Festival Tempe Kampung Sanan, Jumpa Ragam Olahan Mulai dari Puding Hingga Nougat

Selain wisata alam, Malang juga terkenal akan kulinernya yang menggoda. Mulai dari bakso, orem-orem, bahkan ragam olahan tempe yang bisa ditemukan di Kampung Sanan. Hari ini tepatnya Minggu (21/4) diadakan festival tempe bagi kalian pecinta kuliner. Travelingyuk berkesempatan untuk menjelajah lebih dalam mengenai festival ini. Bagaimana keseruannya? Simak yuk!

Festival Tempe Pertama di Malang

Festival Tempe via (c) Travelingyuk

Festival tempe ialah sebuah event yang diadakan oleh mahasiswa Universitas Negeri Malang dan merupakan bagian dari PKM-M (Program Kreativitas Mahasiswa kepada Masyarakat). Festival yang pertama kali diadakan di Malang ini diselenggarakan pada hari Minggu (21/4) di Kampung Sanan, kelurahan Purwantoro, kecamatan Blimbing, Malang.

Suasana di Kampung Sanan, via (c) Travelingyuk

Acara tersebut dimulai sejak jam 09.00 hingga pukul 21.00 malam. Tak hanya mendapat support dari pihak Universitas Negeri Malang, instansi pemerintahan seperti Dinas Perindustrian dan Dinas Pariwisata Malang juga turut berikan dukungan.

Ragam Olahan Unik dan Menarik

Macam olahan tempe, via (c) Travelingyuk

Salah satu olahan tempe yang terkenal yakni keripik. Namun setelah Travelingyuk telusuri, ada berbagai olahan unik berbahan dasar tempe mulai dari burger, bakso, puding, tempe cokelat, rendang, nougat, dan lain-lain. “Tempe itu walaupun murah tapi bisa dijadikan makanan yang berbagai macem seperti yang ada di festival ini.” ujar Dery selaku ketua panitia festival.

Tempe cokelat, via (c) Travelingyuk

Selain bertujuan untuk membranding Kampung Sanan, diadakannya festival tersebut juga sebagai cara untuk menarik perhatian anak muda, khususnya mahasiswa. Mereka juga berlakukan potongan harga spesial bagi mahasiwa yang membawa KTM. Bahkan hanya dengan Rp20000 saja, kalian sudah bisa mendapatkan empat menu sekaligus.

Adanya Blusukan Kampung

Spot mendol unik Blusukan Kampung, via (c) Travelingyuk

Tak hanya dihibur dengan ragam sajian unik, pengunjung dapat mengikuti rangkaian acara menarik lainnya. Salah satu contoh seperti Blusukan Kampung. Di sini, pengunjung dapat dengan bebas jelajah kawasan kampung dan ikut menyelesaikan tantangan berbahan dasar tempe yang diberikan oleh panitia di spot yang telah disediakan.

Peserta yang berhasil selesaikan tantangan Blusukan Kampung, via (c) Travelingyuk

Mulai dari membuat mendol unik, tempe setan (tahan makan tempe pedas), dan lain-lain. Setiap tantangan yang peserta selesaikan nantinya akan mendapat bermacam hadiah mulai dari kaos, voucher makanan, hingga yang tertinggi yakni tiket masuk gratis ke Jatim Park.

Acara tersebut mendapat respon positif dari warga di Kampung Sanan dan pengunjung. Salah satunya Dita, “Menarik aja sih bisa nambah-nambah pengetahuan orang juga kaya tentang bagaimana pengolahan tempe-tempe.” ketika ditanya soal festival secara keseluruhan.

Rencana di Tahun Depan

Festival Tempe, via (c) Travelingyuk

Berbagai rangkaian acara lain yang bisa Teman Traveler temukan, mulai dari pertunjukkan musik, tari tradisional, layar tancap, hingga Rumah Serem yang menjadi puncaknya. Bertepatan dengan peringatan hari Kartini, terlihat banyak dari penjual yang ada di bazar mengenakan kebaya.

Deryan Angger ketua panitia via (c) Travelingyuk

Pihak pemerintah dan panitia berharap agar Festival Tempe menjadi festival tahunan. “Insya Allah kalau tahun depan kita sponsornya juga lancar, bakalan mecahin empat rekor sekaligus. Tempe terpanjang, mengiris tempe terpanjang, goreng tempe terbanyak, dan juga massa untuk makan tempe terbanyak.” ucap Deryan saat ditanya soal konsep festival untuk tahun mendatang.

Bagaimana menurut Teman Traveler soal Festival Tempe Kampung Sanan kali ini? Kalau ketinggalan, bisa tunggu tahun berikutnya, ya..

Tags
Festival Tempe Kampung Sanan Indonesia Jawa Timur Malang Wisata
Share