7 Alasan Gunung Andong Cocok Untuk Pendaki Pemula, Apa Saja?

Kegiatan untuk menikmati keindahan alam Indonesia bisa dengan banyak cara. Bisa island hopping, snorkeling, diving, dan juga mendaki gunung. Belakangan naik gunung menjadi hal paling banyak diminati. Nah, untuk Teman Traveler yang baru pertama kali mendaki, Gunung Andong bisa menjadi rekomendasinya. Apa alasannya? Berikut penuturan Kontributor Travelingyuk, Pradikta Kusuma tentang gunung yang aman bagi pendaki pemula.

1. Tingginya Ramah untuk Pendaki Pemula

Dengan ketinggian 1726 mdpl, Gunung Andong yang merupakan wisata di Magelang ini bisa dikatakan ramah untuk para pemula. Tak perlu waktu lama untuk dapat menggapai puncaknya, karena hanya cukup menempuh perjalan kurang lebih 2-3 jam dengan kekuatan fisik yang stabil. Peralatan pendakian yang dibawa juga tidak berlebih.

Gunung yang ramah untuk pendaki pemula
Gunung yang ramah untuk pendaki pemula (c)Pradikta Kusuma/Travelingyuk

Jalur dari basecamp sampai puncak juga bisa dikatakan terus menanjak dan minim jalur landai. Namun, jalur tersebut bisa dikatakan nyaman karena tak terlalu panjang. Ketinggiannya tidak terlalu ekstrem sehingga tidak terlalu menguras tenaga para pendaki pemula

2. Jalur Pendakian yang Aman dan Mudah

Ada beberapa jalur pendakian untuk mencapai puncak Andong. Namun yang paling umum dan mudah yaitu melalui Dusun Sawit. Basecamp pendakian pun sangat mudah dijangkau dengan kendaraan umum maupun pribadi, karena masih terletak satu wilayah dengan kawasan wisata Kopeng, Salatiga.

Pemandangan aduhai sepanjang jalur pendakian
Pemandangan aduhai sepanjang jalur pendakian(c)Pradikta Kusuma/Travelingyuk

Jalur pendakian ini bisa dikatakan cukup mudah. Sepanjang jalan, medan berbentuk tangga dari batuan dan beberapa dilengkapi dengan bambu. Titik-titik ekstrem pun tak ditemui sepanjang jalur. Tak perlu khawatir tersesat, karena banyak rambu yang menunjukkan jalur menuju puncak. Di tengah perjalanan pun terdapat dua pos yang dapat dijadikan tempat untuk beristirahat atau berteduh saat cuaca sedang hujan.

3. Pemandangan Alam yang Memesona

Meski ketinggiannya tak seberapa, gunung di Jawa Tengah ini memiliki pemandangan yang tak kalah memukau. Deretan pegunungan seperti Gunung Merbabu, Merapi, Sindoro, Sumbing, dan Telomoyo terlihat gagah dan memanjakan mata.

Bentang alamnya sungguh memanjakan mata
Bentang alamnya sungguh memanjakan mata(c)Pradikta Kusuma/Travelingyuk

Hamparan kota Magelang dan Salatiga di kejauhan pun menambah latar pemandangan yang menarik. Apalagi jika malam telah datang, kerlap-kerlip lampu kota berpadu dengan cahaya bintang menjadi pemandangan yang sempurna. Menyeruput secangkir kopi panas ditemani pemandangan yang aduhai ini, pasti akan membuai setiap pendaki.

4. Ada Warung di Puncak

Ini salah satu keistimewaan dari Gunung Andong. Jadi Teman Traveler tak perlu membawa logistik terlalu banyak karena di atas puncak gunungnya terdapat sebuah warung yang menjajakan menu cukup lengkap. Seperti teh hangat, gorengan, mie, hingga nasi pecel. Untuk harganya pun masih terbilang standar untuk ukuran warung di puncak gunung. Teh hangat hanya Rp3.000, sementara gorengan Rp2.000/biji.

Jangan takut kelaparan ketika sampai di puncak Gunung Andong
Jangan takut kelaparan(c)Pradikta Kusuma/Travelingyuk

Jika malas membawa logistik, Teman Traveler bisa menggunakan daypack. Namun, jika menganut kepercayaan ‘hemat pangkal kaya’, maka disarankan untuk membawa logistik yang mencukupi untuk dimasak di puncak. Menariknya, pendaki juga bisa menginap di dalam warung jika memang tak membawa tenda. Tentu dengan catatan saat keadaan gunung tak begitu ramai.

5. Terdapat Sumber Air dan Cocok untuk ‘Tektok’

Jangan takut untuk masalah air di Gunung Andong
Jangan takut untuk masalah air di Gunung Andong(c)Pradikta Kusuma/Travelingyuk

Air merupakan kebutuhan pokok pendaki saat naik gunung. Sebelum berangkat, persediaan air harus cukup hingga perjalanan pulang. Namun, untuk di Gunung Andong, Teman Traveler tak perlu terlalu pusing untuk manajemen air. Pasalnya, di tengah perjalanan antara pos dua dan puncak, tepat di samping jalur akan ditemui sebuah pancuran air jernih yang bisa dimanfaatkan untuk isi ulang. Meski tidak di puncaknya, keberadaan pancuran air ini sangat membantu.

Cocok untuk mendaki satu hari naik dan turun
Cocok untuk mendaki satu hari naik dan turun(c)Pradikta Kusuma/Travelingyuk

Tektok bahasa keren para pendaki gunung untuk naik dan turun gunung dalam satu hari. Nah, Gunung Andong ini sangat cocok untuk ‘Tektok’ karena waktu tempuhnya hanya dua jam. Biasanya, kegiatan tersebut dilakukan oleh pendaki yang sering naik gunung. Para pemula juga bisa, tapi jika mampu. Namun, keindahan alam yang ditawarkan Andong sangat sayang jika dinikmati dalam waktu sebentar.

7. Harga Tiket yang Sangat Terjangkau

Beginilah indahnya pemandangan di Gunung Andong
Beginilah indahnya pemandangan di Gunung Andong(c)Pradikta Kusuma/Travelingyuk

Lokasi Andong berada di Kecamatan Girirejo, Ngablak, Kabupaten Magelang. Terdapat tiga jalur pendakian resmi yaitu melalui Dusun Sawit, Gogik, dan Pendem. Jika Teman Traveler datang dari arah Semarang, arahkan kendaraan menuju ke Salatiga. Kemudian belok kanan ke Kopeng dan kemudian ikuti jalan menuju Pasar Ngablak. Setelah itu, ada penunjuk arah ke kanan menuju Basecamp. Jarak Basecamp dengan Pasar Ngablak sekitar 2 km.

Jika dari Magelang, arahkan kendaraan menuju Kopeng melalui Tegalrejo kemudian sebelum Pasar Ngablak, ada penunjuk arah ke kiri menuju Basecamp.

Basecamp pendakian(c)Pradikta Kusuma/Travelingyuk

Para pendaki diwajibkan lapor terlebih dahulu di Basecamp Taruna Jaya Giri jika melalui jalur Dusun Sawit. Selain menulis di buku data yang berisi daftar anggota pendakian, nomor telepon, dan alamat, juga membayar tiket masuk sebesar Rp5.000. Murah, kan?

Itulah beberapa alasan Gunung Andong cocok untuk para pendaki pemula. Pesonanya mengagumkan dan jalur pendeknya tidak begitu melelahkan. Bagaimana, berminat untuk naik gunung ramah pendaki pemula ini kan?

Tags
gunung andong gunung di jawa tengah Indonesia Jawa Tengah Magelang Salatiga Travelingyuk
Share