Gereja Ayam dan Rumah Elang, Si Kembar yang Terpisahkan Jarak dan Benua

Alfri

Alfri

On Indonesia

Di kabupaten Magelang, Indonesia traveler mengenal adanya Gereja Ayam yang sebenarnya memiliki bentuk dasar burung merpati. Nah, bangunan ini ternyata punya kembaran yang terpisahkan jarak dan benua. Adalah Rumah Elang yang disebut dengan El Aguila, lokasinya berada di pesisir Atlantida, Uruguay. Yuk kita lihat dari dekat seberapa mirip kedua bangunan tersebut dan kita cari tahu mana yang menginspirasi dan bangunan mana yang terinspirasi.

Gereja Ayam yang terletak di dekat obyek wisata Candi Borobudur, atau lebih tepatnya berada di Desa Gombong, Magelang sempat menjadi perbincangan media internasional beberapa waktu lalu. Bangunan gereja yang terbengkalai ini memiliki bentuk menyerupai ayam sehingga warga menyebutnya sebagai Gereja Ayam. Meski menurut penuturan sang inisiator, gereja tersebut dibangun berbentuk burung merpati. Lantas bagaimana dengan Rumah Elang di Uruguay?

Perbandingan penampakan Gereja Ayam dan Rumah Elang, via instagram
Perbandingan penampakan Gereja Ayam dan Rumah Elang, via instagram

Lain lagi dengan Rumah Elang atau El Aguila di Uruguay. Bangunan yang terletak di Calle 3, Villa Argentina, Atlantida ini sejak awal perencanaannya memang dibangun menyerupai bentuk kepala burung elang. Hasilnya pun tidak menimbulkan salah tafsir karena kepala elang jelas sekali tergambar pada bangunannya. Pemiliknya sendiri adalah pengusaha asal Italia yang tinggal di Buenos Aires, Argentina bernama Natalio Michelizzi. Fungsinya pun berbeda, bangunan ini adalah rumah atau tempat tinggal sedangkan di Magelang adalah gereja.

Gereja Ayam di Magelang, via instagram
Gereja Ayam di Magelang, via instagram

Menilik lebih lanjut pada waktu pembangunannya. Gereja Ayam dibangun oleh seorang Kristiani yang juga pengusaha di Jakarta bernama Daniel Alamsjah. Di tahun 1989 ia mengaku mendapatkan pesan dari Tuhan melalui mimpi untuk membangun rumah ibadah berbentuk merpati. Kemudian saat jalan-jalan di tengah hutan di atas bukit Desa Gombong ia menyadari jika daerah tersebut sama dengan yang ada di mimpinya. Selanjutnya ia mulai membangun gereja di sana. Sayang pembangunan tersebut akhirnya tidak rampung lantaran menuai banyak protes dari warga sekitar.

Nasib berbeda dialami Rumah Elang, pembangunannya lancar tidak menemui halangan. Dimulai pada 1 Agustus 1945 rumah ini akhirnya rampung secara penuh dan ditempati oleh pemiliknya yang juga pengusaha. Bahkan ia juga sempat menyewakan rumahnya sebagai villa untuk wisatawan yang berkunjung ke pantai di pesisir Atlantida. Sayang setelah pemiliknya meninggal di tahun 1953, rumah tersebut menjadi tak terurus hingga memunculkan aneka cerita mistis hingga teori konspirasi.

Rumah Elang di Uruguay, via instagram
Rumah Elang di Uruguay, via instagram

Menilik pada tahun pembangunannya, Gereja Ayam baru dibangun di akhir tahun 80-an sedangkan Rumah Elang telah dimulai pembangunannya pada tahun 1945. Bisa jadi Gereja Ayam terinsiprasi dari Rumah Elang di Uruguay. Ini hanya teori sepihak saja dari Travelingyuk, namun yang pasti kedua bangunan ini memiliki akhir yang sama yaitu sama-sama terbengkalai. Bedanya, kini pemerintah Uruguay tengah merenovasi rumah tersebut untuk kepentingan wisata, sedangkan Gereja Ayam sudah ramai dikunjungi wisatawan namun tetap dibiarkan begitu saja. Bagaimana menurutmu?