7 Kuliner Lebaran Jogja, Jangan Cuma Opor Ayam

Tak perlu khawatir mati gaya ketika libur lebaran di Jogja. Selain bisa mengksplor wisatanya, menjelajah aneka tujuan kuliner juga bisa jadi hal menyenangkan. Penasaran? Yuk simak rekomendasi tujuh kuliner Lebaran Jogja berikut ini Teman Traveler.

Soto Bathok Mbah Katro

Soto Bathok terfavorit di Jogja (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Soto termasuk salah kuliner favorit untuk sarapan. Di Jogja ada soto yang hingga kini tak pernah sepi pembeli, yaitu Soto Bathok Mbah Katro. Berada tak jauh dari Candi Sambisari, warungnya beralamat di Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Sleman. 

Area makan di sini cukup luas, Teman Traveler tak perlu khawatir mengajak serta keluarga besar berkunjung. Ada tempat lesehan dan kursi dengan pemandangan sawah di sekelilingnya.

Sotonya sendiri disajikan dengan kuah bening plus potongan daging sapi, nasi, dan tauge dalam bathok kelapa. Seporsinya bisa ditebus bermodal Rp5.000 saja. Agar makin sempurna, jangan lupa pesan tempe garit, sate usus, serta telur puyuhnya. Dijamin nagih dan tak bikin kantong jebol.    

Gudeg Koyor Mas Jede

Nasi Gudeg Koyor ala Mas Jede (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Datang ke Jogja rasanya belum lengkap jika tak menyantap gudeg. Tapi jika ingin sensasi berbeda, Gudeg Koyor Mas Jede bisa jadi pilihan tepat. Tak hanya disajikan dengan krecek dan sayur, gudeg ini pede tampil dengan tambahan lauk menggoda berupa koyor sapi.

Koyor sendiri merupakan urat sapi dengan tekstur menyerupai kikil. Saat dipadukan dengan gudeg, terasa begitu empuk dan lembut. Paduannya benar-benar sempurna, bikin lidah tak berhenti bergoyang. Ada rasa manis, gurih, dan pedas, semua bersatu dalam mulut.

Seporsi gudeg koyor dibanderol Rp22.000. Jika Teman Traveler tertarik, langsung saja meluncur ke Jalan Raya Seturan No.27B, Kledokan, Caturtunggal, Depok, Sleman.    

Ayam Geprek Bu Rum

Ayam Geprek Bu Rum tetap jadi juara (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Sebagai pelopor ayam geprek, tak lengkap rasanya ke Jogja jika tak mencicipi Ayam Geprek ala Bu Rum. Meski kuliner satu ini sudah menjamur di penjuru Kota Pelajar, cita rasa ayam geprek di sini tetap juara.

Ayam gorengnya gurih, begitu pula dengan tepung krispi yang membalutnya. Digeprek dengan cabe sesuai selera, sajian bisa jadi andalan bagi Teman Traveler pecinta kuliner pedas. Harganya pun sangat terjangkau, Rp8.000 per porsi tanpa nasi.

Meski ayam geprek original masih jadi favorit, Bu Rum juga berinovasi dengan menciptakan ayam geprek keju, balado, rendang, dan sambal ijo. Oh ya, kedai ini sudah buka banyak cabang di Jogja. Namun jika ingin mampir ke cabang utamanya, langsung saja datang ke Jalan Wulung Lor, Papringan, Caturtunggal, Depok, Sleman.

Waroeng Spesial Sambal (SS)

Beberapa menu khas Waroeng SS (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Waroeng SS juga patut disambangi para pecinta kuliner pedas. Meski kini sudah punya 91 cabang di seluruh Indonesia, warung satu ini aslinya lahir di Jogjakarta. Teman Traveler tinggal pilih, mau datang ke kedai mereka di Babarsari, Ring Road Utara, Perumnas, Kaliurang, AM Sangaji, Godean, atau lainnya.

Meski menjadikan sambal sebagai menu andalan, Waroeng SS juga menyediakan pilihan lauk dan sayur lengkap. Total ada 33 macam sambal, 33 lauk, dan 17 sayur yang bisa kalian pilih di sini.

Semua sambalknya begitu menggugah selera. Ibaratnya, dimakan dengan nasi putih pun sudah nikmat. Beberapa yang cukup direkomendasikan adalah sambal belut, sambal mangga muda, sambal dabu-dabu kuah, sambal wader, sambal udang pedas, dan sambal gobal-gabul.

Tengkleng Gajah

Tengkleng Gajah original (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Bagi Teman Traveler pecinta daging kambing, bersantap di Tengkleng Gajah wajib hukumnya. Beralamat di Jalan Kaliurang, Bulurejo, Minomartani, Sleman, sajian di sini tidak benar-benar dibuat dari daging gajah. Sebutan tersebut diberikan karena bahan daging kambing yang digunakan berukuran besar.

Selain tengkleng, kedai ini juga sediakan menu sate, tongseng, dan gule. Sementara untuk tengklengnya sendiri ada lima variasi, yaitu tengkleng gajah original, tengkleng gajah ditongseng, tengkleng gajah digoreng, tengkleng gajah sambal goreng, dan tengkleng gajah kuah gule.

Tengkleng gajah original sering jadi favorit pelanggan. Teksturnya kenyal, disajikan dengan kuah asin gurih yang menyegarkan. Per porsinya dibanderol Rp42.000, berlaku untuk semua varian.

Bakmi Pele

Bakmi nyemek ala Pele (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Salah satu kuliner khas Jogja yang sayang dilewatkan adalah Bakmi Jawa. Umumnya dijual menjelang malam hari. Nah, salah satu bakmi legendaris Jogja yang patut Teman Traveler coba adalah Bakmi Pele. Lokasinya ada di Alun-Alun Utara, tepatnya di sisi selatan sebelah timur pojok.

Saking terkenalnya, Bakmi Pele selalu ramai dipadati pelanggan. Teman Traveler harus rela antre panjang jika ingin mencicipi. Setelah pesanan di tangan, kalian bisa bersantap sambil duduk di tenda atau lesehan di sekitar alun-alun sambil nikmati suasana sekitar.

Seporsi Bakmi Pele dibanderol antara Rp22.000 hingga Rp25.000 per porsi. Ada tiga macam bakmi yang bisa dipesan, bakmi godhog (rebus), bakmi goreng, dan bakmi nyemek (kuah sedikit). 

Angkringan Jalan Mangkubumi

Beberapa menu di angkringan petruk (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Sebelum libur lebaran berakhir, Teman Traveler wajib agendakan makan di angkringan. Dari sekian banyak opsi yang ada, Jalan Mangkubumi bisa jadi pilihan. Tempat angkringan favorit ini berada tak jauh dari Tugu Jogja.

Teman Traveler bisa mampir ke Angkringan Petruk yang menyajikan berbagai macam nasi bungkus, lauk, dan minuman. Selain nasi kucing plus sambal teri, kalian juga bisa mencicipi nasi sambal udang, nasi mercon ayam, nasi sambal kerang, nasi oseng tahu telur dadar, hingga nasi kering tempe, di sini.

Lauknya juga beragam, mulai dari gorengan, hingga aneka sate seperti ati ampela, telur puyuh, otak-otak, sosis, dan bakso. Jangan lupa pesan minuman hangat seperti wedan tape ketan atau susu jahe agar suasana malam Jogja terasa makin syahdu.

Bagaimana, sudah terbayang kan hendak menjajal kuliner Lebaran Jogja mana di liburan tahun ini? Jangan lupa ajak teman maupun keluarga Teman Traveler agar suasana makin seru.

Tags
Jogja Jogjakarta kontributor kuliner Jogja kuliner jogjakarta Travelingyuk
Share