Gempa 7 SR Guncang Lombok, Berpotensi Tsunami

Yuni Astutik

Yuni Astutik

On Indonesia
Via Shutterstock Via Shutterstock

Gempa bumi berkekuatan 7.0 Skala Richter (RS) mengguncang wilayah Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Awalnya, informasi beredar menyebutkan jika besarnya gempa 6,8 SR.  Tetapi baru saja Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui informasi jika gempa Lombok yang terjadi berkekuatan 7 SR.

“Pemutakhiran, Peringatan Dini Tsunami di NTB, Gempa Mag:7.0,” cuitan BMKG lewat akun Twitter resminya @infoBMKG, Minggu (5/8/2018).

Gempa tersebut terjadi pada pukul 18:46. Lokasi tepat gempa berada pada titik koordinat 8.37 LS dan 116.48 BT. Gempa bumi terjadi di kedalaman 15 km. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini tsunami.

“Berpotensi terjadi tsunami,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Minggu (5/8/2018), seperti yang dilansir dari detik.com

Dampak gempa sampai Bali, Via Travelingyuk
Dampak gempa sampai Bali, (foto: Istimewa)

Sampai saat ini belum diketahui apakah ada korban jiwa. Namun gempa bumi terasa sampai ke Pulau Bali. Tidak hanya di sekitaran Lombok saja, bahkan masyarakat Trenggalek, Jawa Timur juga merasakan gempa saat berada di dalam rumah. Meskipun tidak berlangsung lama, sejumah warga sempat berhamburan ke luar rumah saat terjadi gempa.

Puing-puing dampak gempa di Bali, Via Travelingyuk
Puing-puing dampak gempa di Bali, (foto: istimewa)

Gempa Sebelumnya 6,4 SR

Sebelumnya, Lombok juga dilanda gempa tektonik dengan kekuatan 6,4 SR pada Minggu (29/7/2018) pukul 05:47 WIB. Masyarakat yang merasakan guncangan gempa berhamburan ke luar rumah. Analisis BMKG menujukkan gempa terletak di koordinat 8.4 LS dan 116,6 BT atau tepatnya 47 km arah timur laut kota Mataram, Propinsi NTB kedalaman 24 km.

Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya memperpanjang masa tanggap darurat penanganan dampak gempat di Nusa Tenggara Barat selama tujuh hari sampai dengan 11 Agustus mendatang. Sutopo Purwo Nugroho, selaku Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB menyebutkan sebelumnya masa darurat berakhir pada Sabtu (4/8/2018), namun masanya diperpanjang lantaran masih banyak gempa susulan yang terjadi.

Gempa susulan sudah tercatat sebanyak 564 kali sampai pukul 07:00 WITA, dan belum termasuk gempa yang baru saja terjadi. Selain itu masa tanggap darurat ditambah lantaran ada beberapa masyaraka terdampak di daerah terpencil yang belum tersentuh penanganan disebabkan sulitnya akses.