Kripik Tempe Trenggalek, Nikmatnya Sebuah Kesederhanaan

Teman Traveler, kripik tempe Trenggalek merupakan jajanan khas nan sederhana. Pembuatannya juga tak neko-neko, tempe dipotong tipis, dicelup tepung, sebelum kemudian digoreng. Namun jangan salah, jajanan satu ini tawarkan cita rasa kenikmatan yang luar biasa.

Ada di Mana-mana

Sederhana, tapi nikmat luar biasa (c) Akbar Dedy/Travelingyuk

Teman Traveler tak perlu penasaran, apalagi sampai galau tak karuan. Kripik tempe Trenggalek kini sudah menyebar hingga seluruh
Nusantara. Kalian tak perlu datang langsung ke sini untuk mengobati penasaran. Cukup sambangi gerai pusat jajanan oleh-oleh. Kalau tidak ketemu, berarti kalian belum serius mencarinya hehe.

Yap, Teman Traveler, mengulas kenikmatan jajanan tradisional satu ini takkan ada habisnya. Sebab kelezatannya sulit digambarkan dengan kata-kata. Kalian harus mencobanya langsung, apalagi harganya sangat masuk akal. Bagi kantong pelajar sekalipun.

Pusatnya ada di Desa Melasan

Kripik tempe siap kemas (c) Akbar Dedy/Travelingyuk

Desa Melasan di Kecamatan Durenan merupakan salah satu pusat penghasil Kripik Tempe Trenggalek. Di sini Teman Traveler akan menemukan sederet rumah kecil dengan banyak karyawan. Mereka sibuk mempersiapkan pesanan kripik.

Prosesnya cukup banyak Teman Traveler, mulai dari penggorengan, pengepakan, hingga fermentasi. Semuanya dilakukan secara manual. Ya, meski kripik tempe Trenggalek sudah tersohor hingga penjuru Nusantara, jajanan ini ternyata masih dibuat kecil-kecilan dalam skala home industry.

Dibuat dengan Unsur Alami

Siap digoreng (c) Akbar Dedy/Travelingyuk

Teman Traveler tak perlu khawatir menikmati jajanan satu ini karena prosesnya sangat alami. Cita rasa khas pedesaan terasa dalam tiap gigitannya. Bisa disantap tanpa risau karena tak mengandung bahan kimia berbahaya.

Sebelum masuk tahap penggorengan, peragian akan berlangsung selama lima hari. Kedelai biasa disulap menjadi tempe, sebelum kemudian dipotong tipis-tipis. Berikutnya dimasukkan adonan tepung plus bumbu dan diproses dalam tungku penggorengan yang gunakan kayu bakar pilihan.

Penggorengan dilakukan paling lama 30 menit, hingga kripik mulai menguning. Begitu minyak ditiriskan, jajanan ini sudah siap dikonsumsi. Dengan wadah penyimpanan yang tepat, makanan ringan khas Trenggalek ini bisa bertahan hingga berbulan-bulan lamanya.

Nikmat, Murah Meriah

Kripik tempe siap kirim (c) Akbar Dedy/Travelingyuk

Gurihnya kripik tempe Trenggalek terasa begitu khas. Paduan resep rahasia tepung dan bumbunya sangat sempurna. Asyiknya lagi, kenikmatan ini bisa Teman Traveler dengan harga cukup murah.

Sebungkus besar kripik dengan isi 50 biji bisa Teman Traveler dapatkan dengan bermodal Rp30.000 saja. Tak heran jika jajanan nikmat nan terjangkau ini selalu dinanti para penggemar setianya.

Masih merasa terlalu mahal? Jangan khawatir Teman Traveler. Bagi kalian yang ber-budget pas-pasan, kemasan berisi 40 biji kripik produksi Desa Malasan bisa didapatkan seharga Rp25 ribu saja. Bagaimana, sangat terjangkau bukan?

Itulah sekilas ulasan mengenai proses pembuatan dan nikmatnya Kripik Tempe Trenggalek. Meski sederhana, rasanya benar-benar bikin lidah tak berhenti mengunyah. Tertarik mencoba? Pastikan mencarinya saat menikmati wisata di Trenggalek, ya.

Tags
kontributor kuliner trenggalek Travelingyuk Trenggalek
Share