Mengenal Kue Asli Indonesia, Kenyal Manis Khas Nusantara

Kue asli Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata lho Teman Traveler. Tak sekedar sajian, kehadirannya juga menjadi bagian dari budaya daerah. Soal rasa, tak perlu ditanya. Banyak jajanan asli Nusantara yang hadir dengan tekstur kenyal dan manis nikmat. Apa saja? Yuk, simak beberapa rekomendasinya berikut ini.

Timphan

22582520_272709149916350_4074145211788296192_n_Uq1.jpg
Timphan via Instagram.com/afhanim

Kue tradisional asal Aceh ini terbuat dari campuran tepung ketan dan pisang atau labu kuning. Isiannya terbuat dari srikaya atau parutan kelapa.

Di Aceh, kue ini sering dijumpai saat Hari Raya umat Islam, serta dijual di warung-warung kopi.

Bentuknya sepintas memang kurang menawan, namun rasanya manis-manis nikmat. Ditambah lagi dengan tekstur kenyalnya yang bikin ketagihan. Kue satu ini memang benar-benar juara!

Batun Bedil

52964922_414878275971371_7145517821428745223_n_RqY.jpg
Batun Bedhil via Instagram.com/bebektimbungan

Panganan dari Bali ini memiliki tekstur kenyal dengan cita rasa paduan manis dan gurih. Teksturnya yang unik dihasilkan dari adonan tepung beras, tepung ketan, tepung kanji, dan air.

Bentuknya biasa bulat menyerupai peluru atau bisa dimodifikasi dalam bentuk lain. Sensasi manisnya berasal dari gula merah, sementara gurihnya didapat dari santan kelapa.

Batun bedil hampir mirip dengan bubur candil Jawa. Teman Traveler bisa menjumpainya di pasar tradisional atau warung yang menjual makanan khas Bali. Warga Bali sering menjadikannya sebagai makanan penutup atau penganan ringan untuk teman minum kopi.

Kue Yet-Yet

62654462_323879445181357_2736013397810052455_n_dZT.jpg
Kue Yet via Instagram.com/gia_monica

Jajanan asli Bangka ini mirip ongol-ongol atau kue talam. Namun demikian, rasanya lebih gurih dan punya tekstur lembut. Bahan utamanya menggunakan campuran tepung terigu, tepung sagu, gula, garam, dan air. Semuanya lantas dicampur menjadi adonan, sebelum kemudian dicetak dan dikukus. Untuk menambah sensasi gurih, setelah matang kue akan ditaburi parutan kelapa segar.

Yet-yet yang biasa dijual menggunakan isian gula merah dengan permukaannya berwarna coklat. Biasanya ditawarkan dengan harga Rp1.000 per potong

Meski terlihat mungil, kue ini cukup mengenyangkan lho. Pada hari biasa, Teman Traveler bisa temukan kue ini dijual pagi hari. Namun memasuki Ramadan, banyak yang biasa menawarkannya sebagai takjil di sore hari.

Kue Lumpang

54511347_384222448840930_1805617716329670221_n_KIZ.jpg
Kue Lumpang via instagram.com/cynthiahali

Salah satu kue tradisional asal Sumatera Selatan ini cukup populer di Palembang. Namanya cukup unik, terinspirasi dari bentuknya yang menyerupai lumpang, wadah untuk menumbuk bumbu halus, padi, maupun biji-bijian.

Kue Lumpang menawarkan sensasi rasa manis dan gurih, dengan tesktur kenyal yang khas. Adonannya terbuat dari campuran tepung beras, tepung kanji, santan, gula, dan garam.

Untuk mendapatkan corak hijau, biasanya ditambahkan daun pandan atau suji. Sementara jika ingin kue berwarna coklat, bahan yang harus ditambahkan adalah gula merah.

Setelah semua bahan dicampur, adonan kue bakal dimasukkan dalam cetakan beroles minyak dan kemudian dikukus. Kue ini umumnya disajikan bersama parutan kelapa sehingga membuat rasanya cukup gurih.

Itulah sedikit ulasan mengenai beberapa kue asli Indonesia dengan tekstur kenyal dan rasa gurih. Bagaimana Teman Traveler, adakah yang menarik minat kalian untuk mencoba? 

Tags
kontributor kuliner malang Malang Travelingyuk
Share