Mengenal Gendang Beleq, Penyemangat Prajurit Lombok

Menjelajah pesona alam dan kekayaan budaya Lombok seakan tak ada habisnya. Alih-alih bosan, Teman Traveler dijamin bakal ingin kembali lagi dan lagi. Ada begitu banyak warisan budaya menarik yang bisa dieksplor di Pulau Seribu Masjid, salah satunya adalah Gendang Beleq.

Alat musik satu ini benar-benar unik dan mungkin hanya bisa Teman Traveler temukan di Lombok. Terlepas dari fungsinya, Gendang Beleq juga punya arti penting dalam kebudayaan setempat. Seperti apa? Yuk, simak ulasan lengkapnya.

Musik Tradisional Kebanggaan Suku Sasak

02_856.jpg
Berbaris memasuki arena pertunjukan (c) Adhi Kurniawan/Travelingyuk

Dalam bahasa Sasak, ‘beleq’ berarti besar. Hal ini menggambarkan ukuran gendang yang kerap dimainkan. Sementara untuk cara membunyikannya, alih-alih dipukul menggunakan telapak tangan, digunakan pemukul khusus dari sebilah kayu.

Rangka gendang biasanya dibuat dari batang pohon meranti yang dilubangi. Kedua ujungnya lantas ditutupi kulit kambing, sapi,
atau kerbau demi menghasilkan suara besar dan bergema saat ditabuh.

Pertunjukan Kolektif Penuh Kekompakan

03_Zs4.jpg
Bergerak menyesuaikan irama musik (c) Adhi Kurniawan/Travelingyuk

Gendang Beleq biasanya dipentaskan secara berkelompok. Umumnya terdiri dari lima belas hingga dua puluh orang. Ada yang bertugas memainkan musik, ada pula yang menari lincah mengikuti irama.

Dalam satu kelompok, ada beberapa jenis gendang yang digunakan. Gendang Mama menyimbolkan laki-laki, sementara Gendang Nine melambangkan perempuan. Selain itu ada Gendang Kodeq atau gendang kecil. Mama dan Nine digunakan untuk membangun dinamika irama, dimainkan bersama iringan gong, terumpang, pencek, oncer, dan seruling sehingga hasilkan irama harmonis.

Penabuh gendang biasa disebut dengan istilah Sekaha. Dalam satu pertunjukan biasanya akan ada dua orang Sekaha. Meski gendang memiliki diameter lebih dari setengah meter dan panjang hingga satu setengah meter, mereka takkan kesulitan memainkannya. Alat musik bakal digantungkan di leher atau bahu sehingga bisa ditabuh sambil menari atau lakukan gerakan selaras irama musik.

Penyemangat Prajurit

04_QJY.jpg
Penari utama (c) Adhi Kurniawan/Travelingyuk

Tahukah Teman Traveler, pada zaman dahulu alat musik ini berfungsi mengiringi prajurit Sasak yang hendak berangkat perang. Gemuruh gendang diyakini mampu membuat prajurit lebih berani dalam bertempur. Ketika kembali dari peperangan, mereka juga akan disambut dengan tabuhan gendang.

Seiring berjalannya waktu, gendang beleq lantas dipentaskan sebagai hiburan tradisional pada berbagai acara festival kebudayaan, pentas seni, atau pernikahan.

Terus Bertahan di Era Modern

05_UhX.jpg
Generasi milenial bangga memainkannya (c) Adhi Kurniaawan/Travelingyuk

Untuk melestarikan seni gendang beleq dan menumbuhkan kecintaan generasi muda, tak jarang digelar perlombaan khusus bagi pelajar. Saya sempat menonton salah satunya di kawasan Pantai Mandalika. Kala itu hampir semua peserta merupakan generasi milenial. Mereka begitu antusias memainkan alat musik tradisional Lombok ini.

06_kqd.jpg
Menari dan menikmati irama (c) Adhi Kurniawan/Travelingyuk

Di tengah gempuran musik modern, gendang beleq ternyata mampu bertahan dengan caranya sendiri. Masih banyak generasi muda yang punya keinginan besar untuk memainkan dan melestarikannya. Jadi jika kali lain Teman Traveler sedang wisata Lombok, sempatkan untuk menonton pertunjukan alat musik ini ya.

Tags
kontributor Lombok Travelingyuk wisata lombok
Share