Kota Di Atas Air Ini Unik Banget, Kelilingnya Pakai Perahu

Rani Aisyah

Rani Aisyah

On Luar Negeri
Kota di Atas Air Kota di Atas Air

Kalau mendengar kata kota di atas air, seringkali Venice di Italia dan Amsterdam di Belanda yang terbersit di benak kita. Selain dua kota indah tersebut, ternyata ada beberapa kawasan yang juga dikelilingi perairan baik itu sungai, kanal, maupun danau. Bahkan ada yang bisa dicapai hanya dengan perahu, karena tidak ada jalan raya. Penasaran di mana saja? Yuk dibaca ulasan berikut.

Copenhagen, Denmark

Copenhagen, Denmark via Instagram @globetrotting_gingertravel
Copenhagen, Denmark via Instagram @globetrotting_gingertravel

Kopenhagen merupakan ibu kota Denmark, sebuah negara paling bahagia di dunia menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) beberapa waktu lalu. Kopenhagen sendiri memiliki sebuah distrik bernama Nyhavn, terkenal sebagai kota di atas air. Dahulu Nyhavn merupakan sebuah pelabuhan di mana kapal-kapal berlabuh. Penuh dengan pelaut, pub, dan fasilitas lain. Kini, banyak rumah-rumah klasik yang telah direnovasi dan restoran yang mendominasi distrik ini. Orang-orang yang pelesir di Nyhavn, bersantai menikmati kuliner enak, musik jazz di pinggir kanal.

Annecy, Prancis

Annecy, Prancis via Instagram @alaa_oth
Annecy, Prancis via Instagram @alaa_oth

Annecy adalah ibu kota dari Haute-Savoie, Prancis, merupakan kota seni dipenuhi bangunan begaya klasik. Berjalan-jalan di Annecy lebih seru menggunakan kapal, mengingat kota di atas air ini dikelilingi kanal. Bahkan mendapat sebutan “Venice of the Alps”. Siapapun akan tersihir oleh keindahan Annecy yang dipenuhi bangunan berwarna pastel, jalan terbuat dari batu, bunga-bunga mekar.

Ditambah berdirinya kastil kini museum di tengah-tengah kanal, Palais de L’Isle’s. Paling seru menikmati keindahan tersebut sembari duduk di kafe pinggir kanal, ditemani secangkir kopi dan sepotong croissant.

Giethoorn, Belanda

Giethoorn, Netherlands via Instagram @nima.persia
Giethoorn, Belanda via Instagram @nima.persia

Giethoorn merupakan sebuah desa hijau dan tenang di Overijssel, sebelah timur Belanda. Saking tenangnya sampai-sampai suara yang terdengar bisa jadi hanya suara bebek. Kota di atas air yang mendapat julukan “Dutch Venice” ini terletak di pusat sistem kanal Overijssel. Tidak heran kalau banyak rumah hanya bisa dicapai dengan perahu, tidak ada jalan raya di desa sejuk ini.

Berkeliling Giethoorn menggunakan perahu menjadi atraksi menarik bagi pelancong. Rumah-rumah di area ini sebagian besar atapnya bergaya klasik. Desain rumahnya pun Eropa banget.

Suzhou, Tiongkok

Suzhou, Tiongkok via Instagram @usmanazhar3434
Suzhou, Tiongkok via Instagram @usmanazhar3434

Suzhou berada di provinsi Jiangsu, Tiongkok. Tepatnya di tengah delta Yangtze. Kota ini mendapat julukan “Venice of the Orient”, berkat wilayahnya yang dikelilingi perairan, seperti sungai maupun kolam. Kota di atas air ini dibangun sekitar 2.500 tahun lalu, dengan keunikan karakter seperti mempertahankan bangunan-bangunan lawas. Pengunjung bisa berkeliling kota ini menggunakan perahu manual yang didayung oleh penduduk setempat.

Zhouzhuang, Tiongkok

Zhouzhuang, Tiongkok via Instagram @hanerstagram
Zhouzhuang, Tiongkok via Instagram @hanerstagram

Zhouzhuang merupakan kota di atas air paling terkenal China, berada di sebelah tenggara Suzhou. Kota yang mampu mempertahankan rumah-rumah lawas ini dikelilingi dan terbagi oleh danau dan sungai. Terdapat setidaknya 14 jembatan di Zhouzhuang. Lebih seru menikmati kota ini dengan menyusuri perairannya menggunakan perahu.

Udaipur, India

Udaipur, India via Instagra @sahilmalik219
Udaipur, India via Instagra @sahilmalik219

Udaipur dikenal dengan sebutan “Venice of the East”, karena dikelilingi danau berwarna kebiruan dan pegunungan Aravalli. Salah satu atraksi tersohor populer kota di atas air yang dibangun pada tahun 1553 adalah Lake Palace berlokasi di tengah-tengah Danau Pichola.

Tigre, Argentina

Tigre, Argentina via Instagram @aldeaderio
Tigre, Argentina via Instagram @aldeaderio

Tigre merupakan sebuah kota yang terletak di delta sungai, Buenos Aires, Argentina. Kota di atas air yang tenang ini tersohor memiliki pulau-pulau kecil dan saluran air serta pasar kerajinan. Diberi nama tigre diambil dari harimau dan jaguar yang dulunya berada di area ini dan sering terdengar aumannya. Pengunjung yang datang bisa berkeliling dengan perahu, melihat secara langsung kehidupan di sini sekaligus para satwa liar di balai konservasi. Tersedia restoran, museum, taman bermain, dan banyak lainnya. Seperti Museo de Arte Tigre dibangun di pinggir sungai, bergaya interior serupa mansion ala Italia dan Prancis.

Kalau punya kesempatan rasanya ingin berkeliling sebuah kota menggunakan perahu. Kota di atas air yang telah diulas di atas memang punya daya tarik luar biasa. Teman Traveler sudah pernah berkunjung ke salah satunya? Atau adakah tempat serupa di daerah Teman Traveler?