Festival Perahu Naga, Perpaduan Budaya Jawa dan Tionghoa di Sudut Jogja

Indonesia memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Tidak hanya wisata alam ataupun kuliner, budaya tanah air juga bikin banyak orang terkagum-kagum. Khususnya Jogja, yang nilainya masih terjaga dengan baik dan difavoritkan wisatawan lokal maupun mancanegara. Salah satunya tertuang dalam Festival Perahu Naga yang tahun ini sukses digelar pada tanggal 14-15 Juli 2018 lalu. Seperti apa keseruan dari festival yang digelar di Bantul ini? Yuk, simak penuturan dari Kontributor Travelingyuk, Rizky Nusantara yang juga sekalian jelajah wisata di Bantul.

Festival Perpaduan Dua Budaya

Tim Dayung sehabis bertanding
Tim Dayung sehabis bertanding (c) Rizky Nusantara/Travelingyuk

Festival ini menggabungkan olahraga dengan dua budaya yaitu Tionghoa dan Jawa. Acara yang mengenalkan banyak tim-tim solid ini ternyata menarik perhatian banyak orang, terutama wisatawan lokal. Disebut gabungan antara dua budaya berasal dari kegiatan mendayung perahu naga yang merupakan wujud kebudayaan masyarakat Tionghoa. Sementara budaya Jawa berasal dari pertunjukkan kesenian yang tak kalah mencuri perhatian.

Kegiatan seru ini ternyata bertujuan untuk merayakan hari besar Peh Cun. Konon, perahu naga merupakan alat yang digunakan warga untuk mencari jasad dari seorang penyair pariotik bernama Qu Yan yang sengaja menenggelamkan diri di Sungai Miluo.

Hiburan Seru yang Berjalan Meriah

Panggung Festival Perahu Naga
Panggung Festival Perahu Naga (c)Rizky Nusantara/Travelingyuk

Pagelaran festival ini diselenggarakan di Laguna Depok tidak hanya menunjukkan pagelaran seni. Ada juga pertunjukkan barongsai yang merupakan kebudayan Tionghoa. Kemeriahan pertunjukkan tersebut makin menakjubkan dengan dengan panggung utama yang dibangun dengan sangat megah. Ada pula beberapa tenda yang berdiri dengan kokohnya di sekitar panggung. Antusias pengunjung cukup mencuri perhatian, karena dihadiri banyak kalangan.

Festival Istimewa yang Berusia Ribuan Tahun

Alat untuk dayung
Alat untuk dayung (c)Rizky Nusantara/Travelingyuk

Perlombaan dayung perahu ini diikuti kurang lebih 30 tim. Perahu yang digunakan terbuat dari kayu dengan panjang 20-35 meter. Untuk dapat menjalan perahu tersebut, dibutuhkan sekitar 30 tenaga untuk menjalankannya. Di balik kemeriahan tersebut, ternyata Festival Perahu Naga sudah berusia 2000 tahun. Konon, perayaan tersebut tergantung dari penanggalan lunar. Sehingga, kegiatannya diadakan pada tanggal yang berbeda-beda.

Selain kegiatan perlombaan perahu naga, nelayan di kawasan Depok ini juga ikut memeriahkan acara. Sebagian besar menyiapkan perahunya untuk dijadikan tempat duduk para pengunjung. Bahkan, ada yang menyulap perahunya sebagai spot selfi pengunjung.

Hadiah Spesial Untuk Pemenang

Trophi Pemenang
Trophi Pemenang (c) Rizky Nusantara/Travelingyuk

Festival kali ini memperebutkan hadiah total sebesar Rp575 juta. Teknik mendayung sendiri menjadi menarik untuk dilihat. Karena, seperti sebuah tarian yang diiringi oleh irama. Tabuhan pengiring yang ditabuh sepanjang perjalanan perahu menjadi sebuah iringan pemacu semangat untuk mendayung lebih kuat.

Acara ini di tutup dengan sebuah pertunjukkan perahu hias. Perahu dari para nelayan ini dihias semenarik mungkin, dan di pertontonkan di hadapan masyarakat. Demi meningkatkan jumlah kunjungan pihak panitia pun memberikan kupon doorprise, apabila beruntung akan mendapatkan hadiah menarik dari panitia.

Festival Perahu Naga merupakan salah satu kebudayaan yang tetap terjaga hingga saat ini. Dikemas menarik dengan dua paduan budaya yang bikin penasaran. Ketinggalan untuk melihat acara ini? Tak perlu khawatir, festival ini juga akan diadakan ada di tahun depan.

Tags
Bantul Indonesia Jogja Travelingyuk wisata bantul Yogyakarta
Share