Kawasan Kota Tua Melaka

Arief Kurniawan
17, Jun 2019
Red Square

198/5000 Red Square atau Dutch Square dikelilingi oleh bangunan yang dicat merah. Ini mencerminkan sejarah kesultanan Melaka, pemerintahan Belanda (Stadthuys, Gereja Kristus), penjajahan Inggris (Air Mancur Ratu Victoria), dan pemukim Cina. Apa yang Anda sukai dari Lapangan Merah adalah suasananya seperti lapangan karnaval di mana Anda menemukan banyak wisatawan dan penduduk lokal seperti dari negara bagian lain di Malaysia, wisatawan luar negeri selain Singapura seperti Cina, Taiwan, bahkan Indonesia, wisatawan Eropa dan Amerika. Bagi anda pecinta fotografi, kawasan ini sangat cocok untuk mengasah hobi anda.

Gereja St.Francis Xavier

Melaka merupakan salah satu daerah di Malaysia yang terkenal akan keberagamannya. Salah satu mengenai agama. Dikarenakan cukup lama diduduki oleh Portugis, di Melaka banyak ditemukan gereja-gereja yang berarsitektur unik. Salah satunya Gereja St Francis Xavier yang juga sudah berumur sangat tua. Gereja ini telah ada sejak abad ke 18. Struktur bangunan gereja ini sangat kokoh dengan desain bergaya Eropa yang kental. Penyelesaian pembangunan gereja ini telah selesai dilakukan pada tahun 1859 silam oleh Pastor Allard. Gereja ini merupakan gereja terbesar di Asia Tenggara dan dianggap memiliki kandungan nilai sejarah tinggi. Lokasi gereja St Francis Xavier berlokasi di Jalan Laksamana, Melaka, Malaysia.

World Heritage City by Unesco

Melaka adalah kota yang berada di tengah-tengah jalur darat antara Singapura dan Kuala Lumpur. Kota ini menyandang "World Heritage City" dari UNESCO. Suasana kota ini pun dipenuhi oleh bangunan-bangunan tua peninggalan zaman kolonial. Disalah satu sudut komplek bangunan merah Melaka, terdapat salah satu monumen yang menandakan dinobatkannya Melaka sebagai salah kota warisan dunia oleh UNESCO.

Arsitektur khas Melaka

Pusat pariwisata Melaka berada di Kota Tua, dengan ciri khas bangunan-bangunan kuno yang dicat berwarna merah bata. Kota Tua tersebut menggurita ke jalan-jalan dan gang-gang kecil di sekitarnya. Selain peninggalan kolonial, Arsitektur bangunan di kawasan kota tua Melaka ini juga sedikit banyak terinspirasi dari kebudayaan Sino yang ramai bermukim di kota ini.

Melaka Riverside

Sungai Melaka merupakan sungai besar yang mengaliri sepanjang 40km hulunya hingga ke hilir di Selat Melaka. Di sepanjang aliran sungai melaka terutama menuju ke hilir terdapat banyak spot wisata menarik. Anda juga dapat naik perahu wisata yang banyak disediakan dan menikmati matahari terbenam yang indah disana. Di tepian Sungai Melaka juga terdapat banyak penginapan bintang 5 yang menawarkan kualitas tinggi. Salah satunya hotel Casa del Rio seperti di foto.