Jajanan Tradisional Bali, Ada yang Sudah Eksis Semenjak Abad ke-16

Rani Aisyah

Rani Aisyah

On Indonesia
Godoh Gedang Godoh Gedang

Nasi Jinggo dan ayam betutu merupakan dua dari sekian banyak kuliner khas Bali yang diburu oleh para pelancong. Selain makanan berat tersebut, pulau yang menjadi destinasi wisata terkenal ini juga menawarkan jajanan tradisional Bali yang memiliki cita rasa manis. Berikut paling tidak empat camilan yang bisa ditemukan di kawasan ini.

Jaje Laklak

Jaje Laklak via Shutterstock
Jaje Laklak via Shutterstock

Jaje laklak adalah penganan khas Bali berbahan dasar tepung beras dicampur dengan santan dan bahan tambahan lain. Jajanan tradisional Bali ini disajikan dengan taburan kelapa parut dan siraman gula merah cair. Jaje laklak selain berwarna putih, ada juga yang berwarna hijau akibat campuran air daun suji saat pembuatan, membuat kudapan satu ini beraroma harum. Pembuatan camilan ini secara tradisional, pada cetakan yang dibakar di atas tungku kayu. Teman Traveler bisa mendapatkan laklak di penjaja kue keliling maupun di pasar tradisional dengan harga kurang lebih Rp5 ribu saja, sudah dapat beberapa biji.

Jaje Sumping

Jaje Sumping via Shutterstock

Jaje sumping terbuat dari tepung beras dengan santan yang dibungkus daun pisang, berisi buah di dalamnya. Bisa pisang, labu, kelapa muda, ada juga kacang merah. Penganan yang dimasak dengan cara dikukus ini memiliki cita rasa manis nan legit, dengan tekstur lembut. Jaje sumping biasanya disediakan saat kegiatan penting misalnya pernikahan dan upacara potong gigi. Teman Traveler yang ingin mencicip kudapan ini bisa siapkan kocek Rp500 sampai Rp1.000 saja.

Godoh Gedang

Godoh Gedang via Instagram @heshidayat
Godoh Gedang via Instagram @heshidayat

Godoh gedang merupakan pisang goreng dengan tekstur renyah di luar lembut di dalam, biasa disajikan dengan siraman gula kayu manis atau krim segar dengan parutan kelapa. Konon jajanan tradisional Bali ini diperkenalkan oleh bangsa Portugis pada abad ke-16. Godoh gedang tepat dijadikan menu sarapan didampingi teh hangat, sangat nikmat apalagi disantap saat cuaca dingin.

Itulah empat jajanan tradisional Bali yang bisa dijadikan alternatif oleh-oleh. Bisa mendapatkan kudapan-kudapan tersebut di penjual kue yang tersebar di Pulau Dewata ini. Teman Traveler sudah pernah makan apa saja nih?