Ini Saingan Cenote Ik Kill di Meksiko, To Sua Ocean Trench

Alfri

Alfri

On Alam

Salah satu kolam renang alam paling indah di dunia yang dikenal oleh traveler adalah Cenote Ik Kill di Meksiko. Kolam ini terbentuk dari lubang yang berisi air yang sangat jernih sehingga menjadi kolam pemandian alami yang menakjubkan. Ternyata kolam alami tersebut memiliki saingan yang tak kalah oke, yaitu To Sua Ocean Trench.

Samoa, merupakan sebuah negara kepulauan kecil yang terletak di tengah Samudera Pasifik. Meski ukurannya mini namun di dalam wilayahnya tersimpan kekayaan alam yang luar biasa. Negara ini terkenal memiliki beberapa pulau tropis yang cantik serta terdapat kolam renang alam yang disebut-sebut sebagai yang terbaik. Kolam yang dimaksud adalah To Sua Ocean Trench.

To Sua Ocean Trench [image source]
To Sua Ocean Trench [image source]
To Sua Ocean Trench berada di Pulau Opulu yang berarti Lubang Raksasa yang merujuk pada ukurannya yang memang sangat besar. Inilah tempat favorit turis menghabiskan waktu liburannya di Samoa. Mereka bisa berenang sepuasnya di kolam alami berisi air laut yang jernih.

Menurut penjelasan dari situs resmi pariwisata Samoa, lubang yang membentuk kolam alami ini terbentuk dari letusan gunung api yang terjadi pada zaman dahulu. Letaknya yang berada di dekat Samudera Pasifik membuat air kolam ini tidak pernah kering meski musim panas. Sebab di bawah lubang ini terdapat lorong yang terhubung langsung ke laut. dari situlah kolam mendapat pasokan air sepanjang waktu.

Turis yang datang umumnya lebih suka berenang langsung merasakan kesegaran air kolam. Apalagi pemandangan sekitar kolam cukup asri membuat kegiatan berenang menjadi makin menyenangkan. Untuk dapat mandi di dalam kolam traveler harus melewati tangga yang lumayan curam. Kolamnya yang tidak terlalu dalam cukup aman dimasuki baik orang dewasa maupun anak-anak.

Kolam alami ini memiliki lorong yang terhubung langsung dengan laut sebagai pemasok air [image source]
Kolam alami ini memiliki lorong yang terhubung langsung dengan laut sebagai pemasok air [image source]
Sebagai usaha pelestarian tempat wisata, warga setempat pun menerapkan tarif yang cukup mahal untuk sekedar masuk ke dalam kolam. Orang dewasa musti membayar biaya USD 15 atau sekitar Rp. 200 ribu sedangkan anak-anak dipatok dengan tarif USD 6 atau Rp. 80 ribu.