Beulangong Dimasak dalam Kuali Besar via Instagram/ dekfath

Sementara itu, Kuah Beulangong merupakan olahan berkuah berbahan dasar daging kambing atau sapi, nangka muda dan pisang kepok yang dipotong kecil-kecil. Bahan tersebut dimasak dengan rempah-rempah. Olahan ini biasa dibuat bergotong-royong untuk acara-acara besar seperti Maulid Nabi, kenduri, upacara adat atau pesta pernikahan. Nah! Pada acara Maulid Nabi, keduanya sering disandingkan. Masing-masing bermakna gotong royong dan saling berbagi. Teman Traveler tertarik dengan keduanya? Bisa berkunjung ke Aceh pada saat-saat peringatan Maulid Nabi seperti sekarang ini.

3. Nasi Suci Ulam Sari, Pacitan

Nasi Suci Ulam Sari, Wajib Ada di Perayaan Maulid Nabi di Pacitan via Instagram/ mas_marno45

Kuliner tradisional perayaan Maulid Nabi di Indonesia selanjutnya adalah Nasi Suci Ulam Sari dari Pacitan. Pada setiap malam 12 Rabiul Awal setiap tahunnya, warga Pacitan biasa menyiapkan satu porsi besar nasi uduk dengan isian berupa sayuran serta ingkung ayam kampung. Nasi Suci Ulam Sari tersebut kemudian dibawa ke masjid-masjid untuk didoakan. Selanjutnya dimakan bersama. Peringatan Maulid Nabi di Pacitan yang khas ini dapat mempererat semangat silaturahmi antartetangga.

4. Ampyang Maulid, Kudus

Festival Ampyang Maulid di Kudus via Instagram/ sinyo.12

Jika selama ini Teman Traveler mengenal ampyang sebagai camilan yang terbuat dari kacang dan gula, Ampyang Maulid berbeda. Ia merupakan gunungan makanan yang berisi nasi kepal yang dibungkus daun jati, lauk, sayuran dan kerupuk ampyang yang merupakan khas Kudus.

Kemeriahan Perayaan Maulid Nabi di Kudus, Ampyang Maulid Jadi Rebutan via Instagram/ kudusislamichannel

Bagian dari tradisi perayaan Maulid Nabi di Kudus ini sudah berlangsung sejak abad ke-16, tepatnya di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kudus. Gunungan tersebut kemudian diarak keliling desa untuk kemudian didoakan oleh para ulama setempat. Tradisi ini sudah dipatenkan oleh Dinas Pariwisata Kudus pada 2004 lalu sebagai warisan budaya dari Loram Kulon Kudus, Jawa Tengah.

5. Nasi Kebuli, Jakarta

Nasi Kebuli Takpernah Absen di Perayaan Maulid Nabi di Kwitang, Jakarta via Instagram/ dapoerngeboeldintje

Di kalangan masyarakat Betawi, kuliner yang tidak boleh absen dalam setiap perayaan Maulid Nabi adalah Nasi Kebuli. Terutama bagi masyarakat Betawi yang masih memiliki garis keturunan Arab. Tradisi ini berlangsung di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat. Nasi Kebuli yang dihidangkan bersama daging kambing kemudian dimakan bersama-sama setelah berziarah. Selanjutnya, acara perayaan Maulid Nabi disambung dengan pagelaran musik gambus.

6. Endog-endogan, Banyuwangi

Festival Endog-endogan, Perayaan Maulid Nabi di Banyuwangi via Instagram/ banyuwangi.skyscrapercity

Kuliner tradisional perayaan Maulid Nabi di Indonesia selanjutnya cukup unik. Namanya adalah Endog-endogan. Masyarakat Banyuwangi, sebagai pemilik tradisi, mengarak telur itik rebus yang sudah dihias sedemikian rupa dengan bunga kertas atau ornamen lainnya.

Telur Hias, Bagian dari Perayaan Maulid Nabi di Banyuwangi via Instagram/ rumah_aish

Endog-endogan yang ditancapkan di batang pisang tersebut diarak bersama ancak atau tempat makan dari pelepah daun pisang yang berisi lauk-pauk. Nantinya, mereka dimakan bersama-sama. Kehadiran Endog-endogan pada setiap perayaan Maulid Nabi di Banyuwangi ini menyimbolkan kerukunan dan kebersamaan. Endog atau telur yang memiliki tiga lapisan melambangkan sebagai Islam, Iman dan Ihsan seseorang; sebuah hubungan antara manusia dengan Tuhan.

7. Nasi Rasul, Lombok

Nasi Rasul Khas Perayaan Maulid Nabi di Lombok via Instagram/ almira_sy

Berkunjung ke Lombok pada saat perayaan Maulid Nabi, Teman Traveler bisa ikut mencicipi Nasi Rasul. Ia juga merupakan bagian dari kuliner tradisional perayaan Maulid Nabi di Indonesia yang masih dilaksanakan sampai kini. Nasi Rasul merupakan olahan beras ketan yang diolah dengan kunyit lalu disajikan bersama parutan kelapa tua.

Seporsi Nasi Rasul Dibagikan pada Peserta Perayaan Muludan yang Hadir via Instagram/ masromdon

Parutan kelapa tersebut sebelumnya diolah lebih dulu dengan campuran bawang merah dan putih. Pada perayaan Maulid Nabi, ia dibagikan bersama aneka jajanan tradisional Lombok lainnya kepada seluruh peserta yang ikut memeringati Maulid Nabi. Kuliner ini adalah bentuk rasa syukur dan gembira atas peristiwa kelahiran Nabi Muhammad Saw.

Kuliner tradisional perayaan Maulid Nabi di Indonesia tidak luput dari nilai-nilai kemanusiaan, seperti gotong royong, kerukunan dan kebersamaan. Ia juga menjadi bagian yang menyimbolkan keutuhan hubungan antara manusia dan Sang Pencipta. Penasaran dengan rasanya? Teman Traveler bisa mengikuti serangkaian acara perayaan Maulid Nabi di berbagai daerah. Kuliner mana saja nih yang pernah Teman Traveler coba?

Tags
Indonesia kuliner kuliner tradisional kuliner tradisional perayaan maulid nabi di indonesia
Share