Gua Hatusaka Maluku, Lubang Vertikal Terdalam di Indonesia

Renada Vischa

Renada Vischa

On Indonesia
Gua Hatusaka, Maluku Gua Hatusaka, Maluku

Indonesia menyimpan banyak obyek wisata yang memukau. Keindahan gunung, pantai, dan bangunan tua bersejarah, membuat wisatawan tertarik untuk terus datang. Mungkin banyak yang belum tahu, Maluku punya gua terdalam di Indonesia yang bernama Hatusaka. Seperti apa keindahan dan hal menarik dari Gua Hatusaka? Yuk, baca lebih lanjut.

Kedalamannya Hampir 4 Kali Tinggi GWK

Cuaca yang tidak menentu
Cuaca yang tidak menentu via Instagram/tnmanusela

Gua Hatusaka dikenal sebagai gua vertikal terdalam di Indonesia dan memiliki kedalaman 424 meter. Kedalaman ini baru bisa diketuhahi pada tahun 1998, saat penelitan kedua oleh tim ekspedisi gua gabungan dari Amerika, Inggris, Perancis dan Australi. Kedalamannya hampir 4 kali tinggi GWK yang mencapai 121 meter.

Berada di wilayah Taman Nasional Manusela, Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Seram, gua berada di ketinggian 900 mdpl. Kumpulan kabut pun bisa terlihat dari bibirnya. Saking dalamnya, cahaya senter dengan intensitas 4.000 lumens tidak mampu menembus sisi dinding yang satu dengan sisi yang lain. Nama Hatusaka sendiri diberikan oleh masyarakat Saleman yaitu ‘Hatu’ yang berarti batu atau gunung dan ‘Saka’ yang berarti pusaka. Oleh karena itu Hatusaka memiliki arti Gunung Pusaka.

Dasar Gua Seperti Blender Raksasa

Kedalaman yang lebih tinggi dari monas
Kedalaman 4 kali dari tinggi GWK via Instagram/@tnmanusela

Cuaca di sekitar gua sangat berbeda dengan di Pulau Seram. Hal inilah yang menjadi tantangan utama. Meski di sekitar gua terjadi hujan lebat dan mengakibatkan banjir, di dasarnya tidak ditemukan batang pohon berukuran besar, melainkan hanya kayu-kayu berukuran kecil.

Serpihan kayu kecil itu diperkirakan berasal dari batang kayu besar dari permukaan gua. Kayu tersebut terbawa banjir yang kemudian terkoyak oleh adanya turbulensi dari dasar gua. Selain itu, jika banjir terjadi maka bisa berubah menjadi air terjun berjenjang 100 hingga 220 meter. Inilah alasan mengapa dasar gua disebut menyerupai blender raksasa.

Medan yang Rapuh

Medan yang rapuh
Medan yang rapuh via Instagram/andybuluk

Tim ASC (Achintyacunyata Speological Club) melakukan ekspedisi untuk menjelajah gua pada tanggal 3 Agustus 2018 lalu dan berhasil mencapai dasar pada tanggal 6 Agustus 2018. Untuk meneliti gua ini, sangatlah sulit. Selain dipengaruhi oleh cuaca yang berbeda, medannya pun rapuh dengan batuan yang mudah rontok. Walaupun ada batu yang kokoh, hal itu tetap mempengaruhi friksi pada tali. Setiap anggota tim juga harus memiliki kemampuan dan jam terbang tinggi dalam bidang penelitian gua.

Dijelajah Oleh Berbagai Tim Ekspedisi

Dijelajah tim ekspedisi dari berbagai negara
Dijelajah tim ekspedisi dari berbagai negara via Instagram/a_syaroni

Gua Hatusaja pertama kali dijelajah tim ekspedisi gabungan Amerika, Inggris, Perancis, dan Australia pada tahun 1996, namun gagal untuk mencapai dasar. Baru di tahun 1998, tim ekspedisi gabungan tersebut berhasil mencapai dasar. Gua ini juga dijelajah tim ekspedisi dari Italia pada tahun 2016, dan terakhir adalah tim ASC di tahun 2018 di mana ada peneliti Indonesia. Mereka berhasil memastikan data seberapa dalamnya Gua Hatusaka dan luas ruangan gua.

Itulah beberapa informasi menarik mengenai Gua Hatusaka yang ada di Maluku. Seru banget, ya. Teman Traveler sudah mengunjungi Gua mana saja nih?