Ketan Bintul, Kenalan dengan Si Gurih Nikmat Khas Banten

Hampir tiap daerah punya makanan khas masing-masing. Buat yang tinggal di daerah Banten, pasti sudah tak asing dengan Ketan Bintul. Jajanan gurih ini cukup populer, meski belakangan keberadaannya makin sulit ditemui. Yuk Teman Traveler, kita kenalan dengan penganan khas yang cukup menarik ini.

Biasa Muncul Saat Ramadan

ketan bintul
Makanan khas Banten (c) Sri Yana Sari/Travelingyuk

Ketan Bintul merupakan makanan khas Serang, Banten. Komponen utamanya terdiri dari olahan beras ketan yang dimasak menjadi nasi
ketan, sebelum kemudian ditaburi srundeng.

Ketan Bintul biasanya akan lebih mudah ditemukan begitu memasuki bulan Ramadan. Hal ini karena kuliner Banten ini merupakan salah satu menu favorit warga lokal untuk berbuka.

Namun bagi Teman Traveler yang berkunjung ke wisata Banten di luar bulan puasa, jangan khawatir. Ketan Bintul tetap bisa kalian temukan di sejumlah pasar tradisional. Meski begitu, usahakan datang pagi ya Teman Traveler. Jajanan ini sangat populer, khawatir kalian bakal kehabisan jika mampir terlalu siang.

Favorit Sultan Banten

20190827_084032_Np6.jpg
Makanan favorit sultan (c) Sri Yana Sari/Travelingyuk

Tahukah Teman Traveler? Ketan Bintul juga merupakan favorit Sultan Maulana Hassanudin lho. Menurut pendapat sejumlah ahli sejarah, beliau biasanya menyantap hidangan ini berbarengan dengan saat berbuka puasa.

Lantaran Sang Sultan dikenal punya sifat rendah hati dan begitu menghargai rakyatnya, banyak kebiasaannya yang lantas ditiru. Alhasil, warga sekitar Banten kemudian mulai ikut menyantap Ketan Bintul sebagai hidangan berbuka puasa. Bagaimana Teman Traveler menarik bukan?

Dijual di Pasar Tradisional

20190827_083956_dKq.jpg
Dibungkus dengan daun pisang (c) Sri Yana Sari/Travelingyuk

Ketan Bintul bisa Teman Traveler dapatkan di sejumlah pasar tradisional Banten. Salah satunya adalah Pasar Anyer. Jajanan ini akan dijajakan di pada hari Selasa dan Sabtu. Kedua hari tersebut dianggap sebagai hari ‘pasaran’, di mana kalian akan temukan banyak makanan tradisional ditawarkan. Tapi ingat, datang pagi agar tak sampai kehabisan.

Ramah Kantong

ketan bintul
Diberikan taburan srundeng (c) Sri Yana Sari/Travelingyuk

Seporsi Ketan Bintul bisa dibilang sangat ramah kantong Teman Traveler. Biasanya ditawarkan sekitar Rp5.000 saja per bungkus. Jika ingin tambahan gulai daging kambing, kalian hanya perlu membayar total kira-kira Rp15.000 per porsi. Sangat murah bukan?

Ditambah lagi, makanan ini terbuat dari beras ketan, tentu saja sangat mengenyangkan. Bisa banget jadi alternatif kuliner ketika Teman Traveler sedang liburan di Banten.

Proses Pembuatan

Proses pembuatan Ketan Bintul sebenarnya cukup sederhana. Beras ketan dikukus bersama racikan bumbu dan santan agar mendapat cita rasa gurih. Berikutnya semua bahan bakal ditumbuk hingga lembut dan menjadi adonan padat. Selanjutnya adonan tersebut dipotong kecil-kecil untuk kemudian disusun di atas daun pisang dan diberi taburan srundeng maupun disantap bersama gulai kambing.

Tapi menurut saya pribadi, dicocol srundeng saja sudah terasa nikmat Teman Traveler. Saking enaknya, saya jadi tak sabar ingin segera mencicipi
Ketan Bintul ini jika suatu saat bisa kembali ke Banten. Bagaimana, adakah di antara kalian yang juga ngiler melihat makanan satu ini? Sempatkan mampir ke rekomendasi kuliner khas Banten ini, ya.

Tags
Banten Indonesia Ketan Bintul kontributor kuliner banten Travelingyuk
Share