Kuliner Khas Jogja Yang Wajib Kamu Coba Saat Traveling di Kota Bakpia

Alfri

Alfri

On Kuliner

Lengkapi travelingmu di Jogja dengan mencicipi aneka kuliner khas kota Bakpia. Banyak yang bilang jika kuliner Jogja didominasi oleh rasa manis, nyatanya setelah berkeliling mencicipi satu per satu makanan khasnya banyak sekali warna rasa makanan yang ditawarkan mulai dari manis, asam, asin hingga pedas semua tersedia.

Liburan tanpa mencoba makanan khas di daerah tersebut rasanya seperti sayur tanpa garam. Apalagi jika tujuan travelingmu adalah Jogja, yang notabene dikenal memiliki banyak sekali kuliner lezat penggugah selera. Tak heran jika kemudian daerah ini mengemban gelar sebagai daerah istimewa. Ke Jogja, lupakan diet! Mari kita berburu aneka kuliner khas yang siap menggoyang lidahmu.

1. Gudeg

Kelaparan saat liburan di Jogja? Jangan pesan neko-neko dulu sebab ada menu wajib yang harus kamu cicipi sebelum makan makanan yang lainnya yaitu gudeg. Lucu sekali jika kamu jalan-jalan di kota ini tapi tidak mencicipi kuliner yang telah menjadi khasnya Jogja selama puluhan tahun. Ibarat kata nih, kamu belum ke Jogja jika belum merasakan yang namanya gudeg.

Gudeg Jogja terbuat dari nangka muda yang dimasak menggunakan kuah santan penuh rempah-rempah, via instagram
Gudeg Jogja terbuat dari nangka muda yang dimasak menggunakan kuah santan penuh rempah-rempah dan dimasak hingga kering, via instagram

Jogja dikenal pula sebagai kota Gudeg. Gudeg sendiri adalah makanan khas yang berbahan baku nangka muda atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan sebutan gori. Gori ini dimasak dengan bumbu santan yang kaya akan rempah-rempah lalu dimasak hingga kering. Umumnya gudeg akan disajikan bersama dengan sambal goreng kulit sapi pedas, telur, tahu, tempe, ayam opor hingga ayam bacem. Kuliner yang satu ini sangat mudah dijumpai di setiap sudut kota Jogja. Namun ada satu tempat yang sudah tersohor sebagai langganan traveler yaitu di daerah Wijilan yang tidak jauh dari kompleks keraton.

2. Manggar Manding

Manggar adalah sebutan bahasa Jawa untuk bunga kelapa yang masih muda. So bisa ditebak jika makanan yang berikutnya ini pastilah berbahan dasar bunga kelapa. Namun cara memasaknya tidak asing sebab menu satu ini adalah turunan dari gudeg. Yap, gudeg memang sangat identik dengan nangka muda sebagai bahan bakunya namun ternyata gudeg ini punya turunan yang disebut dengan manggar manding.

Manggar Manding adalah gudeg yang terbuat dari bunga kelapa, via instagram
Manggar Manding adalah gudeg yang terbuat dari bunga kelapa, via instagram

Banyak orang yang menyebut manggar manding ini dengan sebutan gudeg manggar. Konon gudeg jenis ini telah menjadi makanan favorit sejak zaman kerajaan bahkan kerap dihidangkan sebagai menu istimewa artinya kalau kamu makan manggar manding berarti kamu telah mencicipi makanan istimewa kerajaan. Kata warga setempat gudeg manggar ini memiliki khasiat dapat memancarakan kecantikan penikmatnya. Jadi zaman dahulu para puteri raja sangat suka dengan makanan ini. Gudeg manggar biasanya dapat dijumpai di berbagai warung makan yang menjual gudeg, atau jika kesulitan mencari kamu bisa pergi ke alamat Jalan Parangtritis Km 11,5, Manding, Bantul, Yogyakarta.

3. Angkringan

Angkringan bukanlah nama suatu makanan namun ini adalah sebuah jenis warung makan yang menggunakan gerobak sebagai lapaknya. Angkringan ini banyak dijumpai di Jogja dan Klaten yang memang dikenal sebagai daerah asalnya. Umumnya menu yang dijual di tempat ini cukup beragam mulai dari nasi kucing, tahu dan tempat bacem, aneka minuman seperti teh, kopi dan jahe.

Angkringan tempat kuliner khas dari Jogja, via instagram
Angkringan tempat kuliner khas dari Jogja, via instagram

Angkringan yang menjadi andalan traveler saat berkunjung ke Jogja adalah Angkringan Lik Man yang katanya telah ada sejak tahun 1969 dan menjadi yang pertama ada di kota Pelajar itu. Angkringan ini bisa kamu jumpai di kawasan Stasiun Tugu dan buka hingga tengah malam. Menu favorit pembeli adalah kopi joss, yaitu minuman kopi yang diberi bara arang sehingga menghasilkan rasa yang khas.

4. Sate Klathak

Kita tahu sate dan semua pasti setuju jika makanan ini memang khasnya Madura. Tapi daerah lain juga memiliki cara khas tersendiri untuk memasak dan menyajikan sate, seperti di Jogja misalnya. Di sana traveler akan diperkenalkan dengan sate klathak. Sate ini sama dengan sate lainnya yang menggunakan daging kambing atau ayam sebagai bahan dasarnya.

Sate Klathak, tusuk satenya dari jeruji besi, via instagram
Sate Klathak, tusuk satenya dari jeruji besi, via instagram

Yang membedakan sate klathak dengan sate-sate lainnya adalah cara memasak dan bumbunya. Sate umumnya ditusuk menggunakan tusuk sate yang berasal dari bambu atau pelepah daun kelapa. Tapi sate yang satu ini penyajiannya menggunakan jeruji besi. Dengan demikian daging yang dibakar akan matang secara menyeluruh hingga ke dalam daging sebab besi dikenal sebagai penghantar panas yang baik. Bumbunya pun bukan bumbu kecap melainkan hanya garam dan sedikit ketumbar. Sate Klathak bisa kamu cicipi dengan datang ke rumah makan Sate Klathak Pak Pong di Jalan Imogiri Timur, Bantul, Yogyakarta.

5. Oseng Mercon

Ada yang bilang bahwa kuliner Jogja itu banyak rasa manisnya dan kurang cocok dengan lidah traveler yang berasal dari Jawa Timur. Anggapan itu dimentahkan dengan hadirnya makanan khas bernama oseng mercon. Sang kreator┬ámakanan khas yang bernama Bu Narti ini bukan tanpa sebab memberi nama masakannya oseng mercon. Mercon, jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah petasan, sama dengan rasa makanan yang disajikan dimana rasa pedasnya siap “meledakkan” mulut para pembeli.

Oseng Mercon dengan rasa sper pedas, via instagram
Oseng Mercon dengan rasa sper pedas, via instagram

Oseng-oseng mercon telah menjadi makanan khas Jogja sejak tahun 1998. Oseng mercon ini merupakan semacam tumisan kikil, kulit, gajih dan tulang muda yang dimasak dengan cabe yang sangat banyak. Sekali makan dijamin kamu tidak akan bisa menikmatinya pelan-pelan. Semua makan dengan cepat, pertama karena penyajiannya dengan nasi putih panas membuat rasa pedas kian menggigit. Kedua, nyaris mustahil menikmati makanan pedas dengan pelan-pelan. Langsung saja rasakan sendiri pedasnya oseng mercon di alamat Jl. KH Ahmad Dahlan, Gang Purwodiningratan, Yogyakarta.

6. Sayur Brongkos

Ingin merasakan makanan favorit Sri Sultan Hamengkubuwono X? Nah ini saatnya kamu mencicipi makanan khas yang bernama sayur brongkos. Kuliner khas Jogja ini konon adalah warisan leluhur yang hingga kini masih terjaga. Bisa dibayangkan dong jika ini adalah menu istimewa kerajaan zaman dahulu.

Sayur Brongkos kesukaan Sultan, via instagram
Sayur Brongkos kesukaan Sultan Hamengkubuwono X, via instagram

Sayur brongkos terbuat dari tahu, tempe, dan kacang tolo yang dipadukan dengan kuah santan kental dan kaldu daging segar. Karena menggunakan bumbu keluwak maka kuah santannya berwarna hitam. Menilik rasanya cukup manis, gurih dan pedas jadi satu sehingga menjadi kombinasi rasa yang lezat. Warung makan yang menjual sayur brongkos di Jogja adalah Brongkos Bu Padmo di di Tempel, Sleman, di bawah jembatan Krasak dan brongkos dari RM Handayani di dekat alun-alun selatan.

7. Mangut Lele

Telah menjadi makanan khas Mataraman yaitu kawasan keraton Jogja dan Solo hingga Semarang dan Kendal, mangut lele adalah menu terakhir yang wajib kamu coba saat berada di Jogja. Bahan dasarnya adalah ikan lele yang ditusuk pelepah daun kelapa lalu dibakar di atas tungku menggunakan kayu bakar.

Mangut Lele, via instagram
Mangut Lele, via instagram

Setelah matang barulah lele ini dimasak lagi dalam kuah santan yang pedas serta penuh dengan aneka bumbu rempah. Rasanya sangat kaya ada gurih, asam dan pedas. Beberapa warung makan di kota Jogja juga menyediakan menu satu ini namun Mangut Lele Mbah Marto, di Dusun Nengahan, Ngiring-Ngiring, Panggungharjo, Sewon, Bantul adalah rumah makan yang paling terkenal dengan mangut lelenya yang sedap.

Itu tadi makanan khas dari Jogja yang lezat dan wajib kamu cicipi saat liburan disana. Warga Jogja yang punya menu khas lainnya dan belum dituliskan oleh Travelingyuk bisa menambahkannya di kolom komentar.