Pulau Muna merupakan bagian Provinsi Sulawesi Tenggara yang memiliki alam yang eksotis, salah satunya adalah Danau Randhano Ghage. Tak hanya itu, Pulau Muna pun memiliki panganan khas. Berikut adalah salah satu kuliner khas Pulau Muna yang patut dijajal para Teman Traveler yaitu olahan jagung kambose atau kambuse. Seperti apa sih bentuk dan rasanya? Yuk, simak lebih lanjut.
Kambose Selalu ada di Setiap Hidangan

Penduduk Pulau Muna menjadikan jagung sebagai makanan pokok. Sehingga kambose yang terbuat dari jagung yang sudah tua ini selalu disajikan saat makan sehari-hari dan acara adat yang disukai semua kalangan, dari anak-anak hingga dewasa. Jika biasanya biji jagung muda masih diselimuti kulit tipis berwarna kuning, berbeda dengan olahan ini yang biji jagungnya tidak berselimut kulit.
Keistimewaan Olahan Jagung Kambose
Menyantap Kambose

Penduduk Pulau Muna biasa menyantapnya dengan sayur berkuah atau ikan bakar. Bagi yang tua dan sudah tidak memiliki gigi biasanya menumbuk kambose dalam lesung atau digiling dengan alat bernama kagiling, agar bisa lebih mudah dikunyah. Pecinta kuliner juga bisa menjajal inovasi lainnya, yaitu yang berkuah santan dan salad yaitu biji jagung dicampur dengan potongan berbagai buah. Teman traveler juga bisa praktek membuat kambose langsung dengan penduduk asli Pulau Muna. Tertarik ingin mencoba?
Mendapatkan Kambose

Teman traveler bisa mendapatkan kambose atau kambuse ini di warung bahkan restoran di Pulau Muna. Pecinta kuliner juga bisa saja berbaur dengan masyarakat Pulau Muna untuk belajar langsung cara pembuatannya,, sekaligus menjajalnya. Sangat menarik, ya.
Traveling ke Sulawesi Tenggara, khususunya Pulau Muna tidak akan menjadi biasa-biasa saja, nih. Ada banyak pengalaman seru, termasuk membuat olahan jagung kambose bersama masyarakat sekitar. Bagaimana, Teman Traveling nggak sabar untuk mencoba?