Ngaku Coffe Addict? Yuk, Intip Bedanya Kopi Arabica dan Robusta

Intan Deviana

Intan Deviana

On Indonesia
Mengenal Beda Kopi Arabica dan Robusta Mengenal Beda Kopi Arabica dan Robusta

Berada di peringkat empat negara produsen kopi terbesar di dunia, tak heran jika beberapa kopi asli Indonesia sukses menembus Pasar Internasional. Tak hanya nikmat, kualitasnya pun patut diacungi jempol. Beberapa di antaranya berasal dari varietas kopi Arabica dan Robusta.

Nah, Teman Traveler yang mengaku sebagai penikmat kopi, sudah tahu belum perbedaan dua jenis biji kopi tersebut? Agar lebih paham soal minuman yang kalian favoritkan, yuk simak ulasan berikut ini.

Jumlah Produksi Kopi

Biji kopi Arabica Mandeling Sumatra via instagram.com/igkopigue

Kopi varietas Arabica merupakan jenis yang paling banyak diproduksi. Kabarnya hampir 75 persen kopi di pasaran berjenis Arabica. Kopi jenis ini tumbuh subur di kawasan Asia Selatan, Asia Tenggara, Afrika Tengah, Afrika Timur, dan Amerika Selatan.

Green bean robusta wine via instagram.com/saekopi_

Sementara untuk varietas Robusta jumlah produksinya jauh lebih sedikit, sekitar 25 persen dari keseluruhan kopi yang ada di pasaran. Kopi spesies ini biasanya tumbuh subur di wilayah Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Afrika Barat. Namun, tak jarang pula ada negara yang menghasilkan kopi Arabica dan Robusta sekaligus. Indonesia salah satunya.

Bentuk Biji Kopi

Biji kopi Arabica (kanan) dan Robusta (kiri) via Instagram/tokokopigayo dan kranesia_official

Biji kopi Arabica lebih lonjong, pipih memanjang, dan bertekstur lebih halus. Sedangkan biji kopi Robusta bentuknya lebih bulat, ukurannya lebih kecil, dan bertekstur sedikit kasar.

Cita Rasa dan Aroma Kopi

Ngopi dulu biar semangat via instagram.com/trofenkopi

Kopi Arabica memiliki rasa lebih manis dan asam, meskipun diseduh tanpa gula. Hal ini disebabkan biji kopi Arabica memiliki kandungan gula cukup tinggi. Uniknya lagi, kopi jenis ini hanya mengandung 1,2 persen kafein dan menghasilkan aroma khas yang lebih wangi.

Siap seduh kopi setiap hari via instagram.com/rana_angels

Sementara itu, kopi varietas Robusta lebih pekat dan pahit dibandingkan Arabica. Pasalnya, kandungan kafein dalam biji kopi ini lebih tinggi, mencapai 2,2 persen. Setelah diseduh, sebagian besar kopi Robusta biasanya mengeluarkan aroma mirip wangi kayu.

Penanaman dan Perawatan Pohon Kopi

Pohon kopi Arabica via instagram.com/tiaraglobalcoffeeofficial

Pohon kopi Arabica hanya bisa ditanam di lahan dengan ketinggian 1.000-1.200 meter di atas permukaan laut. Syarat ini wajib dipenuhi jika ingin menghasilkan biji kopi berkualitas baik. Selain itu, pohon ini juga sangat peka terhadap perubahan suhu dan relatif mudah terkena hama penyakit. Oleh karena itu, proses perawatan dan pengolahan kopi Arabica cenderung agak sulit.

Pohon kopi Robusta via Instagram/tiaraglobalcoffeeofficial

Sementara itu, pohon kopi jenis Robusta lebih tahan terhadap perubahan suhu dan tak wajib ditanam di dataran tinggi. Perawatannya juga tergolong lebih mudah dibanding Arabica.

Ketinggian pohon

Kebun kopi via Instagram/indonesia.realcoffee

Pohon kopi Arabica bisa tumbuh hingga ketinggian antar 2,5-4,5 meter. Sementara pohon kopi Robusta umumnya lebih menjulang tinggi, mencapai 4,5-6 meter.

Harga Kopi

Segelas capuccino via Pexels

Dengan perawatan yang lebih mudah, harga green bean kopi Robusta jauh lebih murah dibanding kopi Arabica. Jika dibuat perkiraan kasar, kira-kira selisihnya mencapai 50 persen atau setengahnya.

Dengan semua perbedaan tersebut, kebanyakan pecinta kopi umumnya lebih suka menikmati seduhan kopi Arabica ketimbang Robusta. Apalagi biji kopi Indonesia yang berhasil mendunia kebanyakan juga berasal dari varietas Arabica. Nah, kalau Teman Traveler lebih doyan jenis yang mana?