Karnaval Desa Mulyoasri, Kenalkan Budaya nan Fenomenal

Setiap masyarakat tentunya punya tradisi tersendiri dalam merayakan tahun baru Islam. Di Gunung Semeru, para warga juga meramaikan bulan Suro dengan mengadakan Karnaval Desa Mulyoasri. Ada banyak kegiatan mengenalkan budaya nan fenomenal, berikut ini ulasan yang bisa kamu simak.

Acara Paling Fenomenal

dsc09521_EcB.jpg
Tarian dan kostum ala pewayangan (c) Stivian Putra/Travelingyuk

Meski Desa Mulyoasri terletak di lereng Gunung Semeru sebelah selatan, banyak penonton yang rela datang jauh untuk menyaksikan karnaval ini. Tak hanya warga sekitar Semeru, acara ini juga menarik kota lainnya seperti Kabupaten Lumajang, Kota Malang, Blitar, Sidoarjo, bahkan Surabaya.

dsc09501_QZP.jpg
Ogoh-ogoh Leak (c) Stivian Putra/Travelingyuk

Para penononton ini rata-rata datang bersama keluarga. Hal yang membuat Karnaval Desa Mulyoasri ini menjadi fenomenal adalah banyaknya tarian yang begitu menarik perhatian. Selain menikmati tarian, tentunya para penonton juga bisa mengetahui budaya yang ada di sekitar Gunung Semeru.

Penuh Atraksi Seru

dsc09744_R0G.jpg
Ogoh-ogoh macan bawung (c) Stivian Putra/Travelingyuk

Karnaval budaya ini diselenggarakan mulai pukul 10.00 WIB sampai 00:00 WIB. Tak hanya menari, biasanya para peserta juga membawa ornamen yang semakin membuat meriah seperti membawa ogoh-ogoh macan. Nantinya peserta akan melakukan tarian dengan jarak sepanjang 5 km sampai garis finish.

dsc09493_5BC.jpg
Penampilan ala tari Bali (c) Stivian Putra/Travelingyuk

Faktanya, para peserta akan berjalan kaki terus menerus sampai garis finish. Tentu semangat mereka inilah yang patut dihargai. Para peserta merupakan perwakilan dari setiap RT yang ada di Desa Mulyoasri dengan total 23 regu peserta.

Membutuhkan Dana yang Tidak Sedikit

dsc09568_0mB.jpg
Menampilkan tari gandrung (c) Stivian Putra/Travelingyuk

Total biaya dari seluruh peserta yang berpastisipasi dalam karnaval ini kurang lebih menghabiskan dana sebesar Rp 500 juta. Dana besar ini tentunya merupakan bentuk dulungan warga demi memeriahkan serta melestarikan kebudayaan yang diadakan tiap tahun ini.

dsc09656_x8X.jpg
Sound system untuk memeriahkan setiap regu (c) Stivian Putra/Travelingyuk

Perlu kamu tahu kalau dana sebesar tersebut bisa menjadi angka yang besar untuk karnaval yang ada di desa. Hal ini karena setiap regu peserta bisa menghabiskan dana belasan hingga puluhan juta rupiah untuk biaya sewa kostum, akomodasi, dan sebagainya. Ditambah lagi dengan menyewa sound system dengan ukuran besar.

Ramainya Antusias Warga

dsc09782_Liv.jpg
Penonton tumpah ruah memenuhi jalanan (c) Stivian Putra/Travelingyuk

Meski Desa Mulyoasri yang berada di kawasan Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang, namun antusias warga malah semakin meriah. Padahal untuk mencapai desa ini akan menempuh waktu perjalanan kurang lebih 2,5 jam dari Kota Malang.

dsc09702_OM0.jpg
Para penari busana kerajaan Angling Dharma (c) Stivian Putra/Travelingyuk

Bahkan para penonton rela datang dari pagi hanya demi mendapatkan tempat. Saking banyaknya penonton, bisa saja jumlah mencapai ribuan orang.

dsc09769_ZGL.jpg
Penari pembawa pecut bertampang menyeramkan (c) Stivian Putra/Travelingyuk

Acara ini bisa menjadi rekomendasi untuk Teman Traveler yang tertarik dengan ciri khas budaya dan seni tiap daerah. Dijamin mata penonton akan dimanjakan dengan keberagaman tarian tradisional yang digabungkan unsur modern.

dsc09726_G4I.jpg
Anak kecil yang pandai menari (c) Stivian Putra/Travelingyuk

Itu dia sekilas cerita tentang Karnaval Desa Mulyoasri yang wajib untuk didatangi. Hal ini tentunya bisa menambah kekayaanmu tentang budaya dan seni yang ada di Indonesia. Catat agar bisa saksikan acara ini saat eksplor wisata Malang. Jadi, kapan terakhir kali kamu menonton karnaval?

Tags
Gunung Semeru Indonesia karnaval desa mulyosari tradisi satu suro Wisata
Share