Menengok Jembatan Kali Kuto, Rute Fungsional Arus Mudik yang Megah

Kemacetan saat arus mudik dan arus balik akrab ditemukan saat lebaran. Peningkatan volume kendaraan menjadi hal yang pasti terjadi saat menjelang dan sesudah Hari Raya Idulfitri. Rekayasa lalu lintas dan contraflow biasanya menjadi opsi untuk mengurai kemacetan. Namun belakangan, beberapa lajur jalan tol dibuka secara fungsional untuk melancarkan lalu lintas mudik lebaran. Begitu pun dengan Jembatan Kali Kuto, jembatan yang baru dibuka untuk arus mudik dan arus balik lebaran.

Jembatan Baru Sepanjang 164 meter

Menghubungkan Semarang dan Batang via
Menghubungkan Semarang dan Batang via tandaseru.id

Panjangnya mencapai 164 meter dengan lebar 10 meter. Jembatan yang baru selesai 95% pengerjaannya ini juga dapat memuat beban lebih dari 16 ton kendaraan. Meskipun belum selesai total, jembatan ini dikebut pengerjaannya mulai agar dapat digunakan secara fungsional mulai dari H-2.

Menghubungkan Batang dengan Semarang

Lalu lintas mudik di Jembatan Kali Kuto via
Lalu lintas mudik di Jembatan Kali Kuto via foto.bisnis.com

Bukan hanya ruas jalan biasa, Jembatan Kali Kuto merupakan jalur yang menghubungkan Batang dengan Semarang. Selain itu, Jembatan dengan kerangka besi di samping dan atasnya tersebut merupakan bagian dari ruas tol Trans Jawa yang membentang mulai dari Jakarta hingga Surabaya. Pada akhir 2018, jalur cepat tersebut ditargetkan selesai.

Masih Berfungsi Satu Lajur

Panjangnya mencapai 164 meter via
Panjangnya mencapai 164 meter via foto.bisnis.com

Meskipun telah dibuka secara fungsional, baru satu lajur yang dapat digunakan. Beberapa opsi lain pun telah dipersiapkan jika terdapat penumpukan kendaraan di ruas Jembatan Kali Kuto. Prediksi pelambatan kendaraan muncuk karena penyempitan dari dua lajur menjadi satu lajur. Maka itu jika terjadi penumpukan kendaraan, lalu lintas akan dibagi menuju jalur nasional dan kembali masuk ke tol fungsional Kandeman.

Telah Layak untuk Dilewati

Gambar aerial Jembatan Kali Kuto via
Gambar aerial Jembatan Kali Kuto via goodnewsfromindonesia.id

Meskipun baru 95% tuntas, rute ini telah layak untuk dilewati. Namun permukaan jalan selebar 10 meter tersebut masih memiliki tinggi jalan yang berbeda. Karena itu dianjurkan untuk tidak melintas dengan kecepatan lebih dari 40 kilometer per jam. Tak jauh dari Jembatan Kali Kuto, rest area dan parking bay juga disiapkan untuk para pengemudi.

Penumpukan kendaraan pasti ditemukan saat puncak arus balik yang diperkirakan berlangsung pada 19-20 Juni. Beberapa tol fungsional dibuka untuk mengurai kemacetan saat arus balik. Bagaimana perjalanan mudikmu?

Tags
Arus Balik Arus mudik Indonesia Lebaran
Share