5 Tempat Kuliner Legendaris di Tasikmalaya, Rasa Masih Terjaga dari Dulu Kala

Desi Puji Lestari

Desi Puji Lestari

On Indonesia

Teman Traveler berencana untuk liburan ke Tasikmalaya? Penasaran dan ingin membuktikan kecantikan dari Tonjong Canyon Cipatujah? Sepulang dari kawasan tersebut, jangan lupa untuk mampir, mengisi perut di tempat kuliner legendaris di Tasikmalaya berikut ini ya! Citarasanya terjaga sejak dulu kala! Bahkan ada yang sudah mulai membuka usaha di zaman penjajahan Belanda lho. Penasaran di mana dan apa yang dijualnya? Uraian di bawah ini akan memberikan jawabannya!

1. Nasi Cikur Penyerutan

Sederhananya Nasi Cikur Kanting 43 yang Melegenda via Instagram
Sederhananya Nasi Cikur Kanting 43 yang Melegenda via Instagram/ dina_damalia

Nasi Cikur Penyerutan milik Ny Iyen, yang berada di pertigaan Jln Panyerutan – Tentara Pelajar, Tasikmalaya sudah mulai buka sejak puluhan tahun lalu. Menggunakan nama Kantin 43, Nasi Cikur buatan Ny Iyen, habis dalam waktu dua jam; dari mulai pukul 06:00 sampai 08:00. Padahal, setiap harinya, sebanyak 12 Kg beras dimasak. Jika akhir minggu, bisa sampai 15 Kg. Pelanggan Nasi Cikur Kantin 43 cukup banyak datang dari kota tetangga, seperti Garut, Pangandaran, Bandung dan Ciamis Banjar.

Nasi Cikur Disajikan dengan Ayam via Instagram
Nasi Cikur Disajikan dengan Ayam via Instagram/ rudolfino_fauzi

Resep enak Nasi Cikur buatan Ny Iyen terletak pada pemilihan cikur atau kencur muda yang bertunas dan umbinya yang masih berwarna putih. Nasi Cikur yang dijual di sini, dilengkapi dengan irisan telur dadar, sambal goreng kentang, tahu goreng, irisan timun dan kerupuk. Jangan lupa, minumnya teh tawar hangat! Nikmat!

2. Bubur Haji Zaenal

Topping Melimpah Bubur H Zaenal via Instagram
Topping Melimpah Bubur H Zaenal via Instagram/ michaelpanjaitan

Penjual bubur ayam di Tasikmalaya, jumlahnya banyak. Tetapi, Bubur Haji Zaenal yang paling terkenal. Terang saja, sebab salah satu tempat kuliner legendaris di Tasikmalaya ini sudah buka sejak 1969. Hitung sudah berapa tahun?! Bubur yang dijual di Jl. R. Ikik Wiradikarta, Tawangsari, Tasikmalaya ini teksturnya agak encer. Saat menambahkan topping atau bahan pelengkap di atas buburnya, H. Zaenal “teu asa-asa” alias tidak tanggung-tanggung banyaknya. Mulai dari suwiran daging ayam kampung, cakwe, daun bawang dan ati ayam. Semangkuk penuh!

3. Soto Ayam Pataruman

Soto Ayam Pataruman yang Segar dan Legendaris via Instagram
Soto Ayam Pataruman yang Segar dan Legendaris via Instagram/ dennyzhang82

Soto, makanan berkuah rempah ini, tersebar di seluruh Indonesia Raya. Semua daerah punya kekhasannya tersendiri. Pun dengan di Tasikmalaya. Salah satu sajian soto yang terkenal di sini dan legendaris adalah Soto Ayam Pataruman yang ada di Jln. Pataruman, Cihideung, Tasikmalaya.

Soto ini mulai buka sejak tahun 1960-an. Saat akan menyantap soto ini, Teman Traveler boleh memilih isiannya. Apakah mau daging paha, dada, ceker, kepala, ati ampela atau kulit. Ayam yang digunakan dalam soto ini merupakan ayam kampung ya, jadi citarasanya memang lebih gurih.

4. Kupat Tahu Mangunreja

Kupat Tahu Mangunreja dengan Kacang yang Ditumbuk via Instagram/ farida.arf
Kupat Tahu Mangunreja dengan Kacang yang Ditumbuk via Instagram/ farida.arf

Tempat kuliner legendaris di Tasikmalaya yang selanjutnya wajib Teman Traveler kunjungi saat ke kota ini adalah Kupat Tahu Mangunreja! Lokasinya ada di Jln. Raya Garut-Tasikmalaya, Mangunreja. Kupat Tahu ini sudah berjualan sejak zaman Belanda. Ketika itu, dijajakan berkeliling dengan cara dipikul. Sekarang, pengelola tempat legendaris ini adalah generasi ketiga.

Di dalam seporsi Kupat Tahu Mangunreja, Teman Traveler akan menemukan potongan kupat dan tahu yang disiram bumbu kacang kental. Kacang yang digunakan sebagai bumbu, dihaluskan dengan cara ditumbuk, bukan diblender atau cara lain yang modern. Memasaknya pun menggunakan kayu bakar, sehingga aromanya juga khas. Dua resep ini lah yang menjadi bekal kupat ini bertahan sampai sekarang.

5. Pecel Oranye

Sejak 1923 via Instagram
Sejak 1923 via Instagram/ hari.wijayanto

Satu lagi tempat kuliner legendaris di Tasikmalaya yang sudah mulai jualan sejak zaman Belanda, tepatnya 1923. Namanya lucu, Pecel Oranye. Tapi dulu, pada masa penjajahan Jepang, nama Oranye sempat diganti menjadi Pecel Asia. Setelah Jepang pergi, namanya kembali digunakan. Menu yang dijual kedai ini adalah pecel.

Rasanya khas, campur-campur antara manis, asam dan asin. Bumbu tersebut kemudian disiram di atas sayuran. Kini, Pecel Oranye bukan hanya menjual pecel, tetapi juga surabi. Teman Traveler wajib mencobanya dengan datang langsung ke Jl. Empang No. 27, Pasar Mambo, Tasikmalaya.

Tempat kuliner legendaris di Tasikmalaya, masih bertahan sampai kini. Rasa tetap terjaga sejak dulu kala. Yakin nggak mau mencoba resep “sepuh” khas Kota Santri ini? Bisa bikin jatuh cinta lho. Nggak percaya? Coba aja!