Hagia Sophia, Museum Cantik di Turki yang Pernah Digunakan Sebagai Masjid dan Gereja

Alfri

Alfri

On Luar Negeri

Traveler tentu sudah sangat familiar dengan nama Hagia Sophia, ya ini adalah sebuah bangunan berarsitektur menawan yang kini berfungsi sebagai museum sekaligus destinasi wisata populer di Turki. Namun siapa sangka museum dengan bangunan megah tersebut dulunya pernah digunakan sebagai Masjid bahkan Gereja.

Buat traveler yang baru pertama kali masuk ke dalam museum ini mungkin akan merasa bingung atau geleng-geleng kepala. Pasalnya di dalam bangunan ini pengunjung akan menemukan pemandangan ganjil berupa tulisan kaligrafi Allah dan Muhammad yang bersanding dengan lukisan Bunda Maria. Bagaimana ini bisa terjadi?

Hagia Shopia [image source]
Hagia Shopia [image source]
Dilansir Travelingyuk dari situr resminya, museum yang bernama Hagia Sophia ini pada mulanya merupakan sebuah gereja ortodoks bergaya Byzantium. Tak heran jika bangunannya memiliki arsitektur klasik yang memukau. Namun setelah Konstantinopel jatuh ke tangan Dinasti Ustmaniyah di abad pertengahan, Hagia Spohia berubah fungsi menjadi masjid.

Pengalihan fungsi ini tidak serta merta merubah wajah bangunan yang sudah sangat kental dengan ornamen Gereja. Hanya beberapa ornamen seperti salib yang dicopot, sisanya di bagian dalam ruangan hanya ditambahkan kaligrafi tulisan Allah dan Muhammad yang cantik serta mimbar untuk imam agar suasana Islami nampak di dalamnya.

Ruangan dalam Hagia Shopia [image source]
Ruangan dalam Hagia Shopia [image source]
Hagia Sophia digunakan sebagai masjid dalam kurun waktu yang sangat lama sekitar 500 tahun sebelum akhirnya pada masa pemerintahan Mustafa Kemal Ataturk bangunan ini dialih fungsikan menjadi sebuah museum. Beberapa bagian dinding dan langit-langit dikerok dari cat kaligrafi hingga ditemukan lagi lukisan-lukisan sakral Kristen

Sejak difungsikan sebagai museum, Hagia Sophia tidak pernah sepi dari pengunjung dan menjelma menjadi salah satu ikon kebanggaan negara Turki. Di dalamnya pengunjung bisa melihat 10.000 sampel surat dari khalifah Utsmaniyah. Cukup membayar tiket masuk sebesar 25 Lira atau setara dengan Rp 140 ribu Anda bisa berkeliling museum dan belajar banyak tentang sejarah kejayaan Kerajaan Turki.