Goa Batu Kapal, Eloknya Lukisan Mahakarya Alam yang Memesona

Zenith Halalan

Zenith Halalan

On Indonesia
Goa Batu Kapal, Wisata di Solok Goa Batu Kapal, Wisata di Solok

Jika ingin melihat betapa agungnya karya Sang Pencipta, Teman Traveler bisa coba berkunjung ke Sumatra Barat. Ada banyak lokasi eksotis yang suguhkan panorama cantik bak lukisan mahakarya alam, salah satunya Goa Batu Kapal.

Dinding-dinding gua maupun permukaan tebing Goa Batu Kapal berhiaskan guratan-guratan dengan motif cantik. Seolah alam berupaya menunjukkan bakat seninya. Yuk simak pengalaman kontributor Travelingyuk, Zenith Halalan.

Sempat Tak Dilirik

Goa Batu Kapal (dok.pribadi)
Goa Batu Kapal (c) Zenith Halalan/Travelingyuk

Goa Batu Kapal terletak di Kabupaten Solok Selatan, perbatasan antara Sumatera Barat dan Jambi. Jalan menuju sini belum jelas karena tidak adanya tanda petunjuk arah. Jaraknya ibu kota Solok Selatan, Kayu Aro, kira-kira 20 km. Posisinya terletak di tengah-tengah hutan dan perkebunan warga.

Wisata ini sebenarnya sudah lama ada, karena gua ditemukan tahun 1984. Namun, tempat ini tak banyak dilirik wisatawan. Baru belakangan ini, Goa Kapal jadi sangat populer di antara wisatawan domestik.

Menyerupai Kabin Kapal

Goa Besar dengan Berwarna Kuning (dok.pribadi)
Goa besar dengan dinding berwarna kuning (c) Zenith Halalan/Travelingyuk

Ada empat bongkahan batu kapur besar di lokasi ini. Namun, hanya dua dengan ukuran terbesar yang memiliki goa hanya dua. Masyarakat sekitar menamakannya Batu Kapal, karena bentuknya lorongnya mirip dengan kabin kapal.

Begitu menjejakkan kaki di ‘bibir kapal’, kita akan disambut kawanan burung walet dan kelelawar yang berterbangan di dinding atas goa. Rintik air yang jatuh ke sungai, ditambah suara walet dan kelelawar terdengar seperti alunan musik, membuat pikiran rileks.

Berkas Sinar yang Menawan

Goa Kedua Yang berwarna hijau (dok.Pribadi)

Goa Batu Kapal pertama memiliki beberapa lubang di atasnya. Ketika cahaya melewati bagian tersebut, terbentuklah berkas sinar matahari yang sangat indah. Selain itu, Gua dengan dinding kuning ini memiliki banyak lorong.

Sementara di Goa Batu Kapal kedua dindingnya bewarna putih, dengan sedikit corak hijau. Paduan warnanya mengagumkan, seakan-akan dilukis oleh seseorang.

Lukisan lukisan yang indah terbentuk sendirinya (dok.pribadi)
Lukisan indah yang terbentuk secara alami (c) Zenith Halalan/Travelingyuk

Di bawah goa terdapat aliran sungai jernih. Ketika cuaca cerah kita bisa memanjat bebatuan di sana, hingga mencapai puncak. Memasuki musim hujan batu-batu tersebut sangat licin dan tidak disarankan mencoba mendakinya.

Fasilitas Manjakan Wisatawan

Aliran sungai di bawah gua (c) Zenith Halalan/Travelingyuk

Pengelola tempat wisata ini sudah menyediakan beberapa fasilitas seperti kedai-kedai kecil di depan pintu masuk gua, tempat sampah, serta free guide. Teman Traveler bisa coba menjelajah gua dengan diantar perwakilan pihak pengelola.

Biaya masuk Goa Batu Kapal gratis. Teman Traveler hanya perlu membayar uang parkir seikhlasnya. Murah meriah, cocok untuk kalian yang sedang ingin liburan dengan budget minim.

Selama mengelilingi goa ada beberapa ulah wisatawan tak bertanggung jawab yang membuat saya kecewa. Mereka membuang sampah sembarangan dan yang paling parah, melakukan vandalisme ke dinding goa.

Saya tidak pernah mengerti dengan orang-orang yang dengan gampangnya merusak alam. Jika memiliki anugrah alam seindah ini, seharusnya kita menjaganya. Andai rusak, kita juga yang akan rugi. Jadilah seorang traveler yang smart dan peduli lingkungan.