Gunung Marapi Erupsi, Warga dan Pengunjung Dilarang Mendaki

Yuni Astutik

Yuni Astutik

On News
Via Instagram gadihbujang_minang Via Instagram gadihbujang_minang

Gunung Marapi yang berlokasi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat mengalami erupasi pada Jumat (27/4/2018) sekitar pukul 18:20 WIB sampai 22:30 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengingatkan warga untuk tidak mendekati Gunung Marapi. Kurang lebih dalam jarak 3 kilometer dari pusat kawah.

Wahyu Bestari selaku Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam yang berada di Lubuksabung pada Minggu (29/4/2018) sudah menyampaikan himbauan tersebut ke tiga kecamatan, yakni Sungaipua, Canduang, dan Baso.

Termasuk Erupsi Kecil

Gunung Marapi erupsi, Via Instagram gadihbujang_minang
Gunung Marapi erupsi, Via Instagram gadihbujang_minang

Dilansir dari cnnindonesia.com, Hartanto Prawiro selaku Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Marapi, aktivitas Gunung Marapi tersebut termasuk erupsi kecil. Hartanto menyebutkan jika amplitudo erupsi tersebut hanya mencapai 9 milimeter, dan itu tergolong erupsi kecil dengan durasi gempa sekitar 27 detik saja.

Hartanto selanjutnya menjelaskan jika material erupsi telah terpantau menyembur setinggi 300 meter ke arah Tenggara. Tidak semua letusan bisa teramati secara visual lantaran ada sebagian yang terjadi di malam hari dan ada pula yang terjadi saat gunung tengah berkabut.

Status Gunung Marapi Saat Ini

Kondisi terkini Gunung Marapi, Via Instagram kabarminang
Kondisi terkini Gunung Marapi, Via Instagram kabarminang

Selanjutnya, peningkatan aktivitas Gunung Marapi membuatnya ditetapkan pada Waspada atau level 2. Sebagai informasi, tanggal 26 Februari 2014 yang lalu Gunung Marapi meletus pada pukul 16:15 WIB dan melepaskan material berupa abu vulkanik, pasir, dan juga tefra di wilayah Kabupaten Tanah Datar dan Agam, Sumatera Barat.

Pengunjung Dilarang Mendaki

Erupsi, Via Instagram kabarminang
Erupsi, Via Instagram kabarminang

Hingga saat ini dilaporkan warga sekitar masih melakukan aktivitas seperti baisanya, ada yang berkebun, bertani dan lain sebagainya. Sementara itu untuk data warga yang tinggal di area rawan erupsi, Wahyu Bestari menyebutkan belum memiliki data dan saat ini masih menghimpun data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Meskipun tidak ada aktivitas pengungsian, tapi radius 3 kilometer dari pusat kawah harus dikosongkan untuk keamanan. Masyarakat ataupun juga pengunjung dilarang melakukan pendakian Gunung Marapi.

Pasca erupsi, kondisi Gunung Marapi sampai saat ini masih terpantau tenang dan tidak terlihat peningkatan aktivitas vulkanik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat terus berkoordinasi dengan aparat setempat sekaligus untuk mengambil upaya antisipasi.